Minggu, 21 September 2008

Muktamar Zionis Minta Pengusiran Orang Palestina

Muktamar Zionis meminta orang-orang Palestina di tanah jajahan 1948 meninggalkan Palestina ke negara-negara Arab atau mengakui negara Israel saja. Pernyataan rasial ini dilontarkan mantan pejabat teras Israel, Moshe Ya’alon, mantan kepala staf angkatan bersenjata Israel.

Dalam pernyataan penutup muktamar Zionis yang diadakan di pemukiman Yahudi Nahlal di tanah Palestina 1948 disebutkan hanya akan hidup warga dan penduduk yang menerima dan pasrah dengan negara Israel dan misi Zionisnya. Adapun yang ingin hidup dengan lingkungan dan udara Arab dengan segala keistimewaannya maka mereka punya kesempatan merealisasikan mimpinya di salah satu negara Arab.

Para peserta muktamar Zionis berpendapat bahwa batas entias Israel membentang dari laut tengah hingga sungai Yordan. Mereka menyatakan bahwa keyakinan politik ini sudah menjadi umum di kalangan masyarakat Israel secara meluas. Sikap ini merupakan respon atas pernyataan PM Israel Ehud Olmert yang menyatakan bahwa mimpi negara Israel raya telah menguap dan usai.

Muktamar menyerukan upaya untuk menciptakan suasana yang mendorong pengusiran orang-orang yang menolak hidup di negara Israel semata. Yakni orang-orang Palestina yang tetap tinggal di tanah jajahan tahun 1948.

Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Moshe Ya’alon yang juga ketua penyelenggaran muktamar mengungkapkan dalam pernyataannya bahwa tidak ada kesempatan untuk beradaptasi antara orang-orang Palestina dengan orang-orang Israel. Ya’alon tidak yakin dengan perdamaian antara Arab dan Yahudi dan hidup bersama antara kedua belah pihak. (seto/http://infopalestina.com)

Tidak ada komentar: