Minggu, 29 Juni 2008

KHOLIFAH DIPILIH RAKYAT

KHOLIFAH DIPILIH RAKYAT
(Mekanisme Pemilihan Kholifah)

Kedaulatan ada di tangan syariah dan kekuasaan ada di tangan rakyat. Itulah di antara landasan pemerintahan Islam, Khilafah. Karenanya, seseorang akan dapat menjadi pemimpin kaum Muslim (Khalifah) jika diberi mandat kekuasaan oleh rakyat sebagai pemilik kekuasaan tersebut. Di sinilah diperlukan adanya akad antara rakyat dan calon khalifah untuk menjadi khalifah atas dasar ridha dan pilihan, tanpa intimidasi dan paksaan. Allah Swt. melalui Rasulullah saw. telah menggariskan bahwa akad tersebut adalah baiat.

Sebagaimana layaknya sebuah akad, dalam baiat perlu ada ijab (penyerahan) dan qabul (penerimaan). Rasulullah saw. dan para sahabatnya mencontohkan bahwa ijab berasal dari rakyat sebagai pemilik kekuasaan. Calon khalifah mengabulkannya. Ijab-nya berupa penyerahan kekuasaan dari rakyat kepada Khalifah untuk menerapkan Islam dan penyerahan ketaatan mereka kepadanya. Qabul-nya berupa penerimaan hal tersebut oleh calon khalifah.

Banyak hadits sahih yang menjelaskan bahwa seseorang sah sebagai khalifah jika diangkat melalui proses baiat. Para sahabat pun melakukan hal yang sama. Tidak pernah seseorang menjadi khalifah tanpa dibaiat. Abu Bakar menjadi khalifah bukan saat hasil musyawarah memutuskan beliau sebagai khalifah, tetapi setelah beliau dibaiat di Saqifah. Umar menjadi khalifah bukan setelah pengumuman Abu Bakar tentang hasil musyawarah kaum Muslim, melainkan setelah beliau dibaiat. Demikian juga dengan Utsman dan Ali. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa baiat merupakan satu-satunya metode baku (thariqah) pengangkatan khalifah. Sekalipun disetujui mayoritas rakyat atau wakilnya, seseorang belum menjadi khalifah sebelum dibaiat. Begitu juga, kudeta atau sistem putera mahkota bukanlah metode pengangkatan khalifah.

Dua Jenis Baiat
Siapapun yang mengkaji hadis Nabi saw. akan menemukan bahwa baiat terhadap khalifah ada dua jenis: (1) Baiat In‘iqad, yakni baiat yang menunjukkan legalitas orang yang dibaiat sebagai khalifah, pemilik kekuasaan, berhak ditaati, ditolong, dan diikuti; (2) Baiat ‘Ammah/Baiat Tha‘ah, yaitu baiat kaum Muslim terhadap khalifah terpilih dengan memberikan ketaatan kepadanya. Baiat tha‘ah bukanlah untuk mengangkat khalifah, karena khalifah sudah ada.

Kedua baiat ini juga didasarkan pada Ijma Sahabat. Misalnya, Abu Bakar diangkat oleh sebagian Sahabat sebagai representasi dari semua Sahabat, baik kalangan Muhajirin maupun Anshar. Setelah pembaiatan dilakukan di Saqifah, esoknya kaum Muslim dikumpulkan di masjid. Abu Bakar berdiri di Mimbar. Sebelum Abu Bakar berbicara, Umar bin Khathab antara lain berbicara, “Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan urusan kalian kepada pundak orang terbaik di antara kalian. Dia Sahabat yang berdua bersama Rasul di gua. Berdirilah kalian, baiatlah dia.”

Para Sahabat pun membaiat Abu Bakar setelah pembaiatan di Saqifah. Pembaiatan wakil Sahabat kepada Abu Bakar di Saqifah merupakan baiat in‘iqad, sedangkan pembaiatan kaum Muslim kepadanya di masjid merupakan baiat tha‘ah. Hal serupa terjadi pada khalifah lainnya. Ini merupakan gambaran dan penegasan tentang keridhaan rakyat kepada Khalifah.

Berbeda dengan baiat in‘iqad yang bersifat pilihan, baiat tha‘ah wajib atas setiap orang, yang ditunjukkan dengan ketaatan dan ketundukan kepada Khalifah terpilih; taat pada hukum dan perundang-undangan yang ditetapkannya.

Pemilihan Khalifah
Dalam Islam penetapan Khalifah pada saat adanya Kekhilafahan melibatkan tiga unsur. Pertama: Mahkamah Mazhalim, yakni lembaga dalam Kekhalifahan Islam yang salah satu kewenangannya adalah mengevaluasi dan menetapkan perlu tidaknya penggantian Khalifah. Kedua: Majelis Umat, yakni lembaga perwakilan rakyat yang para anggotanya dipilih secara langsung oleh rakyat. Salah satu wewenangnya adalah membatasi jumlah calon khalifah. Ketiga: rakyat sebagai pemilik kekuasaan.
Secara ringkas, prinsip umum pergantian Khalifah dalam Islam dicontohkan dalam praktik para Sahabat yang berbentuk Ijma Sahabat. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

1. Kekuasaan ada di tangan umat.
2. Baiat merupakan hak seluruh kaum Muslim sekaligus merupakan fardhu kifayah. Rakyat harus diberi kesempatan untuk menunaikan hak mereka. Apakah mereka menggunakan haknya itu atau tidak, itu terserah mereka.
3. Syariah tidak menyaratkan jumlah tertentu dalam baiat in‘iqad. Yang penting berjamaah dan dengan itu kaum Muslim ridha. Keridhaan kaum Muslim itu dapat ditunjukkan oleh diamnya mereka, ketaatan mereka, atau dengan indikasi apapun. Hanya saja, berbagai upaya untuk mengetahui pendapat publik dilakukan seoptimal mungkin.
4. Tidak sempurna pengangkatan kepala negara (Khalifah) kecuali jika dilakukan oleh sekelompok orang yang hasil pengangkatannya itu diridhai oleh mayoritas kaum Muslim.

Adapun langkah-langkahnya adalah:

1. Penetapan kapan Khalifah harus diganti. Islam tidak menetapkan masa jabatan seorang khalifah. Khalifah kehilangan hak Kekhilafahan jika melanggar syarat-syarat utama sebagai seorang khalifah (Muslim, laki-laki, balig, berakal, merdeka, dan adil) atau meninggal dunia.
Pelanggaran terhadap syarat-syarat ini diputuskan dalam sidang Mahkamah Mazhalim. Jika Mahkamah Mazhalim memutuskan Khalifah saatnya diganti maka dikeluarkanlah keputusan tersebut dan diumumkan kepada publik.
2. Berdasarkan keputusan tersebut, pada saat Khalifah masih hidup, dilakukanlah penjaringan bakal calon khalifah. Hal ini didasarkan pada Ijma Sahabat. Pada saat Abu Bakar dalam keadaan sakit, kaum Muslim menentukan siapa bakal pengganti beliau. Terpilihlah Umar. Akan tetapi, Umar baru dipandang sebagai khalifah setelah dibaiat oleh kaum Muslim pasca kematian Abu Bakar. Demikian pula halnya saat terpilihnya Utsman bin Affan menggantikan Umar bin al-Khaththab.
Adapun jika Khalifah meninggal tanpa ada tanda-tanda terlebih dulu, dan penjaringan dilakukan setelah meninggal Khalifah, maka ditunjuk seorang amir yang mengurusi urusan masyarakat sebagai amir sementara (amir mu’aqqah) hingga dibaiatnya khalifah pengganti.
Tatacara penjaringan calon khalifah bersifat teknis yang bisa bervariasi. Pada masa Abu Bakar, calon dijaring melalui wakil dari kaum Anshar dan Muhajirin. Lalu saat menentukan penggantinya, khalifah Abu Bakar yang saat itu merasa sakit keras mengumpulkan beberapa Sahabat besar seperti Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan, Said bin Zaid, dan Usaid bin Hudhair untuk bermusyawarah secara rahasia. Mereka melihat calon khalifah adalah Umar dan Ali. Setelah itu, kedua calon diumumkan kepada seluruh masyarakat. Lalu masyarakat menyetujui Umar sebagai pengganti. Barulah setelah Abu Bakar wafat, para Sahabat membaiat umar. Lain lagi kondisinya pada saat penggantian Umar. Saat beliau sakit parah, beliau meminta beberapa orang yang disebut Rasul sebagai ahli surga (Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Said bin Abi Waqash, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, kecuali Abdullah bin Umar, putranya). Setelah Umar wafat, mereka, selain Abu Thalhah, bermusyawarah. Abdurrahman bin Auf keliling meminta pendapat publik. Jatuhlah pilihan kepada Utsman dan Ali. Di masjid mayoritas masyarakat memilih Utsman. Beliaupun dibaiat sebagai khalifah. Pada saat pengangkatan Ali pasca kematian Utsman, yang ada hanya satu calon. Mayoritas Sahabat dan kaum Muslim membaiat beliau di masjid. Lalu seluruh kaum Muslim lainnya menaatinya.
Jadi, merujuk pada Ijma Sahabat tersebut, pihak yang menetapkan bakal calon dan calon itu bisa perwakilan yang mewakili kaum Muslim (Majelis Umat) atau kaum Muslim secara umum (lewat sekumpulan orang-orang, partai, atau organisasi). Teknis mana yang akan digunakan kelak, bergantung pada hasil ijtihad para ahli ketatanegaraan Islam kelak. Yang jelas, itu hanyalah teknis, yang boleh dipilih sesuai dengan keperluan dan sesuai realitas.
3. Tetapkan siapa di antara mereka yang akan dibaiat menjadi khalifah. Cara yang dicontohkan para Sahabat bermacam-macam, seperti disinggung di atas. Langkah teknis mana yang akan diambil, sama saja. Satu hal yang penting disadari adalah prinsip “berbagai upaya untuk mengetahui pendapat publik harus dilakukan seoptimal mungkin”, misalnya melalui Pemilihan Umum Khalifah untuk mengetahui pilihan umat.
4. Setelah diketahui ada calon khalifah yang mendapatkan suara mayoritas, maka dilakukan baiat terhadapnya oleh wakil kaum Muslim. Wakil kaum Muslim tersebut bisa perwakilan dari tokoh-tokoh masyarakat, perwakilan organisasi, atau Majelis Umat. Pada masa Khulafaur Rasyidin, baiat dilakukan oleh sebagian Sahabat. Ungkapan baiat tidak ditentukan. Yang penting harus mencakup pengamalan al-Quran dan Sunnah Rasulullah oleh Khalifah serta ketaatan dalam keadaan sulit maupun mudah, lapang maupun sempit, dari pihak pemberi baiat. Setelah terjadinya baiat in‘iqad berarti khalifah baru telah terpilih.
5. Lakukan baiat tha‘ah. Pada masa Abu Bakar dan Umar, penegasan bagi kaum Muslim untuk menaati Khalifah dilakukan dengan pidato kenegaraan. Lalu, para Sahabat yang tidak sempat melakukan baiat in‘iqad menunjukkan ketatannya kepada Khalifah terpilih. Saat sekarang, baiat tha‘ah dapat dilakukan baik lisan maupun tertulis, atau cukup dengan menunjukkan sikap ketaatan, dll.

Tampak, hal di atas masih memiliki alternatif. Pada masa khilafah berdiri kelak, mekanisme teknis perlu ijtihad dan penetapan oleh ahli ketatanegaraan Islam. Di antara langkah teknis yang dapat ditempuh adalah:

1. Mahkamah mazhalim menetapkan kapan penggantian khalifah, baik karena khalifah memang layak diganti sesuai dengan hukum syara atau karena meninggal. Bila karena khalifah meninggal maka Majelis Umat menetapkan seorang Amir Sementara, sebut saja Mu’awin Tafwidl (Pembantu Khalifah) ditetapkan yang ditetapkan untuk itu.
2. Berdasarkan keputusan Mahkamah Mazhalim, Majelis Umat dari kalangan Muslim menjaring bakal calon khalifah. Pencalonan dapat berasal dari partai, ormas, dll. Bisa saja dibentuk tim yang menangani hal ini. Lalu, berdasarkan syarat-syarat khalifah baik syarat mutlak (syuruth in‘iqad) maupun syarat keutamaan (syuruth afdhaliyah), Majelis Umat membatasi jumlah calon khalifah.
3. Untuk mengetahui kehendak publik, dilakukan Pemilu untuk memilih Khalifah.
4. Setelah Pemilu selesai akan diperoleh calon yang mendapatkan suara terbanyak. Berikutnya:
1. Jika Khalifah yang sedang memimpin uzur atau tidak dapat menjalankan fungsinya, maka secara resmi Mahkamah Mazhalim menghentikan Khalifah tersebut. Keputusan tersebut dikeluarkan paling cepat dua hari sebelum pembaiatan khalifah baru. Waktu tersebut adalah waktu toleransi maksimal bagi tidak adanya khalifah pengganti. Lalu, khalifah terpilih dibaiat.
2. Jika Khalifah sedang sakit keras, calon khalifah tidak dibaiat dulu. Tunggu sampai meninggal. Mahkamah Mazhalim dan atau Khalifah mengumumkan ke publik bahwa orang yang mendapat suara mayoritas itu adalah calon penggantinya. Tinggal membaiat. Jika keadaan sakit kerasnya itu menyebabkan ia tidak dapat menjalankan fungsi Kekhalifahan maka Mahkamah Mazhalim menetapkan kapan kelayakan penggantian Kekhalifahan dengan pembaiatan.
3. Jika Khalifah sudah meninggal dunia, Mahkamah Mazhalim mengeluarkan keputusan penghentian amir sementara. Sesaat sesudah itu, dilakukanlah baiat in‘iqad untuk khalifah baru.
5. Majelis Umat melakukan baiat in‘iqad terhadap calon khalifah, yang ditunjukkan dengana danya proses ijab dan qabul.
6. Khalifah baru sudah terpilih.
7. Keesokan harinya dilakukan semacam pidato kenegaraan dari khalifah baru untuk mengenalkan bahwa dia adalah khalifah yang wajib ditaati.
8. Berikutnya, Khalifah dapat menerima ucapan baiat tha‘ah dari masyarakat, baik lisan maupun tulisan. Rakyat yang tidak bisa secara langsung melakukannya, bisa menunjukkannya dalam sikap dan perilaku berupa ketaatan dan ketundukan kepada Khalifah tersebut.

Pengangkatan Khalifah Pertama Kali
Sekarang Kekhalifahan tidak ada. Teknis pengangkatan khalifah pertama kali antara lain dapat dilakukan dengan:

1. Rakyat menuntut penerapan Islam. Hal ini akan berproses. Ketika wakil rakyat dan kepala negara memang berjuang untuk tegaknya Islam dan menyatukan umat dalam Khilafah, maka mereka akan mengubah sistem sekular dengan sistem Khilafah.
2. Jika tuntutan masyarakat tidak diindahkan oleh pemimpinnya, konsekuensinya, umat tidak akan percaya pada sistem pemilihan yang ada, termasuk buhul kekuatan seperti militer pun tidak mempercayainya. Dalam kondisi demikian:
1. Orang-orang yang hendak menghilangkan kezaliman yang ada dengan penerapan kekuasaan Islam mengajukan seseorang yang layak sebagai khalifah. Orang tersebut, tentu, yang dikenal baik di tengah masyarakat.
2. Dibentuklah ahlul halli wal ‘aqdhi dari mayoritas berbagai kalangan tokoh, pengusaha, militer, dll yang dapat dipandang sebagai represntasi masyarakat. Ahlul halli wal ‘aqdhi tersebut membaiat calon khalifah dengan ridha dan pilihan menjadi khalifah dengan baiat in‘iqad.
3. Umumkan Khalifah terpilih kepada publik. Kaum Muslim lainnya di negeri tersebut membaiat Khalifah dengan sikap taat dan tunduk kepadanya (baiat tha‘ah). Dengan itu, kekuasaan yang ada sebelumnya secara otomatis telah kehilangan legitimasi dan kepercayaan dari rakyatnya.
4. Terbentuk Kekhilafahan pertama.

Demikianlah detail mekanisme pengangkatan Khalifah, dengan metodenya adalah baiat.
Semua proses di atas tentu hanya mungkin terjadi ketika mayoritas masyarakat memang menghendaki sistem Khilafah dan pengangkatan seorang khalifah, yang akan menerapkan syariah secara total dalam seluruh aspek kehidupan Islam, sekaligus mengemban risalah Islam ke seluruh dunia. Wallahu a‘lam bi ash-shawab. [MR Kurnia] sumber:http://hizbut-tahrir.or.id

Survey Roy Morgan Research : 52 Persen Rakyat Indonesia Menuntut Penerapan Syariah Islam

“Uneasy support seen for sharia“. Demikian headline The Jakarta Post 24 Juni 2008. Judul yang provokatif ini lebih kurang maknanya : Dukungan terhadap syariah yang mengkawatirkan. Pasalnya, sebuah survey menunjukkan bahwa mayoritas kaum Muslim Indonesia mendukung diterapkannya syariah untuk negara ini, walaupun ada kekhawatiran mengenai akibat penerapannya itu. Survey yang dilakukan oleh Roy Morgan Research itu, melibatkan 8,000 responden dari seluruh negeri, dan menemukan bahwa 52 persen orang Indonesia mengatakan bahwa Syariah Islam harus diterapkan di wilayah mereka

Belakangan memang posisi gerakan Islam yang ingin mengembalikan syariah dan Khilafah kembali disorot. Gerakan Islam seperti ini dituding akan menghancurkan Indonesia, memecah belah dan menimbulkan penderitaan pada rakyat. Tudingan ini tentu saja salah alamat. Seharusnya, diarahkan kepada sistem Kapitalisme-Sekuler yang diterapkan di Indonesia sekarang. Mengingat sistem kapitalisme inilah yang menjadi penyebab berbagai persoalan bangsa yang tak kunjung selesai seperti kemiskinan, kebodohan, kejahatan, korupsi, dan problem lainnya.

Sistem kapitalisme pun telah menjadi jalan bagi negara-negara imperialis untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia atas nama investasi asing, pasar bebas, dan privatisasi. Hutang luar negeri yang di’paksa’kan untuk Indonesia telah menjerat negara ini menjadi negara lemah.

Indonesia pun mengalami apa yang disebut curse of resource (kutukan sumber daya alam). Indonesia kaya tapi penduduknya miskin. Mengalami Curse of oil (kutukan minyak), Indonesia kaya minyak tapi rakyat tidak memperoleh keuntungan dari minyak yang luar biasa. Alih-alih mendapat berkah, BBM untuk rakyat malah dinaikkan.

Sistem Kapitalisme yang menuhankan HAM dan demokrasi, justru menjadi alat penjajahan Barat di Indonesia yang mengancam kesatuan Indonesia. Atas nama HAM, Timor Timur lepas dari Indonesia. Hal yang sama mengancam Aceh, Papua, dan Maluku. Demokrasi juga tak pelak di beberapa tempat telah menjadi pemicu konflik horizontal antar rakyat.

Jadi seharusnya, sistem Kapitalisme inilah yang harus menjadi musuh bersama umat Islam dan bangsa ini, bukan syariah Islam. Adapun tawaran syariah Islam justru akan membebaskan Indonesia dari penderitaan. Syariah Islam menjamin kesejahteraan rakyat, melindungi kekayaan alam dari penjajahan, menjaga kesatuan Indonesia.

Karena itu, saat ini tidak ada lagi alasan bagi kita untuk menolak syariah dan Khilafah ini. Khilafah yang akan menerapkan syariah Islam akan memberikan kebaikan bagi Indonesia.

Pertama, Penerapan syariah Islam adalah tuntutan aqidah.

Kaum Muslim wajib menerapkan semua aturan Allah Swt. sebagai konsekuensi keislaman mereka. Syariah Islam yang bersumber dari Allah SWT dengan sifatnya Ar Rahman ar Rohim pastilah akan memberikan kebaikan bagi manusia. Sebaliknya berpalingnya manusia dari aturan Allah SWT akan menghancurkan manusia. Masalah kewajiban ini dijelaskan Imam an Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim : “Mereka (para Imam Madzhab) sepakat wajib mengangkat Kholifah”.

Kedua, Syariah akan mensejahterakan rakyat.

Sistem kapitalistik yang menaungi masyarakat saat ini hanya mensejahterakan sebagian kecil orang, sementara mayoritas umat hidup dalam kemiskinan, padahal negeri-negeri Islam rata-rata memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sebaliknya, kebijakan ekonomi berdasarkan syariah adalah menjamin kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) setiap individu rakyat. Pendidikan, kesehatan, keamanan, dan transportasi yang merupakan kebutuhan vital rakyat pun diperoleh dengan biaya murah, bahkan bisa gratis. Sebab, kekayaan alam seperti emas, minyak, gas, hutan adalah milik umum (al milkiyah al ‘amah) yang hasilnya diberikan kepada rakyat.

Ketiga,Syariah akan melindungi kekayaan alam Indonesia.

Berdasarka syariah Islam kekayaan alam seperti emas, minyak, gas, batubara, adalah milik rakyat (milkiyah ‘amah). Kekayaan itu itu tidak boleh diberikan kepada asing dengan alasan apapun. Negara dalam hal ini harus mengelolanya secara baik dan transparan. Individu apalagi swasta asing, tidak dibolehkan sama sekali memiliki kekayaan alam ini. Hasil kekayaan alam ini nantinya diberikan untuk rakyat.

Keempat, Syariah menjamin keamanan rakyat dan negara.

Sistem sanksi yang sangat tegas dalam Islam akan menjamin keaman rakyat. Bagi yang membunuh dihukum mati, yang mencuri di potong tangannya, kecuali dia mencuri karena lapar. Negara juga akan membangun fasilitas umum yang menjamin keamanan rakyat seperti jalan yang baik. Umar bin al-Khaththab sangat khawatir kalau di perjalanan ada unta yang terperosok karena jalan yang rusak.

Kelima, Syariah Islam menjaga pertahanan serta keutuhan dan persatuan negeri-negeri Islam.

Berdasarkan syariah Islam upaya memisahkan diri (bughot) seperti disintegrasi diharamkan. Syariah Islam juga mencegah segala hal yang bisa menyebabkan kekuatan asing mencengkram Indonesia. Seperti kerjasama militer atau keberadaan Namru-2. Syariat Islam melarang keberadaan LSM-LSM asing yang menjadi kaki tangan negara asing menghancurkan negara.

Disamping itu, ketiadaan Khilafah yang menerapkan syariah Islam membuat kaum Muslim bagaikan kehilangan penjaga rumah mereka. Akibatnya, orang-orang jahat dengan gampang masuk dan membuat kerusakan di negeri-negeri Islam. Ironisnya, orang-orang jahat ini diundang oleh para penguasa Muslim sendiri atas nama demokrasi, rekontruksi, pembangunan, investasi, dan lain-lain. Padahal penjajah tersebut mempunyai satu tujuan: mengeksploitasi negeri-negeri Islam.

Negeri-negeri Islam yang tadinya satu di bawah naungan Khilafah pun dipecah-pecah atas nama demokrasi dan penyelesaian konflik. Khalifahlah yang akan kembali menyatukan umat Islam. Itu pernah terbukti, bukan omong kosong. Khilafah Islam berhasil menyatukan umat manusia dari berbagai ras, suku, bangsa, warna kulit, dan latar belakang agama yang sebelumnya berbeda. Semuanya dilebur dengan prinsip ukhuwah islamiyah.

Keenam, Syariah Islam memuliakan dan menjaga kehormatan wanita.

Kapitalisme telah merendahkan wanita dengan serendah-rendahnya. Mereka menganggap wanita tidak lebih dari komoditi ekonomi yang bisa diperjualbelikan. Para kapitalis yang rakus juga memperkerjakan wanita di pabrik-pabrik dengan upah yang sangat murah. Sangat berbeda dengan Islam, yang demikian memuliakan wanita. Islam menjaga kehormatan wanita dengan kewajiban menutup aurat dan mengatur pergaulan wanita. Wanita diposisikan oleh Islam pada tempat yang sangat mulia di keluarga sebagai ummu wa rabbatul bait (pengatur rumah tangga). Tidak hanya itu, wanita pun diberikan peran politik yang agung dalam masyarakat. Dengan demikan, para ibu menjadi ujung tombak terciptanya generasi Islam yang berkualitas dan bertakwa.

Ketujuh , Syariah Islam melindungi orang-orang yang lemah dan warga non-Muslim.

Kapitalisme telah mendiskriminasi manusia berdasarkan kekuatan modalnya. Anda dapat makan layak, pelayanan kesehatan prima, pendidikan unggul, dan rumah yang asri dan nyaman kalau Anda bermodal besar. Berbeda dengan Islam, yang akan menjamin orang-orang lemah dan miskin; termasuk juga melindungi warga non-Muslim ahlul dzimmah. Kebutuhan pokok mereka dijamin sebagai bagian dari hak mereka menjadi warga negara Daulah Islam.

Kedelapan, Penerapan syariah Islam akan menyebarluaskan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Penyebaran nilai-nilai Kapitalisme seperti sekularisme, demokrasi, HAM, pluralisme, dan pasar bebas telah menjadi bencana besar bagi umat manusia. Siapa yang bisa menyelamatkan ini semua? Tidak lain kecuali Islam. Nilai-nilai Islam yang bersumber dari Allah Swt. akan memberikan rahmat bagi seluruh dunia saat syariat Islam ditegakkan. Inilah yang pernah terjadi sepanjang sejarah Kekhilafahan Islam. Bagaimana peradaban Islam telah memberikan sumbangan yang luar biasa bagi dunia, baik dari segi nilai-nilai ideologis yang mengatur hidup manusia maupun kemajuan material seperti sains dan teknologi.

Hal ini secara jujur diakui sejarawan Will Duran dalam Will Durant – The Story of Civilization:” Para Kholifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Kholifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setalah masa mereka ”

Gerakan Islam yang ingin menegakkan syariah Islam merupakan bagian dari respon untuk Islam terhadap Kapitalisme Global. Kapitalisme global yang sifatnya mendunia harus dilawan dengan gerakan yang sifatnya mendunia juga. Disinilah relevansi perjuangan penerapan syariah dan Khilafah untuk menghentikan penjajahan kapitalisme global dunia. Walhasil, umat Islam seharusnya mendukung perjuangan ini bukan sebaliknya. Kapitalisme global harus menjadi musuh bersama umat Islam. Kapitalisme global hanya bisa dihentikan dengan penerapan syariah Islam oleh Khilafah Islam. Allahu Akbar. (sumber http://hizbut-tahrir.or.id)

Sahabat, Tunggu Aku…

By: Munir

“Tiiit..tiit…tiit”

“Aduh…berisik amat sih nih jam. Nggak tahu orang masih ngantuk apa?” kuraih jam weeker di meja. Dan dengan pandangan yang masih sayu, kupandangi jarum jamnya.

“Brak..,” Kubanting jam itu. Nggak disangka sudah jam setengah tujuh. Padahal waktu shubuh jam enam lebih satu menit.

“Astaghfirullahal’adzim, shubuh hampir lewat” bergegas kuberlari menuju kamar mandi untuk wudhu. Dan segera sholat shubuh.

ooOoo

“Alhamdulillah,” kuakhiri dzikir pagiku. Kulipat sajadah, dan berjalan menuju kursi di depan komputer. Mr. Meiyer memang hebat, nggak ada dosen yang memberi tugas sehebat ini. Akibatnya, sungguh hari-hari yang melelahkan. Aku harus rajin pergi ke perpustakaan, mencari data via internet, dan harus lebih mengakrabkan diri dengan biokimia. Serasa makin habis rambutku. Sejenak kualihkan pandangan menuju meja belajar. Ada satu kejanggalan. Buku-buku di meja serasa berkurang.

“Apa ada maling masuk ya..?” pikirku dalam hati.

Dengan sedikit gontai kumencoba berjalan menuju pintu.

“Ah nggak apa-apa,” batinku bicara.

Pintu memang tetap terkunci. Tapi, baru saja kubalikkan badan. Sebuah surat beramplop biru tergantung di papan stairoform di seberang pintu. Penasaran, akhirnya aku mendekat ke pintu, dan kuraih surat itu.

“Untuk adikku, sahabatku, dan insya Allah hamba Allah yang setia. Arif di kamar. He..he..he..”

Sebuah surat dari Ahmad, kakak angkatan dan kawan satu kamarku yang asal Jenin.

“Ngapain nih bocah pake nulis surat segala?” pikirku.

Kupalingkan wajah menuju tempat tidur tingkat. Ahmad udah nggak ada. Pantas aja, hari ini aku kesiangan sholat shubuh. Biasanya, dialah yang membangunkanku. Sambil berjalan, kubuka surat itu.

Assalaamu’alaikum ya ?Abdallah,

Bagaimana kabarmu pagi ini? Nggak telat khan sholat shubuhnya? ?Afwan, jatah makan malammu kuhabiskan. Maklum, keadaan darurat. Hajat yang satu ini sudah nggak bisa ditunda lagi. Karena antum belum pulang, saya pikir antum makan di luar. Jadi tanpa malu kuhabiskan saja jatahmu. Ridho khan..? Kalo nggak ridho, biar nanti saya ganti dengan matabak mesir oke? Uppsss…”

“He..he..he..,” dasar Ahmad. Candanya nggak pernah hilang. Bisa aja bikin orang tertawa. Kulanjutkan membaca suratnya…

Rif, saat antum baca surat ini, saya sudah diperjalanan pulang menuju Jenin. Saya naik penerbangan pertama Jordan Air via Flughafen Karlsruhe. Aduh Rif, udah nggak tahan hati ini menahan lebih lama lagi. Tangan ini serasa gatal untuk segera ikut ber-intifadhah, memanggul senjata, dan menghancurkan pos-pos polisi dan kendaraan tempur Israel. Menghancurkan Israel bukan tugas satu atau dua kelompok aja, tapi tugas seluruh kaum Muslimin. Saya Muslim, dan putra Palestina. Jadi, saya pulang deh kesana. Dan berjuang disana. Jangan kangen ya! Kalo kangen, cepetan kelarin tuh kuliah, terus pulang ke Indonesia. Berjuang di sana. Jangan ngetem terus di kampus. Emang sekuriti? Islam tempatnya di seluruh muka bumi. Dan bisa tegak di manapun. Ayo cepet dong..!

Eh Rif, saksikan ya demi Allah. Saya janji. Micronuke hasil skripsi, akan segera saya buat di sana. Dan sasaran pertama, adalah pos polisi di depan Masjid al-Aqsha. Doain ya biar syahid, bisa senyum di hadapan Allah, dan tetap handsome dong seperti sekarang.”

Sejenak kurenungkan baik-baik kata-kata terakhirnya. Aku tersenyum haru.

“Semoga Allah menempatkanmu di jajaran para syuhada” doaku dalam tangis.

ooOoo

Sehari sejak kepergian Ahmad ke Jenin.

Hari-hari di kampus makin melelahkan dan menjengkelkan. Tadi pagi aku sempat gondok. Mr. Meiyer bukan hanya menyobek kertas tugasku. Tapi kata-kata kotor full rasis dan pure nasionalis sempat meluncur dari mulutnya.

“Pulanglah saja sana ke negeri asalmu. Bercocok tanamlah selayaknya nenek moyangmu di zaman Pithecantropus Phaleojavanicus. Mata kuliah ini tidak cocok buat bangsamu. Tidurlah lagi.”

“Huh.., Dasar wong londo. Omongane ora nggenahe ati” kataku dalam hati.

“Untung aja doi ngomongnya depan gue. Coba ngomongnya di Indonesia. Bukan cuman tawuran antar kampung, perang dunia ke-III bakal kejadian deh. Heh!” aku tersenyum kecut.

Wajahku kembali berlipat-lipat saat ingat kertas tugasku yang disobeknya. Yah, itulah orang Jerman. Pede banget dengan ras Arya-nya. Apalagi semboyan Deutchland Hueber Allez-nya. Wajar dulu Yahudi terkapar.

“Coba orang Islam pede dengan Islam-nya. Pasti lebih dahsyat dari orang-orang Jerman,” pikirku dengan wajah yang masih cemberut, kulalui koridor kampus.

“Assalamu’alaykum ya akhi…” sebuah salam menyentil telingaku dari belakang. Sebuah suara wanita. Seraya menebak-nebak, kupalingkan wajahku.

“Oh.., Wa’alaykum salam warahmatullah.” Ternyata Farah. Kawan satu kelasku. Seorang muslimah asal Lebanon.

“Warum Ihr Gesicht wurde heute niedergedr?ckt? Have a big problem?” tanyanya

“Oh No! Just a little problem with Mr. Meiyer. He ripped my task paper.”

“Innalillahi, pasti sangat kesal ya..?”

“Tidak pada orangnya. Hanya sikapnya saja yang sedikit over. Jarang di restart barangkali” Jawabku, enggan menunjukkan perasaan yang sebenarnya.

“Antum mau kemana sekarang? tanyanya lagi.

“Saya harus ke perpustakaan mencari buku-buku rujukan dan menambahkannya dengan data dari internet. Saya harus menyusun ulang tugas ini.” Jawabku.

“Baiklah, kalau begitu saya duluan. Saya harus halqah sore ini. Assalamu’alaykum,” Farah pun berlalu dengan cepat.

“Wa’alaykumsalam warahmatullah.” Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. Aku iri padanya, dan juga Ahmad. Hebat di kelas, aktif pula berdakwah. Kenapa ya aku masih begini?

ooOoo

Kubuka sebuah browser internet explorer, dan segera menuju sebuah situs search engine. Iseng-iseng sambil mencari data, akupun mencek e-mailku. Hanya satu surat yang masuk. Tapi surat ini istimewa. Surat ini datang dari Ahmad.

“Assalamu’alaykum ya ?Abdallah” sebuah salam dengan akhiran yang begitu mulia. Dan itu hanya ia ucapkan untukku.

Hari ini aku telah sampai di Jenin. Meski public internet ada, tapi koneksinya payah. Maklumlah, izinnya harus kepada Israel. Dan ngerti dong perangai Israel? Bagaimana hari ini? Masih kesiangan sholat shubuh?

Hmm.. ia kembali meledekku. Namun ledekan itu pantas, karena pagi ini lagi-lagi aku terlambat bangun. Aku lanjutkan baca e-mailnya.

Dan bagaimana harimu di kampus? Masih pusing dengan tugas-tugas? Tenanglah sobat, jangan kau pusingkan. Belajar, berdoa, dan bertawakallah pada Allah. Insya Allah kau akan berhasil. Segera selesaikan kuliahmu. Pulang ke Indonesia, berdakwah dan berjihadlah. Sudah terlalu lama Islam menunggu kita. Akupun sudah rindu kita kembali dipersatukan. Tidak hanya dengan perasaan, tapi dalam satu negara. Hari ini aku akan pergi berjumpa saudara-saudara kita di sini. Ramadhan sudah dekat, medan Jihad akan lebih membara. Doakan aku agar segera menemui Allah dengan tersenyum. Dan selamat berjuang.

Wassalam.

Aku kembali merenung. Allah memberikan anugerah-Nya padaku. Ditempatkannya orang-orang yang spesial di sisiku. Tapi, kenapa aku masih begini?

“Ashtagfirullah al-adzim..” lamunanku terhempas. Kembali kusibukkan diri mencari data-data biokimia yang kubutuhkan. Harus segera kuakhiri kuliah ini. Pulang dan berjuang. Nggak rela hati ini kalau harus kalah lagi dari saudara-saudaraku yang lain.

ooOoo

Hari-hari terus berlalu. Aku masih disibukkan dengan tugas. Sementara Ahmad, dia berjanji untuk berusaha mengirim e-mail minimal seminggu sekali. Dalam e-mailnya yang terakhir, dia bercerita tentang keadaan di sana. Polisi dan tentara yahudi, bangsa kera laknatullah ?alaikh itu makin menjadi-jadi melakukan pembantaian. Entah, kemana warga dunia saat ini. Apakah masih tertidur pulas? Atau hati, mulut dan tangan mereka telah terkunci? Kemana ?Izzah dari ummat ini..?

Ahmad bercerita, hari jumat di awal Ramadhan ini. Ia baru saja ditangkap oleh shin-Bet dan para penjagal Mossad, setelah melakukan pemboman terhadap pos penjagaan Israel di Jenin. Tangan kirinya patah, bibir dan dahinya penuh luka. Ia dilepaskan, setelah para intel tersebut gagal mengorek informasi darinya. Namun ia tetap diawasi. Selain karena seorang fisikawan alumni Jerman, iapun salah seorang ahli membuat bom. Dan itu telah diketahui Collection Department Mossad saat ia masih kuliah.

“Assalamu’alaykum..,assalamu’alaykum..” ringtone ponsel polyphonic-ku berbunyi.

“Halo, Assalamu’alaykum..” sapaku pada si penelpon.

“Wa’alaykum salam warahmatullah. Akhi ini saya, Jamal. Situs kita disegel oleh CIA. Karena diduga terkait dengan yang mereka sebut teroris. Apa yang harus kita lakukan? tanya si penelpon.

“Innalillahi, apa yang mereka cari dari situs itu. Bukankah hanya sebuah situs gratisan yang masih dianggap murahan? Aku balik bertanya.

“Entahlah akhi. Menurut seorang anggota GForce, pimpinan perusahaan providernya telah ditangkap oleh mereka.” Terang Jamal.

“Sepertinya.., sampai di sini proyek situs kita. Kita nggak bisa bertindak apa-apa. Andai kita menggantinya dengan membuat situs baru, bagaimana dengan data-data kita disana?”

“Apa ini berarti kita menyerah?” tanya Jamal.

“Tidak akhi., kita nggak bisa begitu. Setidaknya kita bisa buat situs yang baru.” Sambungnya.

“Baik, segera kumpulkan kawan-kawan. Ajak juga senior kita ?Ali, Fateeh dan Ridwan. Kita rumuskan semuanya di sini,” pintaku pada Jamal.

Tak kusangka. Perang ini akan dimulai. Bukan perang antar agama macam perang salib lagi. Tapi perang ini adalah perang ideologi.

ooOoo

“Baik, karena semuanya telah berkumpul. Kita mulai saja forum pertemuan ini.” Ujar ?Ali, seniorku yang anak Informatika.

“Kita semua telah sama-sama tahu. CIA telah mengobrak-abrik situs kita. Meski hanya situs gratisan yang murahan, tapi ternyata sudah dianggap bagian dari teroris. He.., he..he.., gimana situs yang lebih besar ya..?” guyonnya.

“Baik, tak ada lagi waktu untuk kesal, apalagi memikirkan lagi nasib situs ini. Kita harus membuat situs yang baru, yang lebih kuat, hebat, dan tentunya lebih canggih.” ?Ali, warga Jerman yang keturunan Turki itu terus menyemangati.

“Apa kita tidak coba membalas mereka? Minimal, kita tembus sistem keamanan mereka dan tebar virus di sana. Bukankah kawan-kawan hacker yang lain siap membantu?” Fareedh, mahasiswa elektro dari Malaysia-pun ikut memberi masukan.

“Apakah antum semua yang hadir menyetujuinya..?” tanyaku pada floor.

“Saya kira semuanya setuju. Toh ini kan uslub dalam dakwah aja” Fareedh kembali berkomentar. “Saya tidak ingin memaksakan kehendak saya pada antum semua. Semoga Allah menjauhi saya dari sifat dzalim. “Silahkan tuangkan ide anda.” Sambungnya.

Lima belas menit berlalu. Namun tak seorangpun dari kami yang berkomentar.

“Baik.., kalau memang tak ada yang menolak. Berarti antum semua setuju.” ?Ali kembali berbicara.

“Rif.., karena antum sebagai pimpinan proyek yang lalu. Sekarang saatnya bagi-bagi tugas,” sambungnya.

“Baik kalau begitu.., saya akan bagi tugas buat antum semua. Saya, ?Ali, Jamal, Fareedh dan Ridwan akan menghubungi kawan-kawan hacker di negeri lain. Sekaligus bersama-sama merumuskan serangan balik kepada mereka. Yang lain.., siapkan diri. Bagi yang mahir membuat desain web, jago php dan MySql, siapkan diri juga. Sambil kita menyerang mereka, kita juga akan meneruskan proyek utama kita. Pembuatan situs yang baru. Dan tak lupa, pengorbanan kita akan terus berlangsung. Untuk proyek ini, hubungi kawan-kawan muslim di kampus dan yang dapat dihubungi. Galang dana dari mereka dan kita juga termasuk.” Ujarku memimpin kelompok.

ooOoo

Kian hari kesibukanku kian bertambah; harus membalas serangan orang-orang kafir terhadap situs kami, belajar di kampus, dan tak lupa tugas biokimiaku yang hampir habis waktunya. Namun alhamdulillah, aku dapat mensyukuri seluruh kesibukan ini sebagai nikmat dari-Nya. Aku kembali mengunjungi lab komputer kampus. Dan kembali mencari data untuk tugasku. Jendela situs www.biochemistry.com kubuka. Tak lupa, akupun mengecek e-mail. Semoga Ahmad, mengirim berita hari ini. Dan benar saja, sesaat kemudian jendela message inbox telah kubuka. Ahmad mengirim berita kemarin.

Assalamu’alaykum ya ?Abdallah..,

Aku tahu, antum semua sedang sibuk. Bukankah situs yang dulu kita bangun bersama telah hancur oleh agen CIA terkutuk itu? Bukankah Allah telah membolehkan kita untuk membalasnya? Ayo balaslah! Kalian pasti mampu. Kita nggak akan menyerah dari mereka.

Adapun denganku,, aku bersyukur hanya kepada Allah. Aku telah menemui orang-orang yang dianggap pemimpin oleh beberapa kelompok Islam. Alhamdulillah, mereka sadar. Tidak ada alasan bagi mereka untuk berdiri sendiri-sendiri. Allah menurunkan perintah untuk berjuang pada seluruh Muslim. Bukan individu atau golongan. Dari para pemimpin kelompok itu, akhirnya aku bisa mengumpulkan para ilmuwan Islam dari kelompok masing-masing. Dari merekalah aku mendapat informasi cara mendapat uranium dan plutonium. Bahan baku bagi micronuke-ku. Setelah menyempurnakannya, kini ukurannya tidak lagi seukuran dinamit. Ukurannya hanya sebesar lampu plip-plop. Namun kekuatannya tetap. Dan micronuke-ku ini, kini telah terpasang di balik kuku ibu jari kakiku. Asyik ya.., hidup dengan bom menempel di badan?

Dasar! Ahmad.., candanya tak pernah hilang. Meski segenting apapun situasinya. Aku lanjutkan baca e-mailnya..

Aku mendapat kehormatan untuk menjadi martir pembuka. Sesuai dengan penjadwalan, bom ini akan meledak hari Jum’at besok lusa pukul 13.00. Dan sasaranku tidak berubah. Akan kuhancurkan pos polisi di depan al-Aqsha. Tidak layak bangsa kera itu berdiri di muka al-Aqsha yang mulia, dan seluruh tanah kaum muslimin. Sebagaimana ?Umar al-Faruq telah membebaskannya dulu. Tidak layak mereka berdiri dengan angkuhnya di depan kita, Ummat yang dimuliakan Allah dengan Islam-Nya.”

Aku tersentak membacanya. Ini berarti..,

“Ini hari terakhir..” aku berdiri berteriak, mengagetkan seluruh penghuni lab komputer yang sedang asyik di depan komputer masing-masing. Air mataku serentak keluar, membasahi pipi. Penasaran, aku kembali baca e-mail dari sahabatku ini..

Mulai hari ini, akan kubuka kafiyeh yang selalu menutup wajahku. Akan kutunjukkan pada mereka, laknatullah alaikh itu. Inilah wajah orang yang mereka selalu awasi sejak di Jerman. Akan kutunjukkan pada mereka, meski tanpa kehadiran seorang khalifah yang mulia. Yang memerintah manusia dengan adil dan bijaksana, yang tak pernah ridho seorang warganya tergangu oleh siapapun. Laksana seorang Mu’tashim billah yang tak rela seorang warga muslimahnya diganggu. Laksana seorang ?Umar ibnu al-Khattab, yang tak rela melihat seorang kafir dzimmi kehilangan gubugnya oleh walinya sendiri. Akan kutunjukkan pada mereka, laknatullah alaikh itu. Kaum muslimin masih bertaji. Aqidah ini masih di tangan.

Tangisku tak jua reda, justru terus mengalir. Dan? bahkan . ki rannya ium. bahan m dari kelompok masing.? belajar di kampus, dan tak terus mengalir sambil membaca e-mail itu.

Doakan aku agar semuanya berjalan lancar, agar aku bisa menemui Rabb-ku dengan senyum dan tanpa beban, dan agar aku bisa mendapatkan gelar sebagai seorang syuhada. Bersama Hamzah ibnu ?Abdul Muthalib, ?Abdullah bin Jahsy, Musy’ab bin ?Umair dan sahabat-sahabatku ?Izzuddin al-Qassam, Amjad al-Fayed. Sahabatku.., apapun yang terjadi. Teruslah berjuang. Bendera Laa ilaha Illa Allah, Muhammad Rasulullah harus menaungi bumi. Kekhilafahan harus kembali. Dan seluruh kaum muslimin berdiri di belakang seorang khalifah yang agung. Semoga Allah Swt. mempertemukan kita kembali di Jannah-Nya. Tempat yang begitu indah. Yang selalu kita impikan selama tidur dan kita bicarakan menjelangnya.”

Tak kuat lagi kutahan air mata dan tangis yang terus keluar. Tanpa terpikir menutup seluruh windows explorer, apalagi mencari data untuk tugasku. Akupun segera berlari meninggalkan lab. Namun sayang, baru saja kulalui pintu lab. Satu kompi militärisch, puluhan KSK (Kommando Spezialkräfte) dan sekitar lima orang anggota GSG-9 menghampiriku.

“Anda yang bernama Arif Budhi Sulistyo? Bersiaplah. Anda kami tahan atas tuduhan percobaan Hacking terhadap situs milik GSG-9 dan CIA. Dan upaya phreaking terhadap sambungan telepon pemerintah. Anda memiliki hak untuk membela diri dan didampingi oleh pengacara. Jika anda tidak mampu, maka pengadilan yang akan menyediakan pembela bagi anda. Kemasi barang anda. Karena jika anda terbukti bersalah, anda akan dideportasi dari sini. Tidak ada tempat bagi seorang cracker di tanah Jerman,” jelas komandan kompi tersebut panjang lebar tanpa memberiku kesempatan bicara.

Ah, sebuah fitnah besar menimpaku. Aku tak mampu melawan, hanya kata hatiku yang bergumam, “Ya ?Abdallah, ya Ahmad Mubarak. Tunggulah aku….”[]

(To Brother Steiteh in Lebanon, Syaiful Haq, and A. Barakat in Jenin. Baraka-Llahu fii kum)

Catatan :

Flughafen: Bandara

Flughafen Karlsruhe: Sebutan untuk bandara di kota Karlsruhe

Micronuke: Jenis bom, yang berbahan baku uranium dan plutonium. Ukurannya sangat kecil, namun berdaya ledak setara 4 ton TNT. Bom jenis ini lebih dikenal dengan nama SADM (Special Atomic Demolition Munition) dan saat ini hanya empat negara yang memilikinya, AS, Israel, Inggris, dan Rusia.

Pithecantropus Phaleojavanicus: Jenis manusia purba yang ditemukan di daerah sangiran, tepian sungai Bengawan Solo.

Wong londo: Orang asing

Omongane ora nggenahe ati: Kata-katanya tidak menyenangkan hati

Arya: Ras mayoritas warga Jerman, sebagai peranakan dari bangsa Normandia

Deutchland Hueber Allez: Jerman, di atas segalanya. Semboyan kebanggan Jerman. Menurut sejarah, semboyan ini sering diucapkan Adolf Hittler untuk menyemangati pasukan NAZI di perang dunia I.

Warum Ihr Gesicht wurde heute niedergedr?ckt..?: Mengapa wajah anda kelihatan kusut hari ini..?

Public internet: Warnet bo’…

Shin-Bet: Dinas militer Israel non-Intelijen.

Mossad: Dinas intelijen Israel

CIA: Dinas intelijen Amerika Serikat

GForce: Nama salah satu kelompok hacker Muslim.

Provider: Penyedia jasa sambungan internet

Hecker: Orang yang mahir dalam teknis komputer dan gemar menyelesaikan masalah dan mengatasi keterbatasan dalam segala hal dalam komputer.

Kafir dzimmi: Sebutan bagi orang kafir yang tinggal dan menjadi warga negara dari negara Islam.

Wali: Sebutan bagi seorang gubernur di negara Islam (Wuladh-Jamaknya)

Kekhilafahan: Satu-satunya bentuk negara Islam

Khalifah: Sebutan bagi kepala negara dari negara Islam, selain ?amirul mukminin, imam, dan Sultan.

Militärisch: Sebutan bagi tentara Jerman

KSK (Kommando Spezialkräfte): Polisi anti teror Jerman (sejenis pasukan elit).

GSG-9: Salah satu dinas Intelijen Jerman

Phreaking: Aktivitas menyadap sambungan telepon, mengacak nomor telepon, termasuk mengakali tagihan biaya telepon.

Cracker:? Secara prinsipal, kata ini merupakan antonim dari Hecker.

[diambil dari Majalah PERMATA edisi 08/Tahun VII/Pekan kedua Nopember 2002

KAWASAN WISATA GUNUNG SALAK ENDAH



Kawasan Puncak merupakan kawasan primadona di Jawa Barat bahkan saat ini telah dijadikan salah satu dari “Seven Wonder of West Java”. Namun perkembangan kawasan ini yang sangat pesat dikhawatirkan akan berdampak negatif. Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saat ini tengah mengupayakan dan mulai mengembangkan kawasan alternatif sebagai daerah tujuan wisata. Salah satunya adalah Kawasan Gunung Salak Endah (GSE) yang terletak di sebelah barat Kota Bogor, GSE ini terletak di sekitar kaki Gunung Salak. Di sini banyak terdapat obyek alami yang bisa menjadi daya tarik wisata, di antaranya:

WANA WISATA KAWAH RATU
Kawah Ratu berada di kawasan GSE pada ketinggian 1.338 m Dpl, dengan suhu berkisar 10-20 derajat C. Kawah ini memiliki daya tarik yang unik bagi setiap pengunjung, yaitu dengan aktivitas geologinya. Sepanjang hari kepundan selalu mendidih dan mengeluarkan gas alam Sulfat (H2S) dengan baunya yang khas, dan tekadang mengeluarkan suara gemuruh, akibat semburan uap air panas yang membentuk kabut.


CURUG SERIBU
Curug seribu merupakan curug yang paling indah dan paling menarik di kawasan wisata GSE, lokasinya berada lebih kurang 7 km dari Loka Purna. Jika kita menuju ke curug ini akan terlihat pemandangan alam yang indah dan alami dan memiliki daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Curug Seribu tingginya melebihi 100 meter, dan terlihat indah dan menakjubkan.

CURUG NGUMPET
Curug Ngumpet memiliki ketinggian lebih kurang 45 meter, dengan panorama alam yang indah dan asri. Untuk menuju ke obyek wisata ini, dapat ditempuh dengan jarak lebih kurang 38 km dari Bogor. Jika dari Desa Gunung Sari dapat ditempuh dengan jarak lebih kurang 9 km yang dilan-jutkan jalan setapak lebih kurang 200 meter.

CURUG CIGAMEA
Di kawasan GSE, Curug Cigamea letaknya tak jauh dar jalan menuju ke Pasir Reungit, Kawah Ratu dan menuju Curug Seribu. Panoramanya sangat indah sekali walaupun tingginya tidak melebihi 50 meter. Suasananya terasa alami dan begitu segar untuk dinikmati. Hembusan angin dan ditambah gemericik air akan membuat betah berada di sini.


KERAJINAN TANGAN
Dikawasan wisata GSE terdapat juga potensi kerajinan tangan yang cukup banyak dan sangat beragam, antara lain seni menganyam dari bambu yang berada di Kampung Cikoneng, pengrajin sapu injuk dan steer racing besi yang dimodifikasi dengan kayu, pengrajin ini bisa ditemui di Desa Pamijahan.

AKSES MENUJU GSE
Akses untuk menuju GSE adalah jalur Cemplang-Pamijahan-GSE, akses jalur ini memiliki jarak dan waktu tempuh dari jalan raya Bogor-Leuwiliang terpendek dibanding tiga alternatif yang lain, (Cikampek-GSE-Cibatok-GSE dan Tamansari-Gunung Bunder-GSE). Kondisi fisik jalan yang meliputi kontur, kelurusan dan lebar jalan maupun lahan pengembangan secara umum lebih memadai dibanding alternatif lainnya.

Potensi objek wisata alam di kawasan GSE ini tentunya akan lebih dioptimalkan pengelolaannya sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan sini. Sehingga Kawasan Gunung Salak Endah menjadi obyek wisata primadona bagi wisatawan dan menjadi wisata alternatif selain Kawasan Puncak Bogor. Anda ingin wisata alternatif selain puncak? Gunung Salak Endah adalah pilihan yang tepat sebagai daerah tujuan wisata Anda

CURUG CILEMBER



Curug Cilember berlokasi di daerah Bogor. Tepatnya berada di Desa Jogjogan Keca-matan Cisarua, 20 Km dari Bogor. Bila me-ngendarai mobil dari Jakarta bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam.

Banyak yang belum mengetahui keberadaan dan keindahan dari Curug Cilember ini. Padahal Curug(waterfall) Cilember mempunyai daya tarik tersendiri, dengan kesejukan alamnya yang terasa segar dan alami. Begitu mendekati area wana wisata Curug Cilember, Anda sudah bisa merasakan nuansa kesejukan dan kesegaran, diiringi gemericik air laksana musik nan merdu, ditambah pula dengan panorama alam yang begitu indah.

Keramahan alam, dengan bunga Anggrek yang begitu mempesona baik yang alami maupun hasil silang turut menyambut kedatangan Anda setiba disini. Anda dapat menyaksikan kecantikan 12 spesies satwa kupu-kupu di taman bunga. Satwa ini terpelihara dan terjaga dengan baik.

Disini terdapat pula Laboratorium penangkaran kupu-kupu yang akan melengkapi pengetahuan Anda tentang satwa kupu-kupu dari berbagai jenis. Selain itu, kami menyediakan Camping Ground, untuk Anda yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke obyek utama Curug Cilember.

Bagi Anda yang ingin bermalam disini, tersedia fasilitas penginapan yang berada diantara pohon-pohon pinus yang rindang. Salah satu obyek yang menarik disini adalah terdapatnya tujuh (7) curug berurutan dengan airnya yang jernih, segar mengalir sampai ke sungai Cilember, Cisarua. Semuanya dapat kita nikmati dengan berjalan mendaki di sela-sela pohon Pinus. Untuk sampai ke Curug yang ke tujuh waktu yang ditempuh lebih kurang 3 jam berjalan kaki.

Bagi Anda yang mempunyai hobi hiking maupun tracking, setelah melewati ke tujuh curug tadi Anda dapat melanjutkan petualangan dengan mendaki hutan pinus. Anda dapat menyaksikan keindahan hutan pinus yang sangat alami. Sungguh pengalaman indah yang tak terlupakan. Ajaklah keluarga Anda untuk menyaksikan keindahan Curug Cilember.

Sabtu, 28 Juni 2008

Curug Nangka


Curug Nangka lokasinya berjarak + 15 km dari jantung Kota Bogor, berada pada ketinggian + 750 mdpl, dan letaknya ber-dekatan dengan wana wisata bumi perke-mahan Sukamantri. Panorama disekitar curug(waterfall) ini masih sangat alami dan segar. Suara gemericik air menambah sejuknya suasana. Sangat menarik sekali untuk dikunjungi.

Khurafat dalam Obor Olimpiade


Sungguh pelik persoalan yang menimpa umat ini. Menjelang olimpiade di China tahun ini, api olimpiade sudah mulai dilarikan ke negeri-negeri yang ikut serta dalam acara dunia ini. Hanya sayang sekali, tak ada sedikitpun para pejabat dan ulama muslim yang menghukumi atas aktitas ini. Padahal dibalik tradisi api olimpiade ini terdapat kemusyrikan yang membahayakan akidah umat. Bila ada ada ritual yang bukan dari Islam seringkali dinyatakan bid'ah seperti tahlilan, tetapi dalam kasus ini tak ada satu pun yang menyatakan bahwa tradisi api olimpiade itu adalah bid'ah.

Api olimpiade, obor olimpiade, dan cahaya olimpiade semuanya merupakan nama-nama bagi satu lambang promosi olimpiade.

Asal-usulnya berasal dari Yunani Kuno di mana sebuah api dibiarkan menyala sepanjang sambutan olimpiade kuno, serta memperingati dicurinya api ini dari dewa Zeus oleh Prometheus. Api ini diperkenalkan pada awalnya pada olimpiade 1928 di Amsterdam, dan sejak itu menjadi ritual tetap pada setiap penyelenggaraan olimpiade. video

Larian obor dari Yunani ke tempat penyelenggaraan olimpiade modern tidak ada dalam olimpiade kuno, sebaliknya hal itu diperkenalkan oleh Carl Diem, dengan dukungan Joseph Goebbels pada Olimpiade Berlin 1936 yang sempat diselubungi kontroversi dianggap sebagai cara menanamkan pemahaman Nazi.

Bagi masyarakat Yunani kuno, api membawa arti religius. Api suci ini dikisahkan pernah dicuri dari dewa-dewi oleh Prometheus. Maka, api dapat dijumpai di berbagai tempat di Olympia, Yunani. Sebuah api yang menyala secara berpanjangan disimpan di atas Hestia di Olympia. Ketika berlangsungnya Olimpiade yang memberi penghormatan kepada Zeus, api tambahan di kuilnya dan juga kuil ratunya Hera. Api Olimpiade modern dinyalakan di tempat-tempat di mana pernah didirikan kuil Hera.

Setelah kita melihat dengan jelas bahwa larian obor dan nyalaan obor ini ternyata berasal dari akidah khurafat masyarakat Roma dan juga merupakan peradaban (hadharah) kufur. Sedangkan Rasulullah melarang umat Islam mengikuti jejak langkah dan apa yang dilakukan oleh orang kafir, maka apakah layak umat Islam merayakan khurafat dan tahayul olimpiade ini? Dari Umar Radiyallahu 'anhu berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam, "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka". (HR. Ahmad, Abu Daud, Thabrani)

Apakah negeri-negeri kaum Muslim dan para penguasanya berbangga dengan menjalankan aktivitas yang dilakukan oleh penyembah api dan pemuja api ini? Tidakkah mereka merasa bahwa aktivitas itu sama halnya dengan kaum Majusi yang menyembah dan mendewa-dewakan api? Adakah pemerintah perlu berbangga karena tidak ada kekacauan dalam majelis yang berasal dari majelis keagamaan bangsa Roma? Apa pun alasan yang diberikan, siapa saja yang terlibat dengan aktivitas khurafat ini pastinya akan ditanya oleh Allah Swt di akhirat kela tentang apa yang mereka lakukan. Tidakkah ada mufti atau ulama yang ingin memberikan fatwa menolak kepercayaan dan amalah jahiliyyah ini?

Beginilah keadaan umat tatkala tak ada institusi penjaga akidah umat. Umat dengan mudah dilenakan dan dirusak akidah mereka dan dibiasakan dengan tradisi-tradisi ritual yang bukan berasal dari Islam. Belum lagi penyelenggaraan olimpiade yang hanya menguatkan ikatan rusak nasionalisme, hanya memperkuat kebanggan atas bangsa-bangsanya masing-masing. Padahal dengan paham nasionalisme inilah, Khilafah Islamiyah menjadi bubar. Racun ini telah dihembuskan atas kaum Muslim hingga saat ini. Ikatan ini dijaga dan dibangun terutama pada penyelenggaraan olahraga yang terorganisir menyebabkan umat senang dalam keterpecahbelahan. Sampai kapan tradisi rusak ini berhenti? Khilafah Islamiyyah kali kedua akan segera menghentikannya! [z/myk/syabab.com]

Dewan Kesatuan Ulama FUI Dideklarasikan


Syabab.Com - Para ulama, habaib, dan tokoh umat yang yang berkumpul di Pondok Pesantren Darunnajah, Kamis kemarin (26/6) mendeklarasikan terbentuknya Dewan Kesatuan Ulama (Haiah Ittihadul al Ulama’) Forum Umat Islam. Dewan Kesatuan Ulama FUI ini dibentuk untuk mewujudkan aliansi sinergis antar berbagai komponen umat.
Deklarasi Darunnajah tentang Dewan Kesatuan Ulama FUI itu dibacakan oleh ketua Umum DPP Al Ittihadiyah sekaligus ketua MUI, Brigjen (Purn) KH Nazri Adlani di sela-sela Pertemuan Besar Ulama, Habaib, dan Tokoh Umat se-Indonesia. Pertemuan itu diselenggarakan selama dua hari dari 25-26 Juni 2008. Sekitar 200 ulama, habaib dan tokoh umat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia hadir dalam pertemuan tersebut.

"Dewan Kesatuan Ulama Forum Umat Islam ini berfungsi untuk melakukan: Tashfiyatu al-afkar al Islamiyyah (pemurnian pemikiran Islam), Tansiqu al-harakat al Islamiyyah (koordinasi antargerakan Islam), Ad-Difa’u wa himayatu ad-dakwah al Islamiyyah (Pembelaan dan perlindungan dakwah Islam) dan Ishdar al-hululu asy-syar’iyyah li masyakili hayati al-ummah al-islamiyah (mengeluarkan solusi-solusi terhadap problematika umat Islam), “ terang KH Nazri Adlani.

Dalam konferensi pers ini KH Nazri Adlani ditemani sejumlah tokoh seperti KH Ahmad Baidhowi (Tokoh NU dari Lasem), KH Badruddin Subqy (PUI/BKSPPI), KH Irfianda Abidin (Komite Penegak Syariah Islam Sumatera Barat), H Abu Bakar (MUI Fakfak Papua Barat), Habib Muhammad Ali Abdurahman Assegaf (Majelis Kehormatan Ulama Indonesia), Habib Muchsin Alatas (Majelis taklim Anwarul hidayah Jakarta), Ismail Yusanto (Jubir Hizbut Tahrir Indonesia), KH Muhammad Soleh (Lombok), KH Muhammad Ma’mun (Pesantren Darul Falah, Serang), Habib Salim Al Athos (Laskar Aswaja), KH Shihabudin (Lampung) dan tokoh lainnya.
-------------------------------------------------------------------------------------
Para ulama, habaib, dan tokoh umat yang yang berkumpul di Pondok Pesantren Darunajah, Kamis kemarin (26/6) mendeklarasikan terbentuknya Dewan Kesatuan Ulama (Haiah Ittihadul al Ulama’) Forum Umat Islam. Dewan Kesatuan Ulama FUI ini dibentuk untuk mewujudkan aliansi sinergis antar berbagai komponen umat. Deklarasi Darunnajah tentang Dewan Kesatuan Ulama FUI itu dibacakan oleh ketua Umum DPP Al Ittihadiyah sekaligus ketua MUI, Brigjen (Purn) KH Nazri Adlani di sela-sela Pertemuan Besar Ulama, Habaib, dan Tokoh Umat se-Indonesia. Pertemuan itu diselenggarakan selama dua hari dari 25-26 Juni 2008. Sekitar 200 ulama, habaib dan tokoh umat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia hadir dalam pertemuan tersebut.

“Dewan Kesatuan Ulama Forum Umat Islam ini berfungsi untuk melakukan: Tashfiyatu al-afkar al Islamiyyah (pemurnian pemikiran Islam), Tansiqu al-harakat al Islamiyyah (koordinasi antargerakan Islam), Ad-Difa’u wa himayatu ad-dakwah al Islamiyyah (Pembelaan dan perlindungan dakwah Islam) dan Ishdar al-hululu asy-syar’iyyah li masyakili hayati al-ummah al-islamiyah (mengeluarkan solusi-solusi terhadap problematika umat Islam), “ terang KH Nazri Adlani.

Temu Ulama FUI

Dalam konferensi pers ini KH Nazri Adlani ditemani sejumlah tokoh seperti KH Ahmad Baidhowi (Tokoh NU dari Lasem), KH Badruddin Subqy (PUI/BKSPPI), KH Irfianda Abidin (Komite Penegak Syariah Islam Sumatera Barat), H Abu bakar (MUI Fakfak Papua Barat), Habib Muhammad Ali Abdurahman Assegaf (Majelis Kehormatan Ulama Indonesia), Habib Muchsin Alatas (Majelis taklim Anwarul hidayah Jakarta), Ismail Yusanto (Jubir Hizbut Tahrir Indonesia), KH Muhammad Soleh (Lombok), KH Muhammad Ma’mun (Pesantren Darul Falah, Serang), Habab Salim Al Athos (Laskar Aswaja), KH Shihabudin (Lampung) dan tokoh lainnya. (pd/www.suara-islam.com)

Ulama dan Habaib Harus Menjadi Kelompok Terdepan dalam Dakwah

Suara-Islam Online–Pertemuan Besar Ulama, Habaib dan Tokoh Se-Indonesia yang digelar oleh Forum Umat Islam di Ponpes Darunnajah akhirnya berakhir pada Kamis malam (26/6). Selain mendeklarasikan terbentuknya Dewan Kesatuan Ulama (Haiah Ittihadul al Ulama’) Forum Umat Islam, pertemuan ini juga melahirkan sejumlah rekomendasi penting bagi para ulama, habaib, dan tokoh umat Islam.

Salah satunya rekomendasinya bahwa ulama, habaib dan tokoh Islam harus menjadi kelompok terdepan dalam pembinaan keluarga dan masyarakat untuk mendakwahkan Islam secara kaffah dan amar ma’ruf nahi munkar menuju perubahan bagi tegaknya syariat Islam dan kesatuan umat Islam, serta dengan istiqomah menjaga dan membela Islam beserta para pejuangnya dalam menghadapi musuh-musuh Islam.

Disamping itu para ulama juga harus meningkatkan hubungan persaudaraan, komunikasi, informasi dan koordinasi antar para ulama, habaib dan tokoh Gerakan/lembaga Islam. Kemudian harus menguatkan keberadaan Gerakan/lembaga Islam di tengah umat terutama ketika tengah terjadi gejolak temporal sebagai bentuk awal kepemimpinan Gerakan/lembaga Islam atas umat, misalnya menentang keberadaan intelijen AS dalam Namru 2 dengan dalih penelitian kesehatan.

Para ulama dan habaib juga harus menggelorakan terus semangat untuk perjuangan syariah sesuai hasil Kongres Umat Islam Indonesia ke-4 (KUII IV) tahun 2005 dan penolakan terhadap sekularisme, pluralisme, dan liberalisme sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2005.

Adapun terkait Ahmadiyah, para ulama dan habaib meminta kepada organisasi Islam dan umat Islam umumnya untuk menerima dan membina pengikut Ahmadiyah yang bertobat.

”Yang lebih penting pertemuan itu merekomendasikan agar para ulama, habaib dan tokoh membentuk Forum Umat Islam dan Dewan Kesatuan Ulama’nya di seluruh daerah di Indonesia,” ujar sekjen FUI, KH Muhammad Al Khaththath saat menggelar konferensi pers Kamis kemarin di Ponpes Darunnajah. [pd/suara-islam.com]

Pemerintah Diminta Tanggalkan Sekularisme

Suara-Islam Online–Pemerintah diminta segera menghentikan dan menghapus segala bentuk sekulerisme, liberalisme, dan kapitalisme yang telah nyata-nyata menghancurkan Indonesia dan menggantikannya dengan sistem Islam. Demikian salah satu rekomendasi dari Pertemuan, Ulama dan Habaib se-Indonesia yang digelar Forum Umat Islam, sejak Rabu (25/6) hingga 26/6) di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta.

Dalam rekomendasinya, para ulama, habaib dan tokoh umat se-Indonesia juga meminta kepada pemerintah untuk bersikap kuat dan tegas terhadap asing dan LSM komprador sehingga Indonesia tidak dijadikan bulan-bulanan pihak asing. Kemudian Sungguh-sungguh menjaga akidah umat dengan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membubarkan Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya serta pendukungnya (seperti AKKBB).

Pemerintah diminta untuk sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat dengan menurunkan harga BBM. menasionalisasi aset rakyat yang telah dikuasai oleh asing dan menghentikan kerjasama dengan Namru 2.

”Pemerintah juga diminat untuk segera membersihkan pemerintahan dari koruptor dan para komprador asing,” ujar Ismail Yusanto membacarakan rekomendasi pertemuan ulama dan habaib iitu. Di samping itu pemerintah diminta segera membebaskan Habib Rizieq dan Munarman dari segala tuduhan.

Pertemuan Besar Ulama, Habaib dan Tokoh se-Indonesia berakhir Kamis malam tadi. Sebelum pulang ke daerahnya masing-masing, para ulama, Habaib dan Tokoh umat yang datang dari sejumlah daerah di indonesia tersebut pagi ini mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjenguk Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab dan Panglima Komando Laskar Islam Munarman. [pd/www.suara-islam.com]

Rekomendasi Lengkap Pertemuan besar ulama, Habaib dan tokoh se-indonesia

Suara-Islam Online–Pertemuan besar ulama, Habaib dan tokoh se-indonesia yang diselenggarakan Forum Umat Islam di Ponpes Darunnajah telah berakhir Kamis Malam (26/6). Berikut rekomendasi lengkap Pertemuan Besar Ulama, Habaib dan Tokoh se-Indonesia, yang diselenggarakan di Jakartam 21-22 Jumadil akhir 1429 H, bertepatan tanggal 25-26 Juni 2008 H.

Bagi ulama, habaib, dan tokoh umat Islam:

1. Harus menjadi kelompok terdepan dalam pembinaan keluarga dan masyarakat untuk mendakwahkan Islam secara kaffah dan amar ma’ruf nahi munkar menuju perubahan bagi tegaknya syariat Islam dan kesatuan umat Islam, serta dengan istiqomah menjaga dan membela Islam beserta para pejuangnya dalam menghadapi musuh-musuh Islam

2. Harus meningkatkan hubungan persaudaraan, komunikasi, informasi dan koordinasi antar para ulama, habaib dan tokoh Gerakan/lembaga Islam

3. Harus menguatkan keberadaan Gerakan/lembaga Islam di tengah umat terutama ketika tengah terjadi gejolak temporal sebagai bentuk awal kepemimpinan Gerakan/lembaga Islam atas umat, misalnya menentang keberadaan intelijen AS dalam Namru 2 dengan dalih penelitian kesehatan.

4. Harus menggelorakan terus semangat untuk perjuangan syariah sesuai hasil Kongres Umat Islam Indonesia ke-4 (KUII IV) tahun 2005 dan penolakan terhadap sekularisme, pluralisme, dan liberalisme sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2005.

5. Meningkatkan soliditas internal Gerakan/lembaga Islam (keteladanan, kualitas kader, kepemimpinan, administrasi manajerial, dana, sarana prasarana, dan ketaqwaan dan tawakkal ala Allah)

6. Meminta kepada organisasi Islam dan umat Islam umumnya untuk menerima dan membina pengikut Ahmadiyah yang bertobat

7. Agar para ulama, habaib dan tokoh membentuk Forum Umat Islam dan Dewan Kesatuan Ulama’nya.

8. Mendorong revolusi damai sesuai ajaran Islam sebagai jalan perubahan. Untuk itu perlu kesatuan umat dan kepemimpinan umat dalam struktur organisasi yang rapi.

Bagi masyarakat:

1. Harus meningkatkan pemahaman dan kesadaran bahwa saat ini masih terjadi penjajahan di bidang aqidah, sosial, ekonomi, politik, dan budaya sebagai akibat tidak diterapkannya syariat Islam.

2. Bahu membahu bersama para ulama, habaib dan tokoh lembaga/organisasi Islam untuk melakukan perubahan menuju tegaknya syariat Islam dan kesatuan umat.

Bagi pemerintah:

1. Segera menghentikan dan menghapus segala bentuk sekulerisme, liberalisme, dan kapitalisme yang telah nyata-nyata menghancurkan Indonesia dan menggantikannya dengan sistem Islam.

2. Bersikap kuat dan tegas terhadap asing dan LSM komprador sehingga Indonesia tidak dijadikan bulan-bulanan pihak asing.

3. Sungguh-sungguh menjaga akidah umat dengan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membubarkan Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya serta pendukungnya (seperti AKKBB).

4. Sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat dengan:

5. Menurunkan harga BBM

6. Menasionalisasi aset rakyat yang telah dikuasai oleh asing

7. Menghentikan kerjasama dengan Namru 2

8. Segera membersihkan pemerintahan dari koruptor dan para komprador asing

9. Membebaskan Habib Rizieq dan Munarman dari segala tuduhan.

Bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR):

1. Segera mengesahkan RUU-APP bersama dengan pemerintah yang sesuai dengan rekomendasi MUI

2. Membatalkan segala UU yang merugikan rakyat (seperti UU Migas, UU SDA, UU Penanaman Modal, dll).

3. Menolak intervensi asing dalam pembuatan UU

4. Mengganti KUHP yang ada dengan KUHP yang sesuai dengan syariat Islam.

[Pd/www.suara-islam.com]
-------------------------------------------------------------------------------------
Komentar saya:
Memang ini lah yang diperlukan ummat islam mempersatukan seluruh gerakan dakwah,jalin ukhuwah islamiyah dan rapat kan barisan dalam memperjuangkan islam.dengan pembelajaran dari tragedi monas mudah-mudahan dapat mempersatukan ummat islam indonesia agar tidak lagi terpecah belah. Amin ya Allah

Alisher Seorang Jurnalis Kyrgyz Menjadi Korban Kekejaman Karimov


Syabab.Com - Ayah dari seorang jurnalis mengecam keras Presiden Uzbekistan Karimov atas keterlibatanya dalam pembunuhan terhadap putranya itu Alisher Saipov. Sang ayah, Avas Saipov menyatakan dengan tegas dalam sebuah wawancara bahwa Karimov telah memerintah dan membiayai pembunuhan terhadap anaknya, dengan bantuan kantor intelejen Kyrgistan.
Avas mengatakan Karimov harus bertanggungjawab penuh atas penembakkan pada 24 Oktober 2007 lalu, yang terjadi di kota Osh, di selatan Kyrgyzstan.

Dia menduga bahwa sang pembunuh telah menerima bantuan dari Kementrian Dalam Negeri Kyrgyzstan dan Komite Keamanan Nasional Negara (GKNB). Ia menyebutkan bahwa Diktator Presiden Uzbekistan itu telah membayar orang-orang di Kyrgyzstan untuk membunuh Alisher.

"Semua yang saya tahu, Islam Karimov bertanggungjawab atas kematian Alisher; itu terjadi atas perintah Islam Karimov," kata Avas Saipov.

"Orang--orang di Kyrgyzstan dibayar oleh Islam Karimov - petugas Kementrian Dalam Negeri dan GKNB sebagai pegawai pemerintah - diberikan bantuan," katanya lagi.

Vokal dan Kritis

Alisher Saipov adalah seorang kepala editor mingguan politik yang berbahasa Uzbek "Siyosat" dan tewas ditembak dari jarak dekat setelah meninggalkan kantornya pada bulan Oktober 2007 lalu.

Beberapa pihak mengatakan bahwa tentara keamanan Uzbek telah diperintah membunuh warga keturunan Uzbek yang berumur 26 tahun tersebut.

Saivop, seorang warga Kyrgyzstan juga sering memberikan kontribusi pada VoA dan RFE/RL. Ia telah menulis kerusakan-kerusakan di bawah kekuasaan Uzbekistan dan juga mengkritik kerjasama pemerintah Uzbekistan dan Kyrgyzstan, menulis para pegawai intelejen Uzbek beroperasi secara bebas di selatan Kyrgyzstan.

Saipov juga melindungi bukti-bukti kekerasan yang menyerang kaum Muslim pada tragedi di Ferghana Valley, di mana dibohongi di Kyrgyzstan dan Uzbekistan juga Tajikistan. Dia kerap kali melakukan wawancara dengan pada anggota kelompok Islam yang giat mengkritisi kediktatoran penguasa Uzbek seperti gerakan Hizbut Tahrir dan Islamic Movenment of Uzbekistan (IMU).

Saipov telah memberikan laporannya tentang tragedi berdarah pada Mei 2005 di kota Andijan, sebelah timur Uzbek. Tragedi berdarah tersebut menewaskan ratusan pemrotes sipil termasuk wanita dan anak yang tak bersenjata. Dirinya bahkan pernah berkunjung ke tempat pengungsian di Kyrgyzstan dan mewawancara para pengungsi korban Andijan setelah pasukan pamerintah melakukan tembakan brutal terhadap para peserta pengunjuk rasa yang dilakukan secara damai. Diberitakan ribuan orang tewas dan menjadi syuhada.

Sebelum dibunuh, Saipov mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dirinya telah menerima ancaman pembunuhan.

Dia juga seorang yang menjadi target media pemerintah Uzbek yang mengkampanyekan sejumlah laporan tentang Saipov dan menyebutnya sebagai "musuh bangsa Uzbek" dan menuduh dirinya telah mebuat situasi Uzbekistan tidak stabil.

Penguasa Tak Suka Kebenaran

Avas Saipov mengatakan bahwa laporan-laporan dari putranya pada isu-osi sensitif menjadi alasan para politis di kedua negara, Kyrgyzstan dan Uzbekistan menginginkan dirinya mati.

"Kementrian Dalam Negeri [Kyrgystan] dan pelayanan khusus telah bekerjasama dengan pelayanan keamanan Uzbekistan terlibat dalam pembunuhan Alisher," katanya.

Bahkan baru-baru ini Avas melayangkan surat terbuka terhadap Presiden Kyrgizstan yang mengungkapkan persengkngkolan pihak keamanan dengan perintah Presiden Uzbekistan yang diktator itu.

"Ini diperintah oleh Presiden Uzbekistan Karimov yang telah membantu struktur keamanan Kyrgyz dan para pegawai lokal. Alisherku telah meninggalkan keluarga, istrinya Nazokat dan putirnya Zulaikho yang berumur hampir dua bulan ketika ayahnya dibunuh. Setahun atau dua tahun lebih, cucuku akan perlu mengetahui di mana ayahnya. Lalu apa yag harus saya katakan kepadanya?" tulis Avas Saipov dalam surat terbukanya kepada Presiden Kygyzstan.

"Mengapa mereka tertarik pada hal ini? Sebab mereka tidak suka pada kebenaran," imbuhnya lagi.

Bahkan dalam penutup suratnya Avas menyatakan, "Alisher telah dibunuh untuk kebenaran."

Apa yang dikatakan Avas senada dengan ungkapan Taji Mustafa, perwakilan media Hizbut Tahrir Inggris yang mengatakan alasan Uzbekistan menginginkan Hizbut Tahrir dilarang karena mereka menginginkan Hizbut Tahrir diam yang selama ini mengungkapkan kolonialis barat yang selalu mendukung para diktator di negeri tersebut [baca: [Dua Muslimah Pengemban Dakwah di Uzbekistan Ditahan 5 Tahun Penjara].

Di negeri Imam Bukhori tersebut ribuan para pengikut yang dilahirkan di bumi Palestina tersebut dibunuh dan dijebloskan ke penjara. Padahal gerakan yang mengingkan syariah tegak melalui satu metode: Khilafah ini tak pernah menggunakan kekeasan dalam perjuangannya. Baru-baru ini dua muslimah pengemban dakwah gerakan tersebut dipenjara 5 tahun. Gerakan ini menarik perhatian penduduk Muslim Uzbekistan terutama keterkaitannya dengan sejarah umat Islam di negeri tersebut yang melahirkan para ulama seperti Imam Bukhori. [z/rfe/rl/htb/ferghana/syabab.com]


Jumat, 27 Juni 2008

Indonesia Diminta Akui Kemerdekaan Kosovo

Warga muslim Kosovo berharap negara-negara didunia mengakui kemerdekaannya yang sudah dideklarasikan pada 17 Februari 2008, karena sejauh ini hanya 45 negara yang mengakui kemerdekaan negara termasuk Indonesia sebagai negara muslim terbesar bisa mengeluarkan pengakuan itu pada awal-awal deklarasi kemerdekaan.

"Seperti anda ketahui Kosovo sudah menyatakan kemerdekaan itu pada 17 Februari lalu, tapi sampai saat ini yang telah mengakui kebebasan negara kami hanya 45 negara kami menantikan pengakuan dari Indonesia, " ujar Sekjen Komunitas Muslim Kosovo Resul Rexhepi di sela-sela pelaksanaan Pertemuan World Peace Forum, di Hotel The Sultan, Jakarta, Kamis (26/6).

Dalam pertemuan Forum Perdamaian Dunia kedua yang digagas oleh PP Muhammadiyah, Resul berharap, kedatangannya dalam pertemuan itu akan membuka kesempatan bagi negara memperoleh pengakuan dari negara atas kemerdekaan yang telah dicapainya.

Ia juga menyayangkan, sikap dari negara-negara Arab yang belum mengakui kemerdekaan Kosovo, hanya Turki, Afganistan, dan Senegal yang sudah memberikan pengakuannya.

"Kami mengingatkan bangsa Kosovo 95 persen muslim, kami mengharapkan kepada pemimpin di negara penduduk muslim terbesar bisa menerima apa yang telah kami capai, padahal negara-negara barat dan Eropa sudah mengakuinya, ke mana saudara-saudara dari muslim, " tanyanya.

Dirinya mengakui, sangat menanti pengakuan kemerdekaan negaranya daribangsa-bangsa Arab terutama mayoritas muslim. (Eramuslim.com)

Muslim 4 Life

We are the youth
Let us Bring Islam Back
We did it in the past
So let us do it again

M-U-S-L-I-M
MUSLIM 4 LIFE
& WE WILL NEVER GIVE IN
WE STAND UP AND SPEAK OUT
AGAINST THOSE WHO OPPRESS
WE TAKE ISLAM &
WE TAKE NO LESS

Carrying Islam
is like carrying a hot coal
pure pressure surrounds us
but we won’t fold
when time become tough
remember Jannah

it was difficult
even for the Sahabas
No success
without struggle
Keep our best friends Muslim
So we're always out of trouble
checking our ideas
the way we think

based on Islam
Because Islam is our Deen
Bonded by our ideas
Islamically connected
Days of jahillah
Alhamdulillah we left it
Islamic as a yardstick
That we measure
Only for Allahs
And to gain HIS pleasure

ini adalah lirik dari judul lagu Muslim for life dari Soldier of Allah

Kamis, 26 Juni 2008

Timbuktu, Kota Legenda Islam di Afrika Barat

Sungguh tragis nasib Timbuktu. Kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam di benua Afrika Barat itu, kini telah berubah menjadi wilayah yang terisolasi dan terpencil. Situasi dan pemandangan ‘negeri di ujung dunia’ itu, begitu kontras bila dibandingkan dengan Timbuktu 900 tahun lalu - ketika Islam mencapai kejayaannya di wilayah itu.

Sejarah mencatat, pada abad ke-12 M Timbuktu telah menjelma sebagai salah satu kota pusat ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang termasyhur. Di era kejayaan Islam, Timbuktu juga sempat menjadi sentra perdagangan terkemuka di dunia. Rakyat Timbuktu pun hidup sejahtera dan makmur.

Secara gemilang, sejarawan Abad XVI, Leo Africanus, menggambarkan kejayaan Timbuktu dalam buku yang ditulisnya. ”Begitu banyak hakim, doktor dan ulama di sini (Timbuktu). Semua menerima gaji yang sangat memuaskan dari Raja Askia Muhammad - penguasa Negeri Songhay. Raja pun menaruh hormat pada rakyatnya yang giat belajar,” tutur Africanus.

Di era keemasan Islam, ilmu pengetahuan dan peradaban tumbuh sangat pesat di Timbuktu. Rakyat di wilayah itu begitu gemar membaca buku. Menurut Africanus, permintaan buku di Timbuktu sangat tinggi. Setiap orang berlomba membeli dan mengoleksi buku. Sehingga, perdagangan buku di kota itu menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibanding bisnis lainnya.

Lalu bagaimanakah peradaban Islam bisa berkembang pesat di negeri yang berada nun jauh di ujung dunia itu? Tombouctou - begitu orang Prancis menyebut Timbuktu - adalah sebuah kota di negara Mali, Afrika Barat. Kota multietis itu dihuni oleh suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan Moor. Secara geografis, Timbuktu terletak sekitar 15 kilometer dari Sungai Niger.

Kota Timbuktu didirikan suku Tuareg Imashagan pada abad ke-11 M. Alkisah, saat musim hujan, suku Tuareg menjelajahi padang rumput hingga ke Arawan untuk mengembalakan hewan peliharaan mereka. Ketika musim kering tiba, mereka mendatangi sungai Niger untuk mencari rumput. Ketika tinggal di sekitar sungai, suku Tuareg terserang sakit akibat gigitan nyamuk dan air yang menggenang.

Dengan kondisi yang kurang menguntungkan itu, mereka memutuskan untuk menetap beberapa mil dari sungai Niger dan mulai menggali sebuah sumur. Ketika musim penghujan datang, suku Turareg biasa meninggalkan barang-barang yang berat kepada seorang wanita tua bernama Tin Abutut - yang tinggal dekat sungai. Seiring waktu, nama Tin Abutut berubah menjadi Timbuktu.

Sejak abad ke-11 M, Timbuktu mulai menjadi pelabuhan penting - tempat beragam barang dari Afrika Barat dan Afrika Utara diperdagangkan. Pada era itu, garam merupakan produk yang amat bernilai. Di Timbuktu garam dijual atau ditukar dengan emas. Kemakmuran kota itu menarik perhatian para sarjana berkulit hitam, pedagang kulit hitam, dan saudagar Arab dari Afrika Utara.

Garam, buku, dan emas mejadi tiga komoditas unggulan yang begitu tinggi angka permintaannya pada era itu. Garam berasal dari wilayah Tegaza dan emas diproduksi dari tambang emas di Boure dan Banbuk. Sedangkan buku dicetak dan diproduksi para sarjana atau berkulit hitam dan ilmuwan dari Sanhaja. Proses pembangunan pertama kali berlangsung di Timbuktu pada awal abad ke-12 M. Para arsitek Afrika dari Djenne dan arsitek Muslim dari Afrika Utara mulai membangun kota itu. Pembangunan di Timbuktu berlangsung menandai berkembang pesatnya perdagangan dan ilmu pengetahuan. Saat itu, Raja Soso diserbu kerajaan Ghana. Sehingga, para ilmuwan dari Walata eksodus ke Timbuktu.

Timbuktu pun menjelma menjadi pusat pembelajaran Islam serta sentra perdagangan. Di abad ke-12 M, Timbuktu telah memiliki tiga universitas serta 180 sekolah Alquran. Ketiga universitas Islam yang sudah berdiri di wilayah itu antara lain; Sankore University, Jingaray Ber University, dan Sidi Yahya University. Inilah masa keemasan peradaban Islam di Afrika.

Guna memenuhi ‘dahaga’ masyarakat Muslim Timbuktu akan beragam pengetahuan, buku yang dijual di kota itu banyak yang didatangkan dari negeri Islam lainnya. Selain itu, tak sedikit pula buku-buku yang diperjualbelikan adalah hasil karya para ilmuwan dan sarjana di Tumbuktu. Di kota itu juga sudah ada industri percetakan buku.

Perpustakaan universitas dan milik pribadi pun bermunculan dengan beragam koleksi buku yang ditulis para ilmuwan. Ilmuwan terkemuka Timbuktu, Ahmad Baba, pada masa itu sudah memiliki perpustakaan pribadi dengan jumlah koleksi buku mencapai 1.600 judul. Perpustakaan Ahmad Baba itu tercatat sebagai salah satu perpustakaan kecil yang ada di Timbuktu.

Pada tahun 1325 M, Timbuktu mulai dikuasai Kaisar Mali, Masa Mussa (1307 M - 1332 M). Raja Mali yang terkenal dengan sebutan Kan Kan Mussa itu begitu terkesan dengan warisan Islam di Timbuktu. Sepulang menunaikan haji di Makkah, Sultan Musa membawa seorang arsitek terkemuka asal Mesir bernama Abu Es Haq Es Saheli. Sang sultan menggaji arsitek itu dengan 200 kilogram emas untuk membangun Masjid Jingaray Ber - masjid untuk shalat Jumat.

Sultan Musa juga membangun istana kerajaannya atau Madugu di Timbuktu. Padamasa kekuasaannya, Musa juga membangun masjid di Djenne dan masjid agung di Gao (1324 M - 1325 M) - kini tinggal tersisa fondasinya saja. Kerajaan Mali mulai dikenal di seluruh dunia, ketika Sultan Musa menunaikan ibadah haji di tanah Suci, Makkah pada tahun 1325 M.

Sebagai penguasa yang besar, dia membawa 60 ribu pegawai dalam perjalanan menuju Makkah. Hebatnya, setiap pegawai membawa tiga kilogram emas. Itu berarti dia membawa 180 ribu kilogram emas. Saat Sultan Musa dan rombongannya singgah di Mesir, mata uang di Negeri Piramida itu langsung anjlok. Pesiar yang dilakukan sultan itu membuat Mali dan Timbuktu mulai masuk dalam peta pada abad ke-14 M.

Kesuksesan yang dicapai Timbuktu membuat seorang kerabat Sultan Musa, Abu Bakar II menjelajah samudera dengan menggunakan kapal. Abu Bakar dan tim ekspedisi maritim yang dipimpinnya meninggalkan Senegal untuk berlayar ke Lautan Atlantik. Pangeran Kerajaan Mali itu kemungkinan yang menemukan benua Amerika. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan bahasa, tradisi dan adat Mandika di Brasil.

Sayang, kejayaan Timbuktu terus meredup seiring bergantinya zaman. Kini Timbuktu hanyalah sebuah kota terpencil yang lemah. Bahkan nyaris terlupakan. Mungkinkah peradaban Islam bangkit kembali di negeri itu? heri ruslan (republika)

Rabu, 25 Juni 2008

Pria Berpistol Ini Biasa Sholat di Masjid Ahmadiyah


Meski Polisi mengelak mengatakan bahwa pria mengacungkan dan meletuskan pistol dengan kostum AKKBB dalam rusuh Monas, Ahad (1/6) yang diketahui bernama Bripka Iskandar Soleh, sebagai pengikut Ahmadiyah. Sedikit-demi-sedikit keterlibatan Bripka Iskandar sebagai jemaat Ahmadiyah mulai terungkap, dia disinyalir merupakan anggota Ahmadiyah Tangerang.

Sinyalemen keikutsertaan sebagai warga Ahmadiyah ini diungkapkan Ketua RW 02 Peninggilan Utara Tangerang, Tatang M tempat di mana Iskandar tinggal.

Berdasarkan pengakuan Tatang, Bripka Iskandar sering terlihat shalat jumat di Masjid Arrohman Jalan H. Gaded Tangerang yang merupakan masjid dan markas Ahmadiyah di wilayah itu. "Sepertinya dia anggota Ahmadiyah, soalnya saya sering lihat dia jumatan di masjid Ahmadiyah, " ujarnya, Kawasan Ciledug Tangerang, Rabu (25/6).

Bagian Komunikasi Jamaah Ahmadiyah Peninggilan Utara, Munawar pun tidak menyangkal bahwa Iskandar pernah shalat Jumat di masjid itu. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah Iskandar bagian dari anggotanya atau bukan.

Keikutsertaan dalam demo provokatif AKKBB di Monas awal Juni lalu ini, dapat menjadi salah satu penguat bahwa dirinya setuju dengan Ahmadiyah. Polri seharusnya lebih serius dan lebih adil dalam menangani kasus rusuh Monas ini. Kelompok Ahmadiyah juga harus ditangkap agar bisa diperiksa secara intensif mengapa dalam aksi di Monas awal Juni lalu tersebut melakukan provokasi dengan mendekati kelompok umat Islam di mana FPI ada di sana, padahal itu bukan jalur aksi unjuk rasa AKKBB.

Menanggapi pernyataan Kadiv Humas Mabes Pori Irjen Abubakar Nataprawira bahwa senjata yang diacungkan Iskandar hanya senjata mainan.

Kuasa Hukum FPI Ari Yusuf Amir menegaskan, bahwa senjata yang dibawa dan dikeluarkan oleh Bripka Iskandar pada saat insiden Monas 1 Juni lalu adalah asli. "Itu tidak benar, kita punya saksi mata kalau senjata itu asli dan ada bunyi letusan, " ujar Yusuf.

Dia juga menyangkal, bahwa Bripka Iskandar melindungi anaknya yang berada di dekatnya. Menurutnya anak kecil yang terlihat dalam gambar berdiri di samping Bripka Iskandar adalah putra dari salah seorang Laskar Pembela Islam.

Yusuf menyangsikan, tindakan kepolisian yang lamban dalam menangkap Bripka Iskandar yang merupakan anggota kepolisian.
"Ini semacam ada yang disembunyikan. Dia kan anggota polisi di Jabotabek, tapi malah baru terungkap sekarang, " pungkasnya. (eramuslim.com)
------------------------------------------------------------------------------------
Komentar saya:
"Berdasarkan pengakuan Tatang, Bripka Iskandar sering terlihat shalat jumat di Masjid Arrohman Jalan H. Gaded Tangerang yang merupakan masjid dan markas Ahmadiyah di wilayah itu. "Sepertinya dia anggota Ahmadiyah, soalnya saya sering lihat dia jumatan di masjid Ahmadiyah, " ujarnya, Kawasan Ciledug Tangerang"

"Yusuf menyangsikan, tindakan kepolisian yang lamban dalam menangkap Bripka Iskandar yang merupakan anggota kepolisian.
"Ini semacam ada yang disembunyikan. Dia kan anggota polisi di Jabotabek, tapi malah baru terungkap sekarang, " pungkasnya"


maklumlah polisi itu memang setia kawan dengan sesamanya :),namanya juga indonesia hukumnya berdasarkan UUD dan KUHP, UUD=Ujung-Ujungnya Duit KUHP=Kasih Uang Habis Perkara (liat aja penuyapan jaksa dalam kasus BLBI,berapa banyak yang jaksa terlibat??)

Sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Tangerang daerah Ciledug itu memang MABES (markas besar)ahmadiyah dan bukan masyarakat sipil saja yang menjadi anggota ahmadiyah polisi disana juga banyak yang menjadi ahmadiyah

Pria Berpistol di Monas Ternyata Memang Massa AKKBB


Teka-teki siapa pria berpistol dengan kostum AKKBB dalam rusuh Monas, Ahad (1/6) akhirnya terkuak. Dia adalah Brigadir Kepala Iskandar, anggota polisi Polres Metro Tangerang. Iskandar telah ditangkap satuan provoost polisi di kediamannya di Tangerang dan kini masih dalam penyidikan.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Bripka Iskandar saat ikut aksi AKKBB di Monas bukan dalam rangka tugas kepolisian, namun inisiatif pribadi. “Dia mengantar mertua, isteri, dan anak karena diundang Ahmadiyah, ” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira, di Mabes Polri Jakarta (23/6).

Saat ditanya apakah itu berarti Iskandar seorang pengikut aliran sesat Ahmadiyah? Abubakar mengelak, “Kita masih teliti. Masih dalam pemeriksaan provoost.” Namun Abubakar menambahkan bahwa mertua, isteri, dan anaknya memang ikut aliran sesat Ahmadiyah.

Walau AKKBB mengaku Bripka Iskandar bukan anggotanya, tapi sudah jelas keikutsertaan Iskandar dalam demo provokatif AKKBB di Monas awal Juni lalu adalah bagian dari massa AKKBB. Sebab, jika bukan anggota, mengapa Iskandar dibiarkan ikut, malah ikut mengenakan pita merah tanda anggota AKKBB di lengan kiri. Seharusnya, korlap demo AKKBB mengusir Iskandar jika Iskandar memang bukan bagian dari massa AKKBB.

Sebab itu, Polri seharusnya lebih serius dan lebih adil dalam menangani kasus rusuh Monas ini. Habib Rizieq harus dibebaskan karena tidak bersalah demi hukum. Dan yang harus diseret ke dalam penjara adalah aktor-aktor intelektual AKKBB baik yang berada di lapangan maupun yang menskenariokan bentrok, karena mereka memang menginginkan rusuh dalam aksi tersebut.

Kelompok Ahmadiyah juga harus ditangkap agar bisa diperiksa secara intensif mengapa dalam aksi di Monas awal Juni lalu tersebut melakukan provokasi dengan mendekati kelompok umat Islam di mana FPI ada di sana, padahal itu bukan jalur aksi unjuk rasa AKKBB. Kita tunggu keberanian Polri untuk bersikap adil dalam membongkar kasus rusuh Monas, sebab jika tidak, jangan salahkan jika umat Islam bertindak sendiri menegakkan keadilan agama Allah SWT ini dalam kasus tersebut.(eramuslim.com)
------------------------------------------------------------------------------------
Komentar saya:
wah ternyata polisi memang tidak adil kenapa habib Rizieq Shihab gampang ditangkep tapi,seorang provokator yang juga notabenenya seorang polisi butuh waktu yang lama untuk ditangkap, tanya kenapa???

Ketika Dita Dilarang Ngaji

By: Iwan Januar

Sebel! Itu satu-satunya yang nyangkut di kepala Dita. Kesebelan itu adalah untuk Ummi, the one and only nyokap(ibu) di rumah dan di jagat ini. Kok bisa sih sebel sama nyokap(ibu) sendiri? Yee emangnya kamu nggak pernah? Kalau impian manis kamu dijegal - duile sadis banget bahasanya kayak politik di DPR aja - sama nyokap kamu, apa kamu nggak marah? So, jangan sembarangan nuduh Dita itu nggak berbakti sama orang tua ya? (Lho kita kok jadi ngebelain Dita?).

Coba, denger nih. Waktu Ummi minta Dita masuk SMU Islam Terpadu (bukan Terpaksa Pake Duit ye he…he…) Dita nurut. Alasan Ummi supaya shalat dan ngajinya makin bener. Dita cuma manyun karena yang masuk sekolah Islam cuma dia alone, temen-temen se-gank-nya di SMP masuk sekolah biasa, malah ada yang masuk STM jurusan tata boga (maksudnya Sekolah Teknik Memasak alias SMKK hi…hi..hi…). Padahal udah kebayang ama Dita bagaimana ia harus kerepotan dan kepanasan dengan kerudung dan rok panjang (pssst…padahal Dita bersyukur lho pakai rok panjang karena tanda item bekas kena knalpot motor ojek di betis bagian belakangnya jadi nggak ketauan).

Eh, nggak cukup itu, Ummi juga nyuruh Dita pakai jilbab di sekolah en di luar sekolah. Wah. Tapi Dita nuruuuut aja. Daripada harus masuk TPA mendingan masuk sekolah Islam aza deh. Yang sedih adalah waktu ia nekat mau pake tanktop warna pink hadiah ulang tahun ke-17 dari Peggi, sobatnya. Ummi marah besar. “Daripada dipake sama anak Ummi, mending Ummi gunting-gunting,” ultimatum Ummi. Dita cuma bisa pasang muka kecut denger ancaman itu. Akhirnya ia merelakan tanktop yang udah dipengenin dari SMP itu numpuk di antara baju-bajunya yang udah kadaluarsa. Nggak berani dipake. Pada Peggi yang suka nanya tanktop hadiahnya Dita kepaksa bo’ong kalau baju itu nggak dipake gara-gara tali tanktop-nya putus akibat nyangkut di mesin cuci. Peggi cuma manggut-manggut sambil mikir kasian sama Dita karena mesin cucinya udah ketinggalan jaman jadi sampe ngerusak baju (he…he…he…nggak tau aja si Peggi kalau hadiahnya kini udah dijadiin lap di dapur).

Tapi itu dulu. Sekarang Dita enjoy juga tuh masuk sekolah Islam. Ternyata temen-temennya baik-baik, ikhlas-ikhlas dan lucu-lucu juga sih. Apalagi guru-gurunya. Ngajarnya asyik en pada baek-baek. Cuma yang ia suka pengen ketawa kenapa banyak guru cowok yang pada miara jenggot ya? Dita jadi inget vokalisnya Limp Bizkit, Fred Durnst, yang juga jenggotan. Malah kadang ia mikir iseng apa itu jenggot betulan atau akarnya gigi bagian bawah ya? Atau jangan-jangan ulet bulu yang nempel di dagu? Tapi setelah denger penjelasan guru agama bahwa jenggot itu sunah Nabi, Dita baru ngeh dan hormat pada mereka. Ternyata guru-guru di sekolahnya bukan orang sembarangan.

Dita juga sekarang aktif ikut pengajian di sekolah. Malah ia ditunjuk jadi rohis kelas. Eh, sekarang Dita juga udah rajin shalat lho, nggak perlu lagi disuruh-suruh sama Ummi. Puasa sunah juga rajin, apalagi kalau buka puasa. Nggak disuruh pasti langsung makan (he…he..he). Baca Al Qur’annya yang terbata-bata sampai bete en batuk, sekarang udah mulai lancar. Sering tiap abis shalat shubuh Dita baca Al Qur’an. Padahal biasanya abis shubuh Dita bobok lagi diiringi alunan merdu Korn (hiii…amit-amit!). Sekarang, kalau nggak baca Al Qur’an, biasanya pagi-pagi Dita dengerin ceramahnya Aa Gym yang menyejukkan. Lumayan buat ngebina nafsiyyah. Kegiatan Dita juga makin banyak. Mulai dari pengajian di kelas, bakti sosial sampai hiking Islami alias tadabbur alam.

Nah, tadabbur alam ini yang sekarang jadi problemo sama Umminya. Ternyata Ummi nggak setuju kalau Dita ikut, soalnya pakai acara nginep-nginep segala. Udah begitu di alam terbuka. Wah, Dita jadi sedih. Membuat Dita hampir-hampir con molare (putus asa). Padahal untuk acara ini ia kebagian jadi OC-nya. Dita-lah yang ngatur acara ini untuk seksi akhwat. Jauh-jauh hari ia ngerancang acara ini bareng geng rohis, lengkap dengan macem-macem kuis en game yang asyik. Ternyata semuanya rontok di tangan Ummi. Persis Mike Tyson dipukul jatuh Lennox Lewis.

Pokoknya sekarang acaranya sebel-sebelan sama Ummi. Dita juga mikir buat apa kalau begitu ia dulu banyak berkorban ngikutin kemauan Ummi. Masuk sekolah Islam, pake jilbab, ikut ngaji. Masak sih Ummi begitu teganya ngelarang anaknya keluar rumah. Lagian kan untuk ngaji. Dita jadi inget lagu Anggur Merah-nya Opa Meggi Z “teganya…teganya…teganya….” Duh, Ummi kok gitu sih?

“Mi, ini kan untuk pengajian, masak sih Ummi ngelarang?” rengek Ummi sepertujuh putus asa (bosen ah pake ?setengah’). Ummi menatap mata Dita dengan lembut tapi tegas.

“Dita, ngaji itu kan nggak mesti ikut keluar rumah. Banyak kegiatan pengajian yang bisa dilakukan di sekolah dan di rumah. Kan temen-temen kamu yang lain juga bisa ngegantiin kamu. Lagian Ummi punya acara buat kamu,” kata Ummi-nya kalem. Dita kaget, acara apa tuh?

“Ummi minta kamu nemenin nenek selama dua hari di Bandung,” lanjut Ummi. Dita makin lemes denger penjelasan Ummi.

Emang sih udah hampir setahun ia nggak nengok neneknya karena kesibukan ngurusin pengajian di sekolah. Tiap hari Ahad pasti aja ada acara; kalau nggak seminar, diskusi publik, kajian rutin bulanan, dll. Sebenarnya ia ngerasa dosa juga nggak nengok neneknya. Tapi apa asyiknya nemenin nenek. Diajak main kuis Siapa Berani-nya kayaknya nggak mungkin, apalagi kalau di ajak lari marathon ke hutan lindung Juanda (husss!). Kebayang oleh Dita aktivitasnya di sana paling cuma duduk, makan cemilan tempe goreng sambil mijitin kakinya Nenek. Ah, bete abis!

“Nanti kamu berangkat ke Bandung sama Abi di malam Agustusan,” kata Ummi lagi.

“Mumpung Abi kamu ada urusan kerja di Bandung,” lanjut Ummi. Dita udah nggak berselera denger omongan Ummi.

ooOoo

“Hah, kamu nggak jadi ikut?” komentar panitia setengah teriak, setengah lagi diem (kayak gimana tuh?). Dita udah bisa nebak kalau teman-temannya pasti syok. Dita sendiri udah hampir nangis. Suara teman-temannya masih berdengung kayak tawon. Di depan Mbak Ninin pembinanya yang alumnus sekolah, Dita berusaha tegar menjelaskan masalahnya dengan Ummi, meski sesekali sesenggukan udah nggak ketahan.

“Ya, ini jadi pelajaran buat kamu Dita. Kamu tuh harus ngelobi orang tua kamu sebelum berdakwah sama orang lain. Coba kalau kamu dari dulu dekat sama ibu kamu, kan nggak bakalan terjadi kasus kayak begini,” kata Mbak Ninin menyesalkan. Denger omongan begitu Dita jadi makin sedih. Kesannya ia nggak bersungguh-sungguh bicara pada Ummi.

“Masak sih ngaji kok dilarang,” kata Mbak Ninin ketus. Wuih, Dita hampir-hampir banjir air mata mendengar ucapan terakhir itu. Mbak Ninin kok galak sih?

Hari itu berada di sekolah terasa lama nggak kayak biasanya. Pelajaran matematika yang biasanya susah jadi terasa nggak gampang (idih sama aja dong). Dita nggak bisa konsentrasi lagi, pikirannya cuma sebel en sebel pada Ummi. Apalagi Mbak Ninin yang diharapkan bisa memberi jalan keluar atau pengertian malah ikutan menyalahkan dia. Oh, dunia terasa sempit buat Dita. Untung masih ada teman-temannya yang ngebantuin Dita.

“Nggak apa-apa Dit, biar gua aja yang jadi gantiin elu di tempat acara. Kita semua insya Allah ikhlas kok kerja di sana,” kata Niken wakil-nya di kepanitiaan.

“Tapi Mbak Ninin kok ngomongnya begitu sih, jahat banget,” Dita sesenggukan lagi sambil terus mengusap matanya pake saputangan (nggak mungkin dong pake sapu lidi).

“Nggak usah didengerin deh. Mungkin Mbak Ninin lagi pusing mikirin acara nanti,” Niken menenangkan.

“Atau mungkin lagi kena sindrom datang bulan kali?” celetuk Sandra.

“Huuu…” teriak anak-anak pada Sandra.

“Elu kali, kalau datang bulan bawaannya marah-marah,” kata Pipi. Sandra mesem-mesem garing.

“Namanya juga manusia, Mbak Ninin juga bisa salah mungkin karena kurang introspeksi,” kata Niken.

“Udah, udah, nggak usah ngomongin orang lain. Biar aja pembina kita kayak begitu, kalau kita sih harus lebih baik lagi. Iya nggak?” kata Pipi yang langsung dijawab anggukan setuju gang-nya.

ooOoo

Jum’at, 16 Agustus 2002, Dita berangkat naik Escudo 2.0 bareng Abi-nya ke Bandung selepas Maghrib. Dita berusaha membuang semua kejuthekan dirinya tapi nggak bisa. Bayangan anak-anak lagi asyik di Espass-nya Sandra sambil dengerin kaset nasyid masih menggoda. Belum lagi kebayang serunya acara ta’lim di vila-nya Pipi. Trus hari Ahad paginya ada rencana hiking ke kebun teh pasti juga seru. Wah Dita pengen nangiiiis.

Selama perjalanan Dita diem aja. Kalau diajak ngomong Dita cuma jawab pendek-pendek. Kalau nggak “iya, kali”, pastinya “nggak tau tuh” atau “terserah Abi deh”. Abi jadi ikut-ikutan bete selama perjalanan. Padahal biasanya Abi dan Dita paling sering becanda-becandaan. Maen tebak-tebakan ngocol. Kayak dua hari yang lalu Abi ngasih tebakan ke Dita.

“Emping apa yang bisa dipake buat komputer?” kata Abi. Dita bingung. Emang ada?

“Empingsil 2B!” kata Abi sambil senyum-senyum puas bisa ngalahin Dita. Nggak mau kalah, Dita ngeluarin tebakan baru.

“Hewan apa yang paling aneh?” tanya Dita semanget. Abi diem, mikir. Tau-tau Abi udah senyum-senyum.

“Belalang kupu-kupu, soalnya siang makan nasi kalau malam minum susu,” tebak Abi girang. Yeee ketauan tebakannya.

“Hih Abi licik, licik, nggak terima, nggak terima,” teriak Dita sambil nyubitin punggung Abi-nya yang lari ke belakang.

Tapi sekarang Dita diem seribu bahasa. Dita cuma paling aktif kalau pergi ke POM bensin. Pengen pipis sih. Abi juga nggak bicara masalah tadabbur alam-nya yang gagal. Karena udah dipesen sama Ummi supaya masalah itu nggak diutak-atik lagi. Dita pasti makin ngambek. Akhirnya sepanjang perjalanan Abi dan Dita diem-dieman sampai akhirnya Dita ketiduran. Dalam mimpinya ia juga masih ngebayangin acara tadabbur alam.

Sampai di rumah Nenek, keduanya disambut Teten, sepupunya, yang buru-buru bukain pintu pager.

“Assalamu’alaikum. Ten, gimana kabarnya? ibu udah tidur ya?” tanya Abi.

“Wa’alaikum salam. Alhamdulillah, sehat wak. Iya, nini udah tidur. Tapi nini udah nyiapin makan kok buat uwak[1] sama Teh Dita. Sini wak, teh, biar tasnya Teten aja yang bawa,” jawab Teten sambil nyodorin tangan ngambil tas ransel Dita.

Ternyata nenek yang udah tidur di sofa ruang tengah jadi bangun denger kedatangan Dita sama Abi. Kayaknya nenek seneng banget ditengok sama Abi dan Dita.

“Kumaha kasep[2], sehat?” tanya Nenek sambil tangannya dicium Abi. Dita yang masih ngantuk maksain buka mata. Jangan sampai nenek tahu gua lagi musuhan sama Ummi, pikir Dita.

“Eleh-eleh, iyeu teh[3] Dita? Meni tos ageung kieu, beki geulis wae[4],” kata nenek sambil meluk Dita. Disebut cakep Dita mesem-mesem.

“Gimana kuliah teh lancar?” tanya nenek.

“Dita belum kuliah nek,” jawab Dita.

“Oh, belum nya? Nenek hilap[5]. Tapi kuliah nanti mau di mana?” tanya nenek lagi.

“Di hukum, Nek,”

“Astaghfirullah, ada apa Dit, berapa bulan?” neneknya kaget. Dita jadi cengar-cengir. Aduh kebayang deh sulitnya komunikasi sama neneknya. Banyak yang nggak nyambung.

“Maksudnya kuliah di fakultas hukum, Bu,” jelas Abi. Nenek manggut-manggut.

Malam itu Dita milih langsung bobok, sementara Abi dan nenek masih terus ngobrol di ruang makan. Nggak terasa tahu-tahu Abinya mencolek pundaknya.

“Dit, Abi pergi dulu ya ke tempat kerja,” kata Abi. Huh dasar, workaholic. Kerjaaaa mulu.

“Iya, deh Bi.”

“Assalamu’alaikum,”

“Wa’alaikum salam,” jawab Dita untuk kemudian nerusin boboknya sampai shubuh.

ooOoo

“Tuh Dit, nenek udah bikin ulen[6] buat Dita. Hayu atuh nyarap heula[7],” kata neneknya setelah lihat Dita beres sholat shubuh. Ah, nenek tetap aja belum berubah, tetap sayang sama cucunya. Dan selalu aja ada ulen buat Dita. Setelah baca basmalah ulen yang empuk dan legit itu langsung ditumbalkan untuk sarapan pagi.

“Teten ke mana, nek?” tanya Dita sambil clingukan nyari anak kelas satu SMP itu.

“Ka lapangan. Katanya sih mau ikut lomba Agustusan panjat pinang,” jawab nenek. Dita manggut-manggut.

“Dita sering-sering atuh nengok nenek. Kangen nenek teh sama Dita,” kata neneknya sambil minum kopi. Dita jadi ngerasa kesindir. Nggak enak ati. Saking sibuknya dakwah jadi lupa nengok nenek sendiri. Aduh Dita, gimana sih kamu, silaturahim itu kan perlu.

“Kan ada Teten, yang nemenin nenek,” kata Dita rada-rada ngeles. Teten itu sepupunya Dita, anak adiknya Abi.

“Atuh si Teten mah budak keneh[8]. Kalau Dita mah bisa nemenin nenek ke pasar, diajak ngobrol. Nenek juga pengen tahu pengajian Dita. Kata Abi kemarin sekeluarga pada jalan-jalan ikut sampanye, nya?”

“Kampanye, nek. Kampanye syari’at,” kata Dita ngelurusin omongan nenek. Nenek manggut-manggut.

“Kalau ibunya Teten kemana nek?” tanya Dita.

“Ah, si eta mah[9], nggak pernah lagi ngurusin anak. Nenek denger mah kerja di diskotik. Dulu udah nenek kasih kerja di warung soto-nya Mang Ocid. Udah lumayan padahal mah. Cukup untuk makan sama uang sekolah-nya si Teten, eh tau-tau kabur. Kata Mang Ocid sih pacaran sama preman diskotik. Udah setaun nggak pernah nengok si Teten,” jawab nenek panjang lebar. Ya, Allah! Pekik Dita dalam hati. Ada aja ya ibu tega ninggalin anak sendiri. Kerja di tempat haram cuma untuk duit yang nggak seberapa.

“Makanya Dit, nenek teh sayang sama Dita dan Ummi. Karena Ummi itu indung anu nyaah kabudak[10]. Padahal dulu nenek teh pernah sebel ka Ummi,” kata nenek lagi.

“Sebel kenapa, nek?” Dita penasaran.

“Iya, sebelum nikah si Ummi teh nggak pernah mau diajak jalan-jalan berdua sama Abi ke rumah nenek. Alasannya belum nikah. Udah gitu pakaiannya mani angkaribung[11], make jubah jeung tiung sagala[12]. Nenek mah takut Ummi Dita teh dulu aliran sesat,” jawab nenek sambil tertawa kecil.

“Nenek baru tahu kalau jilbab(baju kurung) teh busana muslimah,” lanjutnya.

“Ternyata abi kamu nggak salah milih istri. Yang nenek terharu mah waktu kamu lahir Ummi kamu nggak mau pake babysitter. Biar diurus sendiri. Udah gitu Ummi malah keluar dari kerjaannya. Padahal harita[13] udah mau diangkat jadi pimpinan. Kata Ummi kamu kalau kerja kayak begitu mah susah ngurus anak. Biar Abi-nya aja yang nyari duit, mah. Ah, nenek kira Ummi kamu bisanya cuma nyari duit aja. Nggak tahunya pinter juga ngurus anak,” kata nenek lagi sambil ngusap-ngusap tangan Dita.

“Makanya Dita harus syukur ka Gusti Allah, punya ibu yang baik, nyaah ka budak, rajin deui ibadahna. Coba kalau kaya indungna si Teten. Ah, nenek sedih kalau liat si Teten. Untung anaknya nurut sama nenek, baik, rajin lagi sholat sama ngajinya.”

Dita nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Matanya berkaca-kaca. Ah, ternyata Ummi itu memang ibu teladan. Sayang anak lagi. Kenapa aku mesti musuhin Ummi. Toh baru sekali ini aja Ummi nggak ngasih izin ikut kegiatan. Lagipula bener kata Ummi, masih ada teman-temanku yang bisa ngegantiin aku di tempat acara. Ih, durhaka dong kalau gitu aku ngelawan orang tua, apalagi su’udzan kalau Ummi ngelarang pengajian. Mendadak Dita jadi kangen sama Ummi. Pengen minta maaf.

Untung sebelum air matanya jatuh di luar rumah teriakan anak-anak yang ikut lomba Agustusan terdengar kencang. Buru-buru Dita lari ngambil kerudung sambil melongokkan kepala ke luar jendela. Liat anak-anak yang lomba panjat pinang di lapangan. Padahal sih, sambil ngusap air mata yang ampiiiiir aja menetes. Kalau sampai keliatan nenek, tengsin dong.

Dari rumah nenek terlihat jelas kalau si Teten lagi semanget-semangetnya ngejarah aneka hadiah yang disediakan panitia di pucuk pohon pinang. Ada sapu ijuk, sendal jepit, kaos sepak bola, topi, mobil-mobilan, dan sekotak besar mi instan. Dari bawah anak-anak berteriak pada Teten minta diambilkan hadiah-hadiah itu. Nggak terasa akhirnya semua hadiah itu ludes diturunin Teten.

ooOoo

Sabtu malam, ba’da Isya, Abi baru pulang dari kebun percobaan tempat kerjanya. Bareng nenek dan Dita, mereka asyik makan roti isi keju dan pisang khas Bandung yang enak punya. Dita udah ngocol lagi sama Abinya. Meski lagi pegel-pegel, Abinya ngelayanin aja kocolan anak pertamanya ini. Abis kemarin di perjalanan bete abis sih jalan ama Dita. Kayak naik mobil ama patung.

“Assalamu’alaikum,” suara dari luar.

“Wa’alaikum salam,” jawab mereka bertiga. Tahu-tahu Teten masuk sambil bawa kardus mi instan. Kayaknya sih berat.

“Dapat darimana, Ten,” tanya Abi heran.

“Hadiah panjat pinang, wak,” kata Teten. Tangannya mulai nyopotin plester yang nutupin kardus. Semuanya jadi penasaran. Nebak-nebak isinya.

“Sepatu kali hadiahnya,” tebak Abi curious. Di dalamnya ternyata banyak kertas. Teten makin nafsu. Terakhir ada kotak coklat mirip-mirip bungkus sepatu. Jangan-jangan sepatu. Tapi kok enteng banget. Setelah dibuka ternyata amplop putih.

“Nggak bakal salah, pasti duit lima puluh ribu,” tebak Teten girang. Amplop itu disobek isinya selembar kertas dengan tulisan gede-gede “MAAF, ANDA BELUM BERUNTUNG!”

Teten lemas, Abi tertawa sambil megang perutnya, Dita sendiri hampir-hampir nggak kuat nahan tawanya. Cuma aja nenek yang bengong, belum ngerti.[]
[1] Uwak=kakak ibu/ayah

[2] cakep

[3] Aduh-aduh ini Dita?

[4] sudah besar begini, makin cantik aja

[5] lupa

[6] suer ini bukan makanan dari daging ular, tapi dari beras ketan

[7] ayo kita sarapan dulu

[8] Ah, si Teten sih masih anak-anak

[9] dia sih

[10] ibu yang sayang sama anak

[11] begitu merepotkan

[12] dengan kerudung juga

[13] waktu itu

[diambil dari Majalah PERMATA edisi 06/Tahun VII/Oktober 2002]

Sekelias Tentang Iwan Januar:
Muhammad Iwan Januar lahir di Jakarta,2 januari 1974. Beliau adalah penulis buku yang berkaitan dengan remaja "Jangan jadi Seleb","Jangan Noda Cinta (keduanya ditulis bersama O.Solihin),"Surga Buat Remaja Lho","Be Positive Be Happy,"Game Mania". Buku lain yang pernah ditulisnya adalah "Bersuami itu Menyenangkan","Beristri itu Menyenangkan","Membangun Keluarga Sakinah","Bila Cinta tak Berbalas".
Selain menekuni dunia menulis, beliau juga menjadi pengajar mata kuliah agama islam di salah satu lembaga pendidikan di Bogor,dan menjadi redaksi majalah remaja islam sobat muda,serta mengisi acara disebuah radio (Voice of Islam),Sekarang beliau tinggal diBogor.


Kisah Surat Narapidana di Tahanan

Ada seorang Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Bunyinya: “Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?”

Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. “Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana,” kata si anak dalam surat itu.

Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan.

Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.

“Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?”

Si anak kembali membalas surat tersebut, “Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka.”

Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan. [ketawa.com]

Selasa, 24 Juni 2008

Gugatan Praperadilan Habib Rizieq Ditolak


Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) terhadap Polda Metro Jaya. Majelis hakim tunggal Hari Sasangka memutuskan surat perintah penangkapan dan penahanan yang dikeluarkan Polda Metro Jaya terhadap Habib dinyatakan sah secara hukum.

"Majelis hakim menolak praperadilan dari pemohon Habib Rizieq Shihab. Majelis menyatakan menolak permohonan praperadilan pemohon, bahwa surat perintah penangkapan dengan SPK No. pol 7176/ Tahun 2008/ Ditreskrimum sah menurut hukum. Ketiga menyatakan surat penahanan adalah sah menurut hukum tanggal 4 juni 2008 No SPH 3136 tahun 2008 Ditreskrimum, " ujar Hari Sasangka saat membacakan putusan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (24/6).

Selanjutnya, hakim memerintahkan pemohon tetap berada di dalam tahanan dan pemohon harus membayar seluruh biaya perkara. Sementara itu, mengenai posisi Habib Rizieq pada kejadian 1 Juni tidak berada dilapangan Monas, Hakim menilai hal tersebut telah masuk materi persidangan dan bukan materi praperadilan.

Berdasarkan keterangan dua saksi yakni Neneng Yulinza dan Saleh Alatas yang menyatakan bahwa pada 1 Juni pagi dan siang hari hingga sore atau tepat pada saat kerusuhan dilapangan Monas terjadi Habib Rizieq sedang memberikan tausyiah dalam kegiatan majelis taklim kaum bapak dan kaum ibu di markas Front Pembela Islam, tidak menjadi kekuatan bagi majelis hakim untuk mengabulkan permohonan praperadilan.

Dikatakan hakim, meski Habib Rizieq tidak berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung, bukan berarti penangkapan dan penahanan itu tidak sah, karena beliau adalah Ketua FPI menjadi panutan bagi pengikutnya, sehingga apa yang ia ucapkan dalam setiap ceramahnya maka akan diikuti jamaahnya.

Selain itu, Hakim yang menggunakan dalil termohon mengungkapkan, pemberian surat penangkapan terhadap Habib Rizieq setelah dibawa ke Markas Polda Metro Jaya dianggap merupakan tindakan yang tidak bertentangan dengan hukum.

"Demi menghindari bentrok fiisk antara petgas dan anggota FPI ataupun LPI maka menurut pengadilan yang dilakukan termohon (polisi), sehingga pemohon (Habib Rizieq) ikut ke Markas merupakan tindakan yang sah dan tidak bertentangan dengan hukum, " jelasnya.

Putusan hakim ini kontan mengundang protes dan kemarahan dari pendukung FPI yang sejak awal memadati ruang sidang. Sesaat setelah mengetukkan palunya, hakim langsung diamankan oleh sejumlah aparat polri.

Sementara pendukung FPI terus berteriak-teriak, malah ada yang sempat merangsek menuju meja hakim. Sebagian lainnya, bertahan di dalam ruang siang, beberapa terlihat berdiri di atas kursi, namun amarah mereka mereda setelah salah satu pimpinan Majelis mengajak pendukung Habib Rizieq untuk membacakan Istighfar dan salawat badar. (eramuslim.com)
-------------------------------------------------------------------------------------
komentar saya:
"Selanjutnya, hakim memerintahkan pemohon tetap berada di dalam tahanan dan pemohon harus membayar seluruh biaya perkara".


massya Allah masa sidang saja harus membayar dasar kapitalisme apapun dijadikan obyek bisnis lama2 udara juga pasti akan dijual oleh kapitalis Astagfirullah

Yusuf Estes (mantan pendeta) : Islam Diminati Sebagian Besar Wanita di Dunia


Islam merupakan agama yang tidak hanya terpesat perkembangannya di dunia tetapi juga lebih menarik perhatian kaum wanita di berbagai belahan dunia. Begitu kata mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991, Yusuf Estes. Subhaanallah memang Islam itu agama yang indah dan lengkap, terlebih bila ditegakkan dalam bingkai Khilafah.

"Perbandingan antara wanita dan pria yang memeluk Islam adalah 10 berbanding dua," katanya di depan ratusan orang warga Kristen dan Muslim yang memadati aula kota (City Hall) Brisbane, Australia untuk mendengarkan ceramahnya tentang Islam yang damai Ahad (22/06) .

Ulama Muslim AS yang merupakan imam di sebuah instalasi militer AS di Texas dan pendakwah di Biro Penjara Federal AS sejak 1994 itu mengatakan, kaum wanita yang kini lebih dominan sebagai pemeluk Islam daripada pria ini menunjukkan ketertarikan mereka pada agama yang menempatkan posisi mereka tinggi dan mulia.

"Mengapa lebih banyak wanita yang memeluk Islam dari kaum pria? Apakah karena mereka mau dipukuli (pria Muslim)?" katanya bergurau untuk menepis anggapan keliru sejumlah pihak di luar Islam bahwa hak-hak wanita tidak dihormati dalam Islam.

Islam tidak menyalahkan kaum wanitanya atas apa yang dilakukan oleh Hawa yang bersama Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang Allah SWT sehingga mereka diturunkan ke bumi dan diampuni Allah kekhilafan mereka.

"Dalam Islam, kita (setiap manusia) bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan...," katanya.

Islam Agama Terpesat
Dalam ceramahnya yang berlangsung sekitar satu setengah jam dan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab itu, Yusuf Estes juga memaparkan fakta bahwa jumlah umat Islam kini mencapai lebih dari 1,2 miliar jiwa dan menjadikannya agama dengan perkembangan terpesat di dunia.

Namun, kendati Islam diturunkan Allah SWT di jazirah Arab, tidak berarti bahwa Islam identik dengan Arab. Bahkan, lebih dari 80 persen pemeluknya adalah orang-orang non-Arab, katanya.

Hanya saja, masih banyak orang yang salah faham tentang Islam dan para penganutnya, termasuk mereka yang menemukan kebenaran ilahiah dengan menjadi Muslim, kata Yusuf Estes.

Ia mencontohkan bagaimana banyak orang di Amerika terkejut dan mereka-reka alasan orang-orang tenar masuk Islam, seperti saat mereka pertama kali mengetahui petinju legendaris, Cassius Marcellus Clay Jr, masuk Islam tahun 1975 dan berganti nama dengan Muhammad Ali.

Hal yang sama juga menimpa publik Inggris saat mereka mengetahui penyanyi kenamaan mereka, Cat Stevens, memeluk Islam dan berganti nama dengan Yusuf Islam, katanya.

Muslimah di Barat, Berperan Penting


Ingrid Mattson - Mualaf Amerika yg skrg aktif Berdakwah
Apa yang dikatakan Yusf Estes memang benar, bahwa Islam menjadi agama yang menarik bagi kaum muslimah. Seperti di Inggris, kerapkali muslimah di negeri tersebut menyerukan Islam pada wanita-wanita melalui seminar-seminar dan diskusi-diskusi khusus muslimah.Bahkan wanita Muslimah di Barat sebenarnya berperan juga dalam dakwah Islam serta perjuangan politik.

Cahaya Islam benar-benar bersinar di Barat. Demikian pula dakwah kepada Islam gencar mulai dari Eropa seperti di Inggris, Denmark, Prancis, Belanda hingga benua Amerika seperti di kota New York, California dan negeri Canada. Walaupun demikian barat tak henti-hentinya mengkampanyekan buruk tentang Islam dan pemeluknya. Karena itulah beberapa komunitas Muslim di Barat menggelar "Stand for Islam" seperti di Inggris untuk menjelaskan Islam yang sebenar-benarnya.

Subhaanallah, keindahan Islam akan semakin nyata dalam keihidupan ini. Terlebih lagi bila ada institusi penegaknya. Islam bukan sebatas agama ritual, melainkan sebuah pandangan hidup yang melahirkan jalan hidup. Semenjak lebih dari 14 abad silam, Islam pernah ditegakkan dan menjadi pemersatu umat Muslim dunia. Namun kini, di manakah penegak Islam dan pemersatu umat Islam sedunia itu? Insya Allah, Khilafah kali kedua akan segera kembali! [z/m/ant/syabab.com]

Ayat Al-Qur`an Menggema di Aula Kota Brisbane

Brisbane - Lantunan ayat-ayat suci Al Qur`an, Minggu siang, menggema di ruang utama aula kota (city hall) Brisbane yang dipenuhi ratusan orang Kristen dan Muslim yang datang dari berbagai daerah di sekitar ibukota negara bagian Queensland, Australia, itu untuk mendengarkan ceramah Yusuf Estes.

Beberapa ayat suci umat Islam, termasuk sebuah ayat yang mengingatkan manusia bahwa "tidak ada paksaan dalam beragama" itu, dibacakan seorang pria Muslim beberapa saat sebelum mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991 itu muncul di podium.

Ratusan orang berusia tua dan muda, termasuk ibu-ibu yang datang bersama anak mereka, duduk rapi di ratusan tempat duduk yang tersusun rapi di dalam aula kota berarsitektur khas Eropa abad pertengahan itu.

Di atas kursi hadirin tersedia sebuah paket berisi CD bertajuk "Why do Priests and Preachers Enter Islam" (Kenapa Para Pendeta Masuk Islam?) dan dua buku masing-masing berjudul "The Key to Understanding Islam" (Kunci Memahami Islam) serta "Muhammad the Messanger of Allah" (Muhammad Utusan Allah).

Paket itu disediakan Organisasi Keislaman "Discover Islam Australia" yang mendukung dakwah Yusuf Estes untuk memperkenalkan Islam yang damai kepada komunitas Australia di Brisbane.

Dalam ceramahnya yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu, mantan pendeta asal Texas yang lahir dan besar dalam sebuah keluarga Kristiani yang taat ini menjelaskan berbagai aspek tentang Islam.

Dengan bahasa Inggris Amerika yang sesekali diselingi dengan gurauan segar, imam di sebuah instalasi militer AS di Texas dan pendakwah Islam di Biro Penjara Federal AS sejak 1994 itu menjelaskan konsep ketuhanan, kenabian, kitab suci, kedudukan Mariam (Bunda Maria) dan Nabi Isa AS (Jesus), hingga kedudukan para nabi, kaum wanita dan anak-anak, serta jihad menurut Islam.

Yusuf Estes juga membandingkan konsepsi Islam tentang ketuhanan, kenabian dan kedudukannya, serta kedudukan kaum wanita dan anak-anak dengan konsepsi Kristiani yang bersumber dari Perjanjian Baru (Injil).

Mantan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian PBB untuk Para Pemimpin Agama itu mengatakan, Islam tidak menyalahkan kaum wanita atas apa yang dilakukan oleh Hawa yang bersama Nabi Adam memakan buah kuldi yang dilarang Allah SWT, sehingga mereka diturunkan ke bumi dan diampuni Allah kekhilafan mereka.

"Dalam Islam, kita (setiap manusia) bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan...," katanya.

Tentang anak-anak yang dilahirkan, Islam berpandangan bahwa setiap anak mendapatkan rahmat dan dirahmati. Karena itu, menurut Islam, setiap anak yang meninggal dunia akan masuk surga terlepas dari agama apa pun yang dianut oleh orang tua mereka, kata Yusuf Estes.

Makna Islam
Dengan lugas, pendakwah AS yang lahir di Ohio tahun 1944 ini juga memaparkan makna kata "Islam" di depan ratusan orang yang tampak mendengarkan ceramahnya dengan seksama itu. "Islam berarti berserah diri (surrender) kepada perintah Allah dan senantiasa damai atas apa pun yang menimpa diri kita," katanya.

Yusuf Estes mengatakan, orang-orang yang mengikuti ajaran Islam dengan sebenar-benarnya akan senantiasa siap sedia terhadap apa pun yang menimpa diri mereka. Di dalam Islam, kejujuran merupakan nilai baik yang bersifat wajib bagi setiap diri Muslim.

Umat Islam tidak boleh berbohong walaupun itu dilakukan hanya untuk tujuan "bergurau".

"Jangan pernah berbohong walaupun itu hanya sekadar untuk bergurau. Karena itu, Muslim tidak melakukan gurauan terhadap Muslim lainnya, kitab-kitab suci, dan seluruh nabi dan rasul yang diyakini Islam, termasuk Isa AS (Jesus)," katanya.

Bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam dan alasan mengapa dia memeluk Islam, Yusuf Estes merekomendasikan beberapa situs internet yang bisa dirujuk, seperti http://www.yusufestes.com/, http://shareislam.com/, http://www.hearislam.com/, dan http://chatislam.com/

Ceramahnya di "City Hall" Brisbane itu merupakan puncak kegiatan dakwahnya guna membangun pemahaman yang benar dan lebih proporsional tentang Islam dan Muslim kepada komunitas non-Muslim Australia di beberapa kota di negara bagian Queensland.

Salah faham dan ketakutan (fobia) terhadap Islam masih terus terjadi di masyarakat Australia sebagai akibat dari rendahnya pemahaman mereka terhadap Islam serta pemberitaan media setempat yang keliru dan tidak proporsional tentang Islam dan umat Islam.

Hasil penelitian pakar studi-studi keislaman dari Universitas Griffith, Halim Rane, bertajuk "Knowing One Another: An Antidote for Mass Media Islam" menegaskan besarnya sumbangan media Australia terhadap penciptaan kesalahpahaman publik ini.

Yusuf Estes mengawali misi dakwahnya pada 9 Juni lalu di Masjid Lutwyche. Di masjid ini, dia mengupas masalah konflik dan koherensi. Seterusnya pada 10 Juni, dia memberi ceramah di Universitas Griffith.

Selama di Brisbane itu, Yusuf Estes pun mengupas kilas balik perjalanan spiritualitas dirinya, bagaimana kehidupan Muslim di Dunia Barat, serta memberikan lokakarya tentang dakwah Islam di Masjid Kuraby, Holland Park, Darul Uloom dan Gold Coast.

Kehadirannya di Brisbane tidak terlepas dari peran "Discover Islam Australia" (Temukan Islam Australia), salah satu organisasi keislaman di Brisbane yang memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan perdamaian dan harmoni melalui pengenalan Islam yang benar kepada masyarakat Australia.(swaramuslim.com)

Senin, 23 Juni 2008

Ma' Had Al-Quran Pandeglang Menjadi yang Terbesar Asia Tenggara

Direktur Pusat Studi Islam Frankfurt, Jerman, Prof. Dr. Muhammad Hassan Hitou mengharapkan Ma`had (Pusat Pendidikan) Al-Quran Pondok Pesantren Darul Muzari`in Al-Islamiyah, Pandeglang, Banten, akan menjadi institusi terbesar di Asia Tenggara (Asean) karena lingkungan masyarakatnya sangat mendukung di samping suasana religius Islami sudah tertanam sejak lama.

"Ketika datang pertama kali ke Pandeglang, infrastruktur belum memadai. Tapi ketika akan dilakukan peletakan batu pertama, jalan sudah baik, " kata Hassan Hitou ketika berpidato di hadapan sejumlah pejabat di Pondok Pesantren tersebut, di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigelis, Pandeglang, Banten, Sabtu.

Tentang pengembangan Ma`had ke depan, menurut Hassan Hitou, akan membangkitkan kejayaan Banten dengan nilai Islamnya. Sebab, dari berbagai literatur yang dipelajarinya, banyak ulama dari daerah ini melahirkan karya ilmiah dan bernilai tinggi. "Kejayaan Banten dengan nilai Islamnya harus dikembalikan, " imbuhnya.

Hassan Hitou yang datang ke Pandenglang untuk kedua kalinya. Selain memberi bantuan pembangunan bagi Pondok pesantren Darul Muzari`in Al-Islamiyah, juga membagi-bagi bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin sebesar 100-200 ribu rupiah di kawasan tersebut.

Sebelumnya, pengajar pada jurusan ilmu Islam Universitas Damaskus, Suriyah Dr. Taufik Ramadhan mengatakan, Ma`had Al-Quran di Pondok Pesantren yang didirikan di Pandeglang ini memiliki arti penting dalam pengembangan ajaran Islam. Peletakan batu pertama hanya merupakan simbol belaka, tetapi lebih penting dari itu adalah mengisi dengan berbagai kegiatan sesuai seperti yang diamanatkan Nabi Muhammad SAW.

"Mengamalkan ajaran Islam dan Al-Quran akan membawa keberkahan yang pada akhirnya akan memperkuat solidaritas sesama Muslim, " ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Menag M. Maftuh Basyuni, Wakil Gubernur Banteng, H.M. Masduki, Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusuma, Dubes Suriyah H.M. Muzzamil Basyni, Sekjen Depag Barul Hayat, dan Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Nassaruddin Umar.

Sementara itu Menag M. Maftuh Basyuni sebelum meletakan batu pertama bangunan Ma`had Al-Quran, merasa terdorong mendirikan Pondok Pesantren di daerah itu lantaran adanya keprihatinan akan makin kurangnya para pemuda menggeluti ilmu Al-Quran.

Beberapa kali mengadakan pertemuan dengan ulama Banten, mulai tampak gejala makin menurunnya minat pemuda menggeluti Ilmu Al-Quran juga dialami di daerah ini. "Untuk itulah, atas izin Allah dan adanya kelebihan rezeki, akhirnya Pondok Pesantren di Desa Karang Bolong dapat didirikan. Meski belum sempurna betul, tetapi setidaknya anak kecil di daerah ini sudah makin gemar membaca Al-Quran, " katanya.

Mengenai alasan memilih daerah tersebut, Menag mengatakan, daerah ini masih cukup steril dan jauh dari polusi udara. Selain itu, wilayah tersebut masih jauh dari pengaruh gaya hidup pemuda kota yang cenderung mengabaikan nilai relegius. Dan, Ia menambahkan Ma'had Al-Quran ini sekitar satu tahun lagi sudah dapat digunakan

Sebelumnya Sekretaris Umum Yayasan Darul Muzari`in al-Islamiah, H. Sudaryono mengatakan, Pondok Pesantren itu didirikan pada 1998. Pada tahun 2000 didirikan masjid. Luas areal pendidikan 8 ha, untuk lahan percobaan dan sarana pertanian 12 ha. Sedangkan luas pertanian mencapai 20 ha. Di areal ini juga ada lahan untuk peternakan sapi dan kambing dengan lahan 1, 5 ha. Juga ada pabrik tahu untuk memberdayakan masyarakat setempat. "Kita harapkan, jika nanti para santri punya minat di bidang pertanian, mereka akan punya kesempatan luas, " pungkasnya.(eramuslim.com)

Aliran Sesat dan Siasat Kaum Imperialis

Ketika Mirza Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai utusan Allah setelah Rasulullah saw., dunia sudah terhentak. Pemikiran ini jelas kanker akidah yang membahayakan umat. Konsekuensi dari keyakinan ini adalah riddah, keluar dari Islam. Para ulama telah bersepakat ihwal status Rasulullah saw. sebagai pamungkas para nabi dan rasul. Nabi saw. bersabda:”Sesungguhnya akan ada di tengah-tengah umatku 30 orang pendusta, seluruhnya menyatakan bahwa mereka adalah nabi, padahal aku adalah penutup para nabi dan tidak ada lagi nabi setelahku.”

Jemaat Ahmadiyah yang lahir di tengah-tengah perjuangan umat Islam India melawan imperialis Inggris jelas menambah masalah baru. Yang lebih menyentakkan lagi ialah keluarnya fatwa dari sang ?nabi’ untuk tidak memerangi kolonialis Inggris, dan himbauan untuk bersahabat dengan mereka.

Terang saja banyak orang mengerenyutkan kening. Curiga bahwa kemunculan nabi plagiat ini adalah kombinasi antara megalomania - haus kekuasaan-, patogen akidah, dan misi intelijen kaum imperialis untuk memecah belah perjuangan umat Islam di India. Bagian terakhir ini makin dikuatkan dengan kenyataan bahwa jemaat Ahmadiyah membangun kekhilafahannya di ibu kota imperialis, London, Inggris. Menguatkan dugaan bahwa Inggris adalah bidan yang membantu kelahiran aliran sesat ini.

Kini, di dunia, terdapat ratusan mungkin ribuan aliran sesat serupa Ahmadiyah. Kemunculan mereka pastinya menambah runyam kondisi umat. Sudahlah tak memiliki kepemimpinan, ditambah lagi borok yang menggerogoti akidah umat.

Sebagian aliran itu muncul karena ?kenekatan’ para pemimpinnya dalam menafsirkan ajaran agama secara bebas, tapi sebagian lagi kita patut curiga sebagai manuver politik keji terhadap umat. Selain menyesatkan, kemunculan kelompok-kelompok sempalan tersebut juga memecah belah dan secara otomatis melemahkan perjuangan umat Islam.

Banyak kalangan yang menganalisa bahwa kemunculan aliran-aliran sempalan merupakan bagian dari desain besar untuk merontokkan perjuangan umat. Dengan payung hukum demokrasi dan HAM, tak ada satupun institusi formal yang bisa melarang menjamurnya berbagai aliran sesat. Terbukti, Bakor PAKEM (Badan Koordinasi Pengawas Aliran dan Kepercayaan Masyarakat) pada? awal tahun ini menyatakan bahwa Ahmadiyah diperbolehkan tetap eksis dan berkembang. Sebelumnya, jemaat Kerajaan Tuhan pimpinan Lia Eden, juga berakhir dengan vonis bebas di pengadilan

Yang lebih mengejutkan lagi adalah pernyataan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Wisnu Soebroto, meminta agar fatwa MUI yang menyatakan bahwa Ahmadiyah ajaran sesat agar ditinjau kembali. Dalam laporan akhir tahun 2007 di Kejagung, Wisnu, meminta agar Forum Pakem berhati-hati dalam mengeluarkan larangan terhadap sebuah aliran (INTELIJEN, No. 24 Th IV/2008/17-30 Januari).

Bidikan dari misi aliran sesat ini, selain memecah belah umat, menjauhkan umat Islam dari? perjuangan penegakkan syari’at dan khilafah, juga untuk memberangus kelompok pro-syari’ah.

Skenarionya adalah dengan melakukan taktik pancing-jaring. Dengan pembiaran berkembangnya beragam aliran sesat, maka akan terjadi konflik horisontal antara umat Islam dengan para pendukung aliran sesat. Ditambah dengan provokasi dan kecerdikan para intel, maka dengan amat mudah akan muncul aksi kekerasan. Ini seperti memancing ular keluar dari sarangnya untuk kemudian digebug dengan mudah. Ending-nya bisa ditebak, kelompok pro-syariat bisa diberangus karena dianggap telah melanggar hukum, dengan melakukan anarkisme.

Juru bicara Ahmadiyah, Mubarik Ahmad, menegaskan bahwa pihaknya bersandar pada UUD ?45 dan konvensi internasional yang menjamin kebebasan beragama. Direktur Indonesian Conference, Religion and Peace (ICRP), Djohan Efendi berharap pemerintah tidak tinggal diam atas warga negaranya yang tidak bebas menjalankan keyakinannya.

Lebih jauh lagi, Gus Dur meminta kepada pemerintah agar membubarkan MUI. Alasannya, kekerasan yang menimpa jamaah Ahmadiyah disebabkan fatwa dari MUI. Sementara itu praktisi hukum, Adnan Buyung Nasution, menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap lemah terhadap MUI.

Melihat peta politik ini, maka sepatutnya para pejuang syariah semakin waspada. Tidak mudah terpancing dengan provokasi musuh, apalagi jatuh pada tindakan anarkisme.

Perlu kehati-hatian dan langkah yang tepat. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah tetap melakukan pergolakan pemikiran yakni melawan kesesatan pemikiran lawan, serta membongkar kebusukan manuver-manuver politik musuh dan para pelakunya. Kemudian menyadarkan aparat hukum dan penguasa akan bahaya dan licinnya aliran-aliran sesat ini. Bahwa demokrasi dan HAM bukanlah obat dan harapan, melainkan senjata beracun yang mematikan umat Islam.

Terakhir, maraknya aliran sesat semestinya menyadarkan kita akan pentingnya memiliki kepemimpinan yang tunduk pada al-Quran dan as-Sunnah. Yang melindungi umat dari segala kejahatan, termasuk kejahatan akidah. [januar]

Minggu, 22 Juni 2008

Menimbang Pernyataan Bebas Memilih Agama

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan



Muncul di tengah kita pemikiran yang menyatakan bahwa semua agama sama. Hingga akhirnya, orang pun memiliki hak kebebasan untuk menentukan agamanya, berpindah-pindah keyakinan, bahkan menciptakan agama baru, dan seterusnya. Pernyataan yang juga diusung kaum liberal ini, kemudian dihubungkan pula dengan dalih hak asasi manusia dan kebebasan dalam memeluk suatu agama dan kepercayaan

Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran pernyataan ini? Berikut ini kami angkat risalah Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan. Kami terjemahkan dari Kitab Al-Bayan Li Akhtha'i Ba'dhil-Kuttab, Cetakan Darubnil-Jauzi (2/66-68). Semoga bermanfaat.

Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi. Tidak ada nabi setelah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga haru kiamat.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…”[Al-Ahzab : 40]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Dan aku merupakan penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku” [HR Tirmidzi]

Syari’at beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga merupakan penutup syari’at. Tidak ada syari’at yang menyamainya, dan tidak ada syari’at baru setelahnya hingga hari kiamat.

Allah berfirman.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” [Ali-Imran : 19]

“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” [Ali-Imran : 85]

Islam, artinya menyerahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mentauhidkan dan tunduk kepadaNya dengan mentaatiNya, dan berlepas diri dari kesyirikan serta pelakunya. Islam dengan makna seperti inilah yang dibawa semua rasul. Jadi, Islam ialah mentauhidkan Allah, mentaati para rasulNya, dan mengamalkan syari’at yang diberlakukan pada zamannya. Aqidah para nabi itu satu (sama), yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedangkan syariatnya berbeda-beda, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan syariat yang sesuai dengan masanya.

“Untuk tiap-tiap umat di antara kami, Kami berikan aturan dan jalan yang terang” [Al-Ma’idah : 48]

“Bagi taip-tiap masa ada kitab (yang tertentu). Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisiNya-lah terdapat Ummul kitab (Lauh Mahfudz)’[Ar-Ra’d : 38-39]

Apabila suatu syari’at sudah dihapus, maka wajib mengamalkan syari’at baru yang menghapusnya. Tidak boleh mengamalkan syariat yang telah dihapus. Karena mengamalkan yang telah dihapus bukan ibadah, tetapi hanya mengikuti hawa nafsu dan setan. Dan syari’at Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan penghapus bagi semua syari’at terdahulu. Karena itu, wajib mengamalkannya dan meninggalkan syari’at lainnya, karena semua sudah terhapus.

Syari’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini mencakup semua yang bisa memberi kebaikan kepada manusia, di setiap tempat dan segala keadaan.

“Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-ku, dan telah Aku ridhai Islam itu menjadi agamamu” [Al-Maidah : 3]

Yang dimaksud dengan kalimat “Islam” dalam ayat ini, ialah dien (agama) Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena setelah pengangkatan beliau sebagai Rasul. Istilah Islam digunakan pada syari’at yang dibawa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada semua manusia.

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya” [Saba’ : 28]

“Katakanlah :”Hain manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua…” [Al-A’raf : 158]

Oleh karena itu, seseorang yang tetap bertahan dengan agama-agama terdahulu, seperti Yahudi dan Nasrani atau lainya, berarti ia menjadi orang yang ingkar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak berada di atas agama yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk diikuti, yaitu agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu: [Al-Maidah : 67]

Setelah itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim surat kepada para raja di muka bumi untuk mengajanya masuk Islam, mengikuti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan membebankan atas mereka tanggung jawab ittiba’ jika mereka tetap kufur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengirim para utusan ke pelbagai penjuru dunia.

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam mengirim Mu’adz bin Jabal ke Yaman, seraya bersabda.

“Engkau akan mendatangi sebagian kaum Ahli Kitab, maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan, ialah syahadat Lailaha Illallah dan Muhammad itu Rasulullah” [Al-Hadits]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya” [At-Taubah : 73]

Maka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bergegas melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memimpin tentara dan membentuk pasukan untuk berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian para sahabat setelah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan jihad ini, sehingga berhasil menaklukkan dunia bagian timur dan barat. Dan agama Allah memperoleh kemenangan, meskipun orang-orang musyrik membenci.

Sehingga, berdasarkan uraian di atas, maka perkataan “bebas memilih agama” merupakan perkataan bathil. Perkataan ini akan mengakibatkan terhapusnya syariat jihad fi sabilillah, padahal Allah Azza wa Jalla berfirman.

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi, dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka” [Al-Baqarah : 193]

Juga memiliki konsekwensi, tidak perlu dikirimkan Rasul dan diturunkan Kitab untuk memerintahkan (manusia) beribadah kepada Allah Azza wa Jalla semata. Juga berarti, tidak boleh membunuh orang murtad yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar dibunuh, (sebagaimana) dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Orang yang menggantikan agamanya, maka bunuhlah dia” [HR Al-Bukhari]

Yang melontarkan perkataan ini, hanyalah golongan penganut ‘wihdatul-wujud’ . Mereka berpendapat bahwa semua yang disembah ialah Allah Azza wa Jalla Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka. Perkataan ini kemudian bertemu dengan perkataan orang-oran musyrik ketika diperintahkan oleh para nabi mereka untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla semata dan meninggalkan semua sesembahan yang lain, mereka berkata.

“Dan mereka berkata : “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) ilah-ilah kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, ya’uq dan Nasr” [Nuh : 23]

“Mengapa ia menjadikan ilah-ilah itu ilah yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan” [Shad : 5]

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)” [Al-Baqarah : 256]

Yang dijadikan pegangan oleh para pengusung pendapat ini tanpa alasan yang haq, maka ayat tersebut tidak seperti yang mereka inginkan.

Al-Iman Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
Allah Azza wa Jalla berfirman : “Maksudnya surat Al-Baqarah ayat 256 yaitu, kalian jangan memaksa seseorang untuk memasuki Islam”

Maksudnya sangatlah jelas, tidak perlu memaksa seseorang masuk Islam. Akan tetapi, orang yang diberi petunjuk Allah Azza wa Jalla, dan dilapangkan dadanya untuk menerimanya, serta hatinya disinari, maka ia akan masuk Islam. Sedangkan orang yang dibutakan mata hatinya, pendengaran dan penglihatannya ditutup oleh Allah Azza wa Jalla, maka tidak ada gunanya memaksanya masuk Islam. Para ulama menyebutkan ayat ini turun pada sekelompok orang Anshar, meskipun hukum ayat ini bersifat umum.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
Sebagian ulama berpendapat, pengertian ayat ini dibawakan kepada para ahli kitab dan orang yang mengikuti agama mereka sebelum terjadi perubahan dan pergantian. Jika mereka sudah membayar jizyah (artinya, orang kafir yang telah membayar jizyah ini, jangan dipaksa masuk Islam, -red). Sementara itu, sebagian ulama lainnya mengatakan, bahwa ayat ini telah dimansukh (dihapus hukumnya dan diganti,-red) dengan ayat yang memerintahkan untuk berperang, dan wajib mendakwahi semua umat manusia agar masuk ke dalam agama Islam yang lurus ini. Jika ada di antara manusia yang tidak mau masuk Islam, tidak mau tunduk kepadanya, dan juga tidak mau membayar jizyah, maka ia diperangi sampai terbunuh. Selesai perkataan Ibnu Katsir rahimahullah

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’diy mengatakan, dalam firman Allah Azza wa Jalla surat Al-Baqarah ayat 256 ini, sebagai penjelasan mengenai kesempurnaan agama ini. Karena kesempurnaan bukti-buktinya, kejelasan ayat-ayatnya, juga karena keberadaan Islam itu sebagai agama (yang sesuai dengan) akal, ilmu, fitrah, hikmah, agama kebaikan dan yang mengadakan perbaikan, agama yang haq dan agama petunjuk. Karena kesempurnaannya ini, juga karena diterima oleh fithrah, maka tidak perlu memaksa manusia masuk Islam. Karena pemaksaan itu ada hanya pada sesuatu yang tidak disenangi hati, bertentangan dengan hakikat dan kebenaran, atau pda sesuatu yang tidak jelas bukti dan tanda-tandanya.

Jika tidak demikian, maka orang yang telah sampai padanya dien ini lalu dia menolaknya, tidak menerimanya, maka itu dikarenakan oleh pembangkangannya. Karena sudah jelas perbedaan antara petunjuk dan kesesatan. Sehingga, tidak ada alasan dan argumen menolak Islam.

Makna ini, tidak bertentangan dengan banyak ayat yang menyerukan kewajiban jihad. Karena Allah Azza wa Jalla mewajibkan jihad, supaya semua dien (agama) itu hanya untuk Allah Azza wa Jalla, juga untuk menghalau kezhaliman para pelakunya. Dan kaum muslimin sepakat, bahwa jihad itu tetap ada bersama dengan pemimpin yang baik dan zhalim. Itu termasuk yang difardhukan secara terus menerus, jihad melalui ucapan ataupun perbuatan.

Jadi jelas, maksud firman Allah surat Al-Baqarah ayat 256, bukan membiarkan manusia tetap berada di atas agama kekufuran, kesyirikan ataupun menyimpang, karena Allah Azza wa Jalla menciptakan makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” [Adz-Dzariyat : 56]

Baragsiapa yang tidak mau beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, maka orang itu diperangi, sehingga semua agama (ketaatan, -red) itu hanya untuk Allah Azza wa Jalla [1]

Demikianlah, kita memohon kepada Allah agar Dia menujukkan kepada kita kebenaran itu sebagai kebenaran, dan memberikan kepada kita kekuatan untuk mengikutinya, serta menujukkan kepada kita kebathilan itu sebagai sebuah kebathilan dan memberikan kekuatan untuk menjauhinya

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XI/1428H/2007M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]
_________
Footnotes
[1]. Dan hal ini tentu dengan memperhatikan syarat-syarat dan adab-adabnya sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Seperti harus adanya kemampuan dan telah sampainya dakwah kepada mereka. Wallahu a’lam. (-red)

Hukum Seorang Muslim Menikahi Orang Kafir Yang Tidak Memiliki Kitab

DEFENISI KAFIR
[1]. Secara Bahasa
Kafir (secara bahasa) artinya menutup, menghalangi dan menolak. Malam hari juga disebut “kafir”, karena ia menutupi segala sesuatu. Setiap sesuatu yang menutupi yang lain, berarti ia telah kafarahu (menutupinya). Al-Kafir (orang kafir) adalah az-zari’ (penanam), sebab ia menutup benih dengan tanah. Jadi al-kuffar (orang-orang kafir) adalah az-zurra’ (orang-orang yang menanam benih) [1]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani” [Al-Hadid : 20]

Makna Al-Kuffar di sini, yaitu para penanam (petani), sebab mereka menimbun benih, yakni mereka menutupnya dengan tanah. [2]

[2]. Secara Istilah
Ar-Razi mengatakan dalam tafsirnya setelah ia mengakui sangat sulit bagi kalangan ahli kalam (teolog) memberikan batasan makna kafir (orang kafir). Kafir adalah tidak mempercayai sedikitpun apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal hal itu telah diketahui secara nyata. [3]

Defenisi yang lain : Kafir adalah lawan kata iman yaitu mengingkari salah satu dari apa yang dibawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah sampai kepada kita dengan riwayat yang meyakinkan lagi pasti. [4]

HUKUM MENIKAHI WANITA MUSYRIK
Seorang muslim dilarang menikahi wanita-wanita musyrik [5]. Pendapat ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman”[Al-Baqarah : 221]

Juga dengan ijma ulama.

Dalil tersebut sangat jelas menerangkan larangan menikahi atau mengawini wanita-wanita musyrik, baik wanita tersebut merdeka atau budak.

HUKUM MENIKAHI WANITA MAJUSI [6]
Seorang muslim dilarang menikahi wanita Majusi. Sebab, orang Majusi bukan dari golongan Ahli Kitab. Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Ahli Kitab adalah mereka yang beragama Yahudi maupun Nasrani. Kitab Taurat diturunkan kepada kaum Yahudi dan Nabi mereka adalah Musa Alaihissalam. Sedangkan kitab Injil diturunkan kepada kaum Nasrani, dan Nabi mereka adalah Isa bin Maryam Alaihissalam. Namun madzhab Zhahiriah membolehkan seorang muslim menikah dengan wanita Majusi dengan hujjah mereka termasuk golongan Ahli kitab. [7]

Abu Tsaur mengatakan : “Boleh menikahi wanita Majusi berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Berbuatlah kalian kepada mereka (orang-orang Majusi,-pent) sebagaimana berbuat kepada golongan Ahli Kitab” [8]

Alasan lain, karena diriwayatkan dalam sebuah riwayat bahwa Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu pernah menikahi wanita Majusi, dan karena mereka masih ditetapkan terkena jizyah (pajak), sehingga setatus mereka mirip dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani” [9]

Yang benar adalah pendapat mayoritas ulama. Pasalnya, orang-orang Majusi bukan termasuk golongan Ahli Kitab. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : (Kami turunkan Al-Qur’an itu) agar kamu (tidak) mengatakan : Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami” [Al-An’am : 156]

Seandainya orang-orang Majusi termasuk golongan Ahli Kitab, pasti akan disebutkan bahwa Ahli kitab terdiri dari tiga kelompok.

Adapun sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Berbuatlah kalian kepada mereka (orang-orang Majusi,-pent) sebagaimana berbuat kepada golongan Ahli Kitab” [10]

Ini adalah sebuah bukti bahwa mereka tidak memiliki kitab. Sesungguhnya yang dimaksudkan dari hadits tersebut adalah dalam rangka melindungi darah mereka dan masih ditetapkan terkena jizyah, bukan yang lainnya. Sedangkan mengenai riwayat bahwa Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu pernah menikahi wanita Majusi, maka riwayat ini tidak shahih dan Imam Ahmad telah mendha’ifkan (melemahkan) orang yang meriwayatkan dari Hudzaifah bahwa beliau pernah menikahi wanita Majusi. Abu Wa’il menyatakan : “(Orang yang meriwayatkan bahwa) beliau pernah menikahi wanita Yahudi itu lebih kuat daripada orang yang meriwayatkan dari beliau bahwa beliau pernah menikahi wanita Majusi”. Sementara Ibnu Sirin mengatakan : “Konon, istri Hudzaifah beragama Nasrani” [11]

Dengan diskusi (munaqasah) ini, maka jelaslah bagi kita bahwa yang lebih rajih (unggul) adalah pendapat jumhur ulama yang menyatakan bahwa seorang muslim haram menikahi wanita Majusi.

HUKUM MENIKAHI WANITA SHABI’AH [12]
Para ulama –rahimahumullah- masih berbeda pendapat tentang hukum menikahi wanita Shabi’ah.

Letak perbedaan ini berdasarkan perbedaan madzhab mereka masing-masing. Di kalangan ulama ada yang mengkategorikan mereka termasuk golongan Ahli Kitab, sehingga dibolehkan menikahi mereka. Ini adalah pendapat Abu Hanifah rahimahullah, sedangkan Abu Yusuf dan Muhammad bin Yusuf Asy-Syaibani (keduanya adalah sahabat Abu Hanifah, pent), berpendapat tidak boleh menikahi wanita Shabi’ah. Sebab, mereka adalah para penyembah berhala. Mereka menyembah bintang-bintang [13]. Pendapat ini juga dipegang oleh pengkiut madzhab Malikiyah. [14]

Adapun madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah (Hanbali), mereka memberikan perincian dalam masalah tersebut. Jika mereka sesuai dengan kaum Nasrani atau Yahudi (Ahli Kitab) dalam masalah pokok-pokok agama (usul), namun menyelisihi dalam masalah yang bersifat cabang (furu’ bukan masalah ushul), maka mereka termasuk golongan Ahli Kitab, sehingga boleh dinikahi. Sebaliknya, jika mereka menyelisihi Ahli Kitab dalam masalah pokok-pokok agama, maka mereka bukan termasuk golongan Ahli Kitab, sehingga mereka tidak boleh dinikahi” [15]

HUKUM MENIKAHI WANITA-WANITA PENYEMBAH BERHALA DAN YANG SERUPA
Para ulama telah sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh menikahi para penyembah berhala dan yang serupa dengan mereka dari golongan orang-orang kafir yang tidak memiliki kitab. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [Al-Mumtahanan : 10]

Juga firman-Nya.

“Artinya : Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman” [Al-Baqarah : 221]

Di kalangan para ulama tidak ada perbedaan pendapat mengenai haramnya menikahi wanita-wanita mereka … Ketentuan tersebut berdasarkan dalil-dalil yang menyatakan secara jelas (sharih) tentang keharamannya. [16]

[Disalin dari kitab Akhkaamu Nikaakhu Al-Kuffaar Alaa Al-Madzhabi Al-Arba’ah, Penulis Humaidhi bin Abdul Aziz bin Muhammad Al-Humaidhi, edisi Indonesia Bolehkah Rumah Tangga Beda Agama?, Penerbit At-Tibyan, Penerjemah Mutsana Abdul Qahhar]
__________
Foote Note
[1]. Lihat Mukhtashar Ash-Shihah : 572-573, terbitan Maktabah Al-Hilal, Beirut. Lihat pula Al-Mu’jam Al-Wasith II/791-792, Daar Ihya-u At-Turats Al-Arabi.
[2]. Lihat Fathu Al-Qadir oleh Asy-Syaukani V/175
[3]. Lihat At-Tafsir Al-Kabir oleh Ar-Razi II/39, terbitan Daaru Al-Kutub Al-Alamiin.
[4]. Al-Kufru wa Al-Mukaffarat, Ahmad Izzuddin Al-Bayanunii 6, terbitan Maktabah Al-Huda.
[5]. Badaai’ Ash-Shanaai’ oleh Al-Kasani II/271, Darul Kitab Al-Arabi. Al-Kafi oleh Ibnu Abdil Barr II/543. Takmilah Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab XVI/232. Mughni Al-Muhtaj Syarh Al-Minhaj III/187, Daar Ihya-u At-Turats Al-Arabi, Libanon. Syarh Muntaha Al-Iradaat III/36, Daar Al-Ifta Al-Mamlakah Al-Arabiyyah As-Su’udiyyah. Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah VI/472, Maktabah Ar-Riyadh Al-Haditsah.
[6]. Majusi adalah orang-orang yang menyembah api.
[7]. Badaai’ Ash-Shanaai’ II/272, Syarh Fath Al-Qadir oleh Ibnul Hammam III/230, terbitan Al-Halabi, Al-Kafi oleh Ibnu Abdil Barr II/543, Takmilah Al-Mjmu XVI/233, Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah VI/591
[8]. Tanwiru Al-Hawalik Syarh Ala Muwaththa’ Malik. Kitab Az-Zakat I/264 terbitan Daar An-Nadwah Al-Jadidah, Beirut.
[9]. Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah VI/591
[10]. Tanwiru Al-Hawalik Syarh Ala Muwaththa’ Malik. Kitab Az-Zakat I/264 terbitan Daar An-Nadwah Al-Jadidah, Beirut.
[11]. Al-Mughni VI/592
[12]. Shabi’ah adalah sekelompok dari orang-orang Nasrani yang memang disebut demikian. Ada ulama yang berpendapat karena mereka dinisbatkan kepada Shabi’, paman Nabi Nuh Alaihissalam. Pendapat lain, karena mereka keluar dari agama yang satu dan masuk ke agama yang lain. Dahulu orang-orang kafir biasa menyebut para sahabat Radhiyallahu ‘anhum sebagai shabi’ah, karena mereka keluar dari agamanya dan masuk ke agama Islam. (Lihat Mughni Al-Muhtaj Syarhu Asy-Syaibani III/18). Ibnul Hammam berkata : “Mereka adalah sebuah kaum yang menentang agama Yahudi dan Nasrani, lalu menyembah bintang-bintang”. Dan disebutkan dalam Ash-Shihah : “Sesungguhnya mereka termasuk golongan Ahli Kitab” [Syarh Fath Al-Qadir III/223]

Ibnu Qudamah berkata : “Para ulama masih berbeda pendapat mengenai orang-orang shabi’ah. Diriwayatkan dari Ahmad bahwa mereka masih termasuk golongan Nasrani. Pada kesempatan yang lain beliau berkata : “saya telah mendengar kabar bahwa mereka adalah orang-orang yag memuliakan kesucian hari Sabtu, maka mereka termasuk orang-orang Yahudi”. Diriwayatkan dari Umar bahwa beliau pernah berkata : “Mereka adalah orang-orang yang memuliakan hari Sabtu”. Mujahid berkata : “Mereka adalah orang-orang yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani”. Sedangkan Imam Syafi’i lebih cenderung diam dalam menentukan status mereka.

Pendapat yang benar adalah justru keluar dari semua pendapat di atas. Jika mereka sesuai dengan salah satu Ahli Kitab dalam hal siapa nabi mereka dan apa kitabnya, maka mereka masih satu golongan. Namun jika mereka menyelisihi dalam masalah tersebut, maka mereka bukan lagi termasuk Ahli Kitab. [Lihat Al-Mughni VIII/496-497]
[13]. Lihat Syarh Fath Al-Qadir III/232
[14]. Lihat Al-Fawakih Ad-Diwani II/42, terbitan Daar Al-Baaz
[15]. Lihat Raudhah Ath-Thalibi wa Umdah Al-Muftin oleh An-Nawawi VII/139 dan Al-Mughni oleh Ibnu Qudamah VI/591
[16]. Lihat Syarh Fath Al-Qadir III/231, Bidayah Al-Mujtahid oleh Ibnu Rusyd II/44 terbitan Daar Al-Ma’rifah, Takmilah Al-Majmu XVI/232 dan Hasyiyah Ar-Raudh Al-Murbi oleh Al-Anqari III/84 terbitan Maktabah Ar-Riyadh Al-Haditsah.

Ribuan Massa FUI Kepung Istana


Presiden Wajib Lindungi Umat Islam, Bubarkan Ahmadiyah!
Bubarkan Ahmadiyah...Bubarkan Ahmadiyah...Bebaskan Habib Rizieq...Bebaskan Munarman...Adili AKKBB!!! Teriak ribuanorang yang dari Forum Umat Islam bersama Forum Ulama Habaib serta gabungan Pondok Pesantren dan Majelis Taklim se-Jabodetabek dalam aksi damai, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/6). Selain berorasi menuntut pembubaran Ahmadiyah dengan Keppres, mereka juga mengumandangkan salawat Badar dan kalimat-kalimat Dzikir.

Dalam kesempatan itu Pimpinan Perguruan As-Syafi'iyah Abdulrasyid Abdullah Syafii membaca Surat Terbuka yang akan disampaikan perwakilan tokoh ulama kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"SKB tersebut belum menghilangkan substansi masalah Ahmadiyah, yakni pengakuan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi yang jelas menodai aqidah Islam. Adanya kitab Tadzkirah dan berbagai penerbitan yang bersumber lainnya bersifat menodai Al-Quran, tentunya ini melanggar UU No.1/PNPS/1965, maka Presiden sebagai pihak yang diberi amanat oleh UU untuk melindungi segenap rakyat, khususnya umat Islam sebagai mayoritas dinegara ini, " tegasnya.

Ia juga mengingatkan Presiden agar dapat menjalannya fungsinya sebagai penguasa sesuai dengan sabda Rasul SAW, yang berbunyi "Imam ibarat perisai, umat Islam berlindung dibawahnya."

Sementara itu, Pimpinan Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia KH. Ahmad Cholil Ridwan menyatakan, berdasarkan data base sekitar 2.000 pesantren mendukung pembubaran Ahmadiyah.

Ketua MUI itu juga menyinggung, pemberitaan media televisi yang cenderung diskriminatif dan menyudutkan kelompok Islam, pasca Insiden Monas.

"Setelah Insiden Monas TV-TV tidak adil, tidak fair membuat pemberitaan tidak berimabng, terutama Metro TV, mengatakan FPI sinting, karena itu umat Islam sebaiknya berhenti menonton Metro TV, " tegasnya di sela-sela aksi.

Ia kembali menegaskan, apabila Ahmadiyah tidak dibubarkan sama saja mengotori tanah suci, karena pemerintah Arab Saudi telah tegas mengharamkan warga Ahmadiyah masuk ke Makkah dan Madinah. (novel/eramuslim)


Membongkar Jaringan AKKBB (3)

Kejadian rusuh yang diakibatkan provokasi massa AKKBB terhadap para laskar Islam siang itu (1/6) di Monas berlangsung cepat. Para korlap dari umat Islam berusaha menenangkan massanya yang marah. Untunglah korban luka hanya beberapa orang dan tidak ada yang parah. Namun oleh media massa cetak maupun teve yang dikuasai jaringan liberal Islam dan juga non-Muslim, peristiwa yang sebenarnya biasa saja ini diblow-up sedemikian rupa bagaikan sebuah peristiwa genosida yang memakan korban ratusan ribu nyawa. Penguasaan media massa, di sinilah titik lemah umat Islam Indonesia.

Sehari setelah peristiwa, Kuasa Usaha Kedubes Amerika Serikat John A Heffern menjenguk empat anggota AKKBB di RSPAD, Jakarta. Dalam kunjungannnya, John menyalami dan berbincang dengan mereka. Keempatnya adalah Manager Program Jurnal Perempuan Guntur Romli (salah satu pentolan JIL), Direktur ICIP Syafii Anwar, dan dua anggota kelompok sesat Ahmadiyah yakni Dedi C Ahmad dan Taher.

Pada hari yang sama, dan ini yang mengejutkan, Presiden SBY dengan amat cepat merespon peristiwa tersebut. Padahal presiden yang satu ini dikenal sebagai seseorang yang lamban dan peragu dalam mengambil sikap. Hanya sehari setelah kejadian, SBY menggelar jumpa pers mendadak di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, adik dari tokoh JIL Rizal Mallarangeng mengingatkan para jurnalis untuk tidak memotong pernyataan presiden dalam medianya. “Karena ini menyangkut isu yang sensitif, ” demikian Andi.

Secara lengkap, ini adalah pernyataan SBY soal bentrokkan di Monas:

“Saya sangat menyesalkan terjadinya kekerasan di Jakarta kemarin siang. Saya mengecam keras pelaku-pelaku tindak kekerasan itu yang menyebabkan sejumlah warga kita luka-luka.

Negara kita adalah negara hukum yang punya UUD, UU dan peraturan yang berlaku, bukan negara kekerasan. Oleh karena itu terkait insiden kekerasan kemarin, saya minta hukum ditegakkan. Pelaku-pelakunya diproses secara hukum diberikan sanksi hukum yang tepat.

Ini menunjukkan negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Saya meminta masyarakat luas mengingat akhir-akhir ini banyak kegiatan fisik di lapangan, sebagian adalah unjuk rasa sebagian lagi bukan. Tapi di satu kota bersamaan sering terjadi berbagai kegiatan fisik dengan tujuan, motif dan tema berbeda. Saya harap semua pihak tetap tertib mengendalikan diri. Apa yang disampaikan kepada kepolisian, itu dijalankan. Karena itu janjinya kepada kepolisian sehingga pengamanan bisa dilakukan.

Kalau ada masalah di antara komponen masyarakat, solusinya bukan dengan kekerasan, tapi solusi damai. Sesuai dengan semangat kita, UUD, UU dan peraturan yang berlaku.

Kepada kepolisian, saya meminta agar meningkatkan kinerjanya. Tantangannya tidak ringan, permasalahannya kompleks. Oleh karena itu kepolisian di seluruh tanah air khususnya Jakarta dan kota besar lain, lebih cepat dan profesional agar semua bisa ditangani dengan baik.

Memang ada dinamika, ada kegiatan yang tiba-tiba datang seperti kekerasan yang terjadi kemarin. Tapi kepolisian tetap melakukan pencegahan.

Tegas! Jangan memberikan ruang untuk keluar dari apa yang kita kehendaki. Kepada seluruh rakyat mari kita jaga baik-baik negeri ini, kita jaga kehormatan bangsa di negeri sendiri dan dunia internasional.

Tindakan kekerasan kemarin yang dilakukan oleh organisasi tertentu, orang-orang tertentu mencoreng nama baik negara kita di negeri sendiri maupun dunia.

Jangan mencederai seluruh rakyat Indonesia dengan gerakan-gerakan dan tindakan seperti itu. Demikian pernyataan saya, terima kasih.”

Sehari setelah SBY mengeluarkan Lalu (3/6/2008), Kedubes AS mengeluarkan rilis yang disampaikan kepada berbagai media massa Indonesia. Kedubes AS menyatakan jika tindak kekerasan seperti yang terjadi di Monas menimpa massa AKKBB akan memiliki dampak yang serius bagi kebebasan beragama dan berkumpul di Indonesia dan akan menimbulkan masalah keamanan. Kedubes AS juga prihatin terhadap para korban yang terluka dan pihaknya pun menyambut baik sikap SBY agar para pelaku tindak kejahatan segera ditindak secara hukum. Tidak sampai di sini, Kedubes AS pun mendesak pemerintah SBY untuk terus menjunjung kebebasan beragama bagi para warga negaranya sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Di sebagian besar media massa, cetak maupun teve, peristiwa ini mendapat porsi pemberitaan yang sangat besar dengan pemihakan yang sangat kentara. Yang sangat kasar dalam hal ini adalah Metro TV. Dalam aneka acara, Metro TV menyebut Habib Rizieq hanya dengan “Rizieq Shihab”, sedangkan Abdurrahman Wahid dengan sebutan Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid. Angle pemberitaan pun terasa sekali, bahkan kasar, mencitra-burukkan FPI sebagai organisasi massa yang haus darah, beringas bagaikan preman, dan wajib dibubarkan.

Apa yang dilakukan Metro TV sebenarnya tidaklah aneh karena stasiun teve ini memang sejak lama telah mengakomodir orang-orang dari kelompok liberal dan bukan rahasia umum lagi jika banyak siarannya sangat Americanized. Bagi sebagian kalangan, stasiun teve ini adalah CNN-nya Indonesia.

Lantas, di manakah letak hubungannya dengan kepentingan Zionis-Yahudi, apakah itu bernama Zionis Amerika atau Zionis Israel?

Jika kita jeli, maka AKKBB ini merupakan sebuah aliansi cair dari dua kubu yakni kaum Liberal seperti JIL dan juga kubu non-Muslim seperti KWI dan PGI. Bukan rahasia umum lagi jika JIL merupakan perpanjangan tangan kepentingan Zionis di Indonesia untuk menghancurkan Islam dari dalam. Keterangan tentang hal ini tidak perlu dibahas lagi. Salah satunya silakan lihat situs www.libforall.com dan juga tulisan di eramuslim.com, rubrik Nasional dengan judul “Di mana Habib Rizieq dan Abdurrahjan Wahid Sebelum Kasus Monas” (Ahad, 8/6) tentang Abdurrahman Wahid.

Arah dan strategi pemberitaan sebagian besar media massa kita—cetak maupun teve—secara kasar memang terlihat tidak profesional dan memihak kubu pro-Ahmadiyah. Hal ini sebenarnya berangkat dari strategi Rand Corporation, sebuah lembaga think-tank Amerika yang ingin menghancurkan Islam di Indonesia.

Dalam tulisan keempat akan dipaparkan isi dari strategi Rand Corporation yang ditulis oleh Cheryl Bernard. (bersambung/rizki/eramuslim)


Membongkar Jaringan AKKBB (Tamat)


Strategi yang dilakukan kelompok liberal dan juga para sekutunya di Indonesia untuk menghancurkan gerakan-gerakan Islam—termasuk Front Pembela Islam (FPI), adalah dengan dua cara utama: Strategi Izharul Islam, yakni berpura-pura sebagai bagian dari kelompok umat Islam Indonesia namun dari “dalam” menghancurkan Islam itu sendiri. Dalam sejarah negeri ini, strategi Izharul Islam telah diperkenalkan oleh seorang orientalis Yahudi Belanda bernama Snouck Hurgronje yang berpura-pura menjadi seorang Muslim namun dikemudian hari terbukti bahwa Hurgronje merupakan musuh dalam selimut. Demikianlah yang dikerjakan kaum liberal di Indonesia.

Strategi kedua adalah dengan memecah-belah umat Islam Indonesia (devide et Impera). Mereka memecah umatan tauhid ini dengan istilah-istilah kaum pembaharu dan kaum tradisional, kaum radikal dan kaum moderat, Islam liberal dan Islam Literal, bahkan Jaringan Rahmatan Alamin (maksudnya “Islam” yang berbaik-baik dengan Zionis-Yahudi seperti halnya Abdurrahman Wahid dan kawan-kawan) berhadapan dengan Jaringan Terorisme.

Suatu istilah yang keji yang dipakai secara terang-terangan di situs libforall.com


Guna meracuni opini publik maka senjata utama mereka adalah media massa, baik cetak (majalah, koran, tabloid, dan aneka penerbitaan buku), radio, situs dan aneka milis, maupun teve. Serangan media massa jaringan liberal ini secara kasar terlihat sekali dalam memberitakan apa yang terjadi setelah peristiwa bentrokkan di Monas, 1 Juni 2008.

Mereka beramai-ramai berusaha keras membentuk opini publik bahwa FPI harus dibubarkan karena meresahkan masyarakat, radikal, bahkan disebut sebagai ‘barisan preman berjubah’. Di sisi lain mereka menayangkan aneka liputan tentang bagaimana tertindasnya kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka sama sekali tidak memuat sejumlah fakta bahwa AKKBB sebenarnya menyalahi rute aksi di hari tersebut, memprovokasi dan menantang FPI terlebih dahulu, bahkan ada peserta demonya yang membawa-bawa senjata api.

Padahal bisa dibayangkan, andaikata yang membawa senjata api itu salah seorang anggota FPI, maka dalam waktu sekejap pasti dunia internasional sudah mengetahuinya, bahkan tidak mustahil Kedubes AS akan segera menekan SBY untuk menangkap si pelaku.Dan SBY segera memerintahkan Kapolri untuk menurunkan Pasukan Elit Polri Densus 88 untuk memburunya.

Apa yang dilakukan media massa pro-liberal ini sesungguhnya mengikuti arahan yang sudah ditulis oleh Cheryl Bernard dari think-tank Zionis Amerika (kelompk Neo-Con di mana salah satu pentolannya adalah Paul Wolfowitz, si Zionis-Yahudi Gedung Putih, teman dekat Abdurrhaman Wahid) bernama Rand Corporation dalam artikelnya yang berjudul “CIVIL DEMOCRATIC ISLAM, PARTNERS, RESOURCES, AND STRATEGIES”. Inilah artikelnya:

STRATEGI: PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM
Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan kecenderungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai Demokrasi.


Pertama : Kelompok Fundamentalis: menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi modern untuk mencapai tujuan mereka.

Kedua : Kelompok Tradisionalis: ingin suatu masyarakat yang konservatif. Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.

Ketiga: Kelompok Modernis: ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan zaman.

Keempat : Kelompok Sekularis: ingin Dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup pribadi.

STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA
Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu. Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI.

Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya:

Pertama, Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis) dengan,

image

1. Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang disubsidi,

2. Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda,

3. Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam,

4. Memberikan mereka suatu platform publik

5. Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.

6. Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang tidak puas.

7. Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan.

8. Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.



Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists : Mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain,

image

1. Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.

2. Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.

3. Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan Kaum modernis.

4. Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik „Islam pinggiran” yang kabur. Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.

5. Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis.

6. Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari Hukum Islam.

7. Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme.



Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists: Mengkonfrontir dan menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain:

image

1. Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya.

2. Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.

3. Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.

4. Menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.

5. Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.

6. Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.
7. Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.

8. Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.



Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:

image

1. Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama, mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideology kiri.
2. Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat mereka dalam jangka pendek.



KELEMAHAN UMAT ISLAM INDONESIA
Umat Islam Indonesia sebenarnya kuat, kompak, dan berjuang menegakkan Islam dengan ikhlas, bahkan jika perlu nyawa pun jadi taruhannya. Hanya saja, kelemahan yang paling mendasar adalah umatan tauhid ini tidak memiliki media massa yang kuat, apakah itu koran atau stasiun teve.

Dan amat disayangkan pula, sebagian pemimpin umat ini sekarang sudah banyak yang dijangkiti penyakit wahn, yakni cinta dunia melebihi kecintaannya pada akherat, sehingga membeli mobil mewah seperti Bentley yang satu unitnya miliaran rupiah mampu, tapi membuat satu harian untuk kemashlahatan umat, mengaku tidak mampu. Padahal Bentley tidak akan bisa dibawa ke liang kubur.

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan umatan tauhid ini seorang pemimpin yang sungguh-sungguh menegakkan dan menghidup Islam, bukan malah hidup dengan menunggangi umat Islam. Amien Ya Allah! (Tamat/Rizki/eramuslim)

Pengaruh Islam di Benua Amerika

Sekali-kali cobalah Anda membuka peta Amerika. Telitilah nama tempat yang ada di Negeri Paman Sam itu. Sebagai umat Islam, pastilah Anda akan dibuat terkejut.

Apa pasal? Ternyata begitu banyak nama tempat dan kota yang menggunakan kata-kata yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.

Tak percaya? Cobalah wilayah Los Angeles. Di daerah itu ternyata terdapat nama-nama kawasan yang berasal dari pengaruh umat Islam. Sebut saja, ada kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba?

Selain itu juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat seperti; Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.

Setelah itu, mari kita bergeser ke bagian tengah Amerika. Mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami seperti; Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama kota Salem.

Pengaruh Islam lainnya pada penamaan tempat atau wilayah di Amerika juga sangat kental terasa pada penamaan Karibia (berasal dari bahasa Arab). Di kawasan Amerika Tengah, misalnya, terdapat nama wilayah Jamaika dan Kuba. Muncul pertanyaan, apakah nama Kuba itu berawal dan berakar dari kata Quba - masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah Masjid Quba. Negara Kuba beribu kota La Habana (Havana).

Di benua Amerika pun terdapat sederet nama pula yang berakar dari bahasa Peradaban Islam seperti pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Ada pula nama pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.

Menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika. hri (republika)

Fakta Eksistensi Islam di Amerika

Tahun 999 M: Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Muslm Spanyol bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M menuju Atlantik. Dia berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.

Tahun 1178 M: Sebuah dokumen Cina yang bernama Dokumen Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Mu-Lan-Pi (Amerika). Tahun 1310 M: Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Tahun 1312 M: Seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.

Tahun 1530 M: Budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Kebanyakan budak itu berasal dari Fulas, Fula Jallon, Fula Toro, dan Massiona - kawasan Asia Barat. 30 persen dari jumlah budak dari Afrika itu beragama Islam.

Tahun 1539 M: Estevanico of Azamor, seorang Muslim dari Maroko, mendarat di tanah Florida. Tak kurang dari dua negara bagian yakni Arizona dan New Mexico berutang pada Muslim dari Maroko ini. Tahun 1732 M: Ayyub bin Sulaiman Jallon, seorang budak Muslim di Maryland, dibebaskan oleh James Oglethorpe, pendiri Georgia. Tahun 1790 M: Bangsa Moor dari Spanyol dilaporkan sudah tinggal di South Carolina dan Florida. hri (republika)

Islam di Amerika Sebelum Columbus

Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai ‘The New World’ ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah ‘Dunia Baru’. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.

Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus. Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.

”Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,” tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.

Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.

Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. “Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara,” papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.

Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.

Fakta lainnya tentang kehadiran Islam di Amerika jauh sebelum Columbus datang juga diungkapkan Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard. Dalam karyanya berjudul Saga America, Fell menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika. Namun, umat Islam juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu.

Fell juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina, perbendaharaan katanya banyak yang berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat seperti di California.

Di Kabupaten Inyo, negara bagian California, Fell juga menemukan tulisan tua lainnya yang berbunyi ‘Yasus bin Maria’ yang dalam bahasa Arab berarti “Yesus, anak Maria”. “Ini bukan frase Kristen,” cetus Fell. Faktanya, menurut dia, frase itu ditemukan dalam kitab suci Alquran. Tulisan tua itu, papar dia, usianya lebih tua beberapa abad dari Amerika Serikat.

Arkeolog dan ahli bahasa itu juga menemukan teks, diagram, serta peta yang dipahat di batu yang digunakan untuk kepentingan sekolah. Temuan itu bertarikh antara tahun 700 hingga 800 M. Teks serta diagram itu berisi mata pelajaran matematika, sejarah, geografi, astronomi, dan navigasi laut. Bahasa pengajaran yang ditemukan itu menggunakan tulisan Arab Kufi dari Afrika Utara.

Sejarawan seni berkebangsaan Jerman, Alexander Von Wuthenau, juga menemukan bukti dan fakta keberadaan Islam di Amerika pada tahun 800 M hingga 900 M. Wuthenau menemukan ukiran kepala yang menggambarkan seperti bangsa Moor. Itu berarti, Islam telah bersemi di Amerika sekitar separuh milenium sebelum Columbus lahir.

Dia juga menemukan ukiran serupa bertarik 900 M hingga 1500 M. Artifak yang ditemukan itu mirip foto orang tua yang biasa ditemui di Mesir. Youssef Mroueh dalam tulisannya Muslim in The Americas Before Columbus memaparkan penuturan Mahir Abdal-Razzaaq El, orang Amerika asli yang menganut agama Islam. Mahir berasal dari suku Cherokee yang dikenal sebagai Eagle Sun Walker.

Mahir memaparkan, para penjelajah Muslim telah datang ke tahan kelahiran suku Cherokee hampir lebih dari 1.000 tahun lalu. Yang lebih penting lagi dari sekedar pengakuan itu, kehadiran Islam di Amerika, khususnya pada suku Cherokee adalah dengan ditemukannya perundang-undangan, risalah dan resolusi yang menunjukkan fakta bahwa umat Islam di benua itu begitu aktif.

Salah satu fakta yang membuktikan bahwa suku asli Amerika menganut Islam dapat dilacak di Arsip Nasional atu Perpustakaan Kongres. Kesepakatan 1987 atau Treat of 1987 mencantumkan bahwa orang Amerika asli menganut sistem Islam dalam bidang perdagangan, kelautan, dan pemerintahan. Arsip negara bagian Carolina menerapkan perundang-undangan seperti yang diterapkan bangsa Moor.

Menurut Youssef, pemimpin suku Cherokee pata tahun 1866 M adalah seorang pria bernama Ramadhan Bin Wati. Pakaian yang biasa dikenakan suku itu hingga tahun 1832 M adalah busana Muslim. ”Di Amerika Utara sekurangnya terdapat 565 nama suku, perkampungan, kota, dan pegunungan yang akar katanya berasal dari bahasa Arab,” papar Youssef.

Fakta-fakta itu membuktikan bahwa Islam telah hadir di tanah Amerika, ketika kekhalifahan Islam menggenggam kejayaannya. Hingga kini, agama Islam kian berkembang pesat di Amerika - apalagi setelah peristiwa 11 September. Masyarakat Amerika kini semakin tertarik dan meyakini bahwa Islam adalah agama yang paling benar. heri ruslan (republika)

Jumat, 20 Juni 2008

Mengapa Masa Depan Milik Islam? [1]




Majalah Maclean, Kanada, menghadapi kasus hukum karena tulisan kebencian kepada Islam. Tapi di Amerika, menghina agama minoritas dilindungi konstitusi. Ini ditiru kaum liberal Indonesia. Mengapa polisi tak obyektif dalam kasus Monas?
Oleh: Amran Nasution

ImageHidayatullah.com--Para pejabat Amerika selalu mendamprat pejabat China karena dianggap salah urus ekonomi. Mulai sistem subsidi, regulasi investasi asing, sampai pematokan nilai mata uang Yuan. Tapi itu dulu. Kini posisi berubah.

Para pejabat senior China secara terbuka mengecam cara Amerika menangani ekonominya – dengan kapitalisme laissez-faire –dan mereka berani membela sistem ekonominya yang ditandai adanya regulasi. Seperti ditulis sebuah artikel di The New York Times, 17 Juni lalu, para pejabat China menuduh Amerika hipokrit: mengajari mereka tentang ekonomi tapi pertumbuhan ekonomi negerinya sendiri stagnan. Sementara ekonomi China justru tumbuh sangat tinggi.

China mendamprat Amerika dalam skandal kredit perumahan (mortgage) yang menyeret dunia ke dalam krisis. Utusan China di World Trade Organization (WTO) mengecam Amerika karena tak bisa menahan kemerosotan nilai dollar yang memacu kenaikan harga minyak dan pangan dunia. Amerika dituduh bersikap bermusuhan dan diskriminatif karena menghambat perusahaan China membeli saham perusahaan Amerika yang goyah diguncang krisis.

Pendek kata, China berani mengatakan sistem ekonominya terbukti lebih baik dari Amerika Serikat. Karena itu pula mereka tak akan meniru sistem demokrasi Amerika Serikat. Liao Min, salah seorang pejabat perbankan China malah berkata kepada koran The Financial Times, Mei lalu, “Konsensus Barat dalam hubungan pasar dengan Pemerintah, harus dikaji-ulang.’’ Sesuatu yang sebenarnya sudah lama disuarakan para ahli ekonomi Amerika sendiri seperti Profesor Joseph Stiglitz atau Profesor Paul Krugman, para pengeritik kapitalisme atau neo-liberalisme.

Ketika terjadi gempa dahsyat di Provinsi Sichuan, mobilisasi tentara China terbukti sangat cepat ke daerah bencana. Bandingkan dengan loyonya Pemerintah Federal pimpinan Presiden Bush menghadapi serangan Badai Katrina, sehingga korban jatuh bertambah banyak.

Pendek kata Amerika sekarang memang payah. “Di mana saja di dunia, kredibilitas Amerika Serikat dan kredibilitas pasar uangnya sekarang nol (zero),’’ kata Joseph Stiglitz, Profesor Ekonomi dari Columbia University, seperti dikutip The New York Times tadi. Pemenang nobel ekonomi 2001 itu, sejak lama dikenal kritis kepada Amerika Serikat dan sering memuji ekonomi China.

Paul Krugman, Guru Besar Ekonomi Princeton University dan Kolomnis The New York Times, sering menyoroti sistem ekonomi Amerika yang katanya menyebabkan 0,01% orang terkaya bertambah kaya sementara yang lain stagnan atau bertambah miskin. Orang-orang kaya itu, begitu kayanya, sampai mampu ‘’membeli’’ partai politik.

Awal Juni lalu, sebuah sub-komisi di DPR Amerika Serikat melaporkan bahwa anti-Amerikanisme di dunia kini mencapai level tertinggi, terutama di negara Muslim dan Amerika Latin. Laporan itu dibuat berdasarkan sejumlah survei dan pendapat para ahli.

“Kekuatan militer kita tak dianggap jaminan keamanan, melainkan ancaman. Tak dianggap garansi stabilitas dan ketertiban tapi sumber intimidasi, kekerasan, dan penyiksaan,’’ kata Bill Delahunt, Ketua Sub-Komisi Organisasi Internasional, HAM dan Pengawasan, DPR.

Laporan itu menyebutkan bahwa semua terjadi karena Perang Iraq, dukungan Amerika kepada sejumlah rezim represif, sikap bias Amerika dalam konflik Israel-Palestina, serta penyiksaan dan kekerasan yang dilakukan kepada para tahanan (di Guantanamo dan sejumlah penjara rahasia).

Laporan itu juga menyimpulkan di dunia Islam tumbuh persepsi yang meyakinkan bahwa perang melawan teror telah digunakan Amerika Serikat untuk menghancurkan Islam. Semuanya memperluas dan memperdalam sikap anti-Amerikanisme (lihat artikel Alice Ritchie, AFP, 11 Juni 2008).

Di Timur Tengah wibawa Amerika sudah rontok. Perundingan Israel dengan kelompok Hamas terjadi dengan Mesir sebagai penengah. Sedang pertemuan Suriah dengan Israel berkat difasilitasi Turki. Amerika sudah ditinggalkan.
Meski demikian Pemerintah Indonesia tetap berkiblat ke Amerika. Para ekonom Presiden SBY adalah penganut sistem ekonomi neo-liberal: Budiono, Sri Mulyani, Marie Pangestu, Purnomo Yusgiantoro, dan beberapa yang lain.

Karena itulah harga BBM dinaikkan, sehingga pompa bensin milik kapitalisme global bisa bersaing bebas dan menghancurkan pompa bensin milik pribumi kita (lihat Laissez-Faire Pak SBY, Laissez-Faire, www.hidayatullah.com, 21 dan 22 Mei 2008).

Sekarang ladang minyak kita sebagian besar dikuasai perusahaan asing, terutama dari Amerika Serikat, seperti Exxon-Mobil, Shell-Penzoil, Total-Fina-Elf, BP-Amoco-Arco, dan Chevron-Texaco. Perusahaan itu dikabarkan menguasai lebih 70% ladang minyak dan gas Indonesia.

Presiden SBY menyingkirikan Pertamina, perusahaan milik sendiri, untuk memenangkan Exxon-Mobil, perusahaan Amerika, dalam menguasai proyek minyak dan gas yang amat menguntungkan di Blok Cepu. Wajar SBY menjadi teman dekat Presiden George Bush.

Wajar pula kalau dalam setiap demo anti-kenaikan BBM di mana saja, selalu ada poster menuntut penyitaan atau pengambil-alihan aset negara yang dikuasai asing. Pemerintahan SBY-JK dinilai sangat sukses melayani kepentingan asing di Indonesia, terutama Amerika Serikat.

Amerika Bentuk Densus 88

Selain ekonomi, Indonesia berkiblat ke Amerika dalam politik. Sistem pemilihan langsung yang kita lakukan sekarang meniru Amerika, dan itu biayanya amat-sangat mahal. Namun itu bisa terlaksana karena pemilihan Bupati, Gubernur, dan Presiden, berlangsung dalam sistem keuangan yang tertutup.

Mestinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekam telepon para calon Bupati sampai Presiden, beserta Tim Suksesnya, baru ketahuan dari mana sebenarnya dana politik itu berasal. Tapi KPK tak akan ke sana. Percayalah. Akibatnya sistem politik Indonesia terus dihidupi dengan cara-cara korupsi dan melawan hukum (baca Membuka Topeng Negara Gagal, www.hidayatullah.com, 17 dan 23 April 2008).

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta tak segan menyampuri soal Ahmadiyah dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang bentrok dengan kelompok FPI di Monas, 1 Juni 2008.

Campur tangan Kedubes Amerika merepotkan FPI, soalnya, Kepolisian selama ini mendapat dana bantuan dari Amerika Serikat. Menurut Majalah Far Eastern Economic Review (FEER), 13 November 2003, Pemerintah Amerika mengeluarkan dana 16 juta dollar (sekitar Rp 150 milyar) untuk membentuk dan melatih Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri. Laporan yang sama ditulis Warta Kota, 12 November 2003, dan The Jakarta Post, 6 September 2004.

Menurut berita itu, detasemen khusus anti-teror difasilitasi berbagai peralatan dan persenjataan canggih. Malah guna mobilitas pasukan, detasemen dilengkapi Amerika dengan pesawat angkut khusus C-130.

Belum cukup. Congressional Research Service (CRS), lembaga riset Kongres Amerika Serikat, dalam laporan tahun 2005, menyebutkan secara terperinci dana yang dikeluarkan Pemerintahan Presiden Bush kepada polisi Indonesia dan pasukan anti-terornya.

Dari situ diketahui bahwa setiap tahun POLRI menerima bantuan dari Amerika Serikat, tahun 2004 sebesar US$ 5.778.000, tahun 2005, US$ 5.300.000, dan pada tahun 2006, sebesar US$ 5.300.000 (sekitar Rp 50 milyar).

There is no free-lunch. Tak ada makan siang yang gratis. Karena Kedubes Amerika Serikat memihak Ahmadiyah dan AKKBB, maka tokoh kelompok Front Pembela Islam (FPI) yang ditahan polisi seperti Habib Riziek Shihab, Munarman, dan kawan-kawan, memang mendapat masalah. Mereka tergolong kelompok anti-Amerika. Munarman adalah tokoh yang paling ngotot berkampanye mengusir proyek NAMRU-2 milik Angkatan Laut Amerika, dari Indonesia.

Independensi polisi dari pengaruh Kedubes Amerika Serikat menjadi tanda tanya besar. Misalnya, pengacara Mahendradatta dari Tim Pembela Muslim (TPM) mengherankan prioritas polisi dalam menangani peristiwa Monas. Kalau berdasarkan hukum, mestinya yang menjadi prioritas adalah pria berpistol yang menggunakan kostum AKKBB. ‘’Ancaman hukuman kasus senjata api itu seumur hidup, paling berat,’’ kata Mahendradatta.

Nyatanya walau kasus itu sudah dilaporkan FPI, polisi sampai sekarang belum menangkap pria berpistol. Polisi hanya sibuk menguber orang-orang FPI yang dituduh terlibat penganiayaan dengan ancaman hukuman hanya 5 tahun penjara, jauh lebih ringan dari urusan senjata api. Polisi sibuk mencari-cari pasal pidana agar bisa menangkap dan menahan Habib Riziek Shihab. [berlanjut.../www.hidayatullah]

Penulis adalah Direktur Institute for Policy Studies


Kamis, 19 Juni 2008

Membongkar Jaringan AKKBB (Bag. 2)

Bulan Mei lalu, ada dua isu panas di tengah masyarakat kita. Pertama soal rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Yang kedua, soal kelompok sesat Ahmadiyah yang hendak dibubarkan namun mendapat dukungan dari koalisi liberal dan kelompok non-Muslim.

Di saat itulah, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya.

Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia.

Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.

Lazimnya acara penganugerahan penghargaan, maka dalam acara ini pun selain medali, ada juga sejumlah dollar yang dihadiahkan Shimon Wiesenthal Center kepada sang penerima. Hanya saja, berapa besar jumlah hadiah berupa uang ini tidak disebutkan dalam situs resmi Wiesenthal Center tersebut (www.wiesenthal.com).

Dalam acara dinner yang dihadiri tokoh-tokoh Zionis Amerika dan Israel, di antaranya C. Holland Taylor (CEO LibForAll), Rabbi Marvin Hier (Pendiri SWC, dinobatkan oleh Newsweek Magazines sebagai Rabbi paling berpengaruh nomor satu di AS tahun 2007-2008), Rabbi Abraham Cooper (menempati urutan ke-25 Rabbi paling berpengaruh di AS tahun 2008), CEO Sony Corporation, dan lainnya, antara penerima penghargaan dengan tuan rumah—para Zionis Amerika dan Israel tersebut—berlangsung obrolan santai namun serius.

Selain isu Ahmadiyah, topik kontroversi kenaikan harga BBM yang tengah hangat di dalam negeri (Indonesia) diduga kuat menjadi salah satu bahan pembicaraan mereka mengingat kebijakan pemerintahan SBY tersebut sesungguhnya mengikuti Grandesign Washington agar harga minyak di Indonesia bisa sama dengan harga minyak di New York, sesuai Letter of Intent (LOI) dengan IMF pada tahun 1999. DI tahun 2000, USAID pun telah mengucurkan dollar dalam jumlah besar kepada pemerintah RI untuk memuluskan liberalisasi sektor Migas (silakan baca wawancara eramuslim dengan Revrisond Baswir dalam rubrik bincang-bincang).

Target IMF untuk menyamakan harga BBM di New York dengan di Indonesia sebenarnya sudah harus tercapai pada tahun 2005, namun tersendat-sendat karena penolakan dari rakyat Indonesia sangat kuat. Sebab itu, di tahun 2008 ini Amerika agaknya tidak mau hal tersebut tersendat lagi. “Penyesuaian” harga BBM harus terus jalan. Zionis-Amerika sangat berkepentingan dengan hal ini, sebab itu mereka mendesak pemerintahan SBY yang memang sangat takut dan tunduk tanpa reserve pada AS agar segera menaikkan harga BBM. Bagaimana takutnya SBY terhadap AS bisa kita lihat sendiri saat Presiden Bush datang ke Bogor, 20 November 2006, di mana persiapan yang dilakukan pemerintah ini sangat keterlaluan berlebihan dan cenderung paranoid.

Pada tanggal 24 Mei 2008, pemerintah menaikkan harga BBM. Abdurrahman Wahid sudah tiba di tanah air. Untuk menekan penolakan, pemerintah SBY (lagi-lagi) memberi ‘permen’ kepada sebagian rakyat miskin bernama Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun Social bumper ini malah menjadi bulan-bulanan kecaman ke pemerintah. Gelombang unjuk rasa dilakukan mahasiswa dan elemen-elemen rakyat. Tokoh-tokoh nasional seperti Amien Rais dan Wiranto pun sudah terbuka menyatakan ‘perang’ terhadap sikap pemerintah menaikkan harga BBM. Banyak kalangan berfikir, demo-demo ini akan meningkat eskalasinya hingga jadi besar, bahkan bukan mustahil rusuh Mei 1998 terulang kembali. Teriakkan “Turunkan SBY-JK!” sudah terdengar di mana-mana. Pihak kepolisian menerapkan status Siaga Satu saat itu.

Sejak itu tiada hari tanpa demo. Istana merupakan tempat paling favorit para pendemo. Hari ahad, 1 Juni 2008, sejumlah elemen masyarakat termasuk massa dan anggota PDIP dan elemen umat Islam seperti FUI, HTI, dan FPI, sudah mengantungi izin untuk melakukan aksi unjuk rasa di Monas, Jakarta. Sedangkan AKKBB menurut laporan ke pihak kepolisian hanya melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI, sekitar tiga kilometer dari kawasan Silang Monas.

Jalur Demo dan Polisi Yang Aneh

Dari Bundaran HI, tiba-tiba massa AKKBB bergerak long-march ke kawasan silang Monas yang sudah dipenuhi massa umat Islam yang tengah berdemo. Padahal pemberitahuannya hanya ke Bundaran HI. Aparat kepolisian berusaha mencegah massa AKKBB yang sebagiannya merupakan pendemo bayaran yang sesungguhnya tidak tahu apa-apa menuju silang Monas di mana massa elemen umat Islam tengah melakukan demo, agar tidak terjadi bentrok.

Namun massa AKKBB membandel dan polisi (anehnya) tidak mampu menghalangi massa AKKBB mendekati massa umat Islam. Setelah berdekatan, orator dari massa AKKBB memprovokasi massa umat Islam yang banyak terdiri dari para laskar meneriakkan, “Laskar setan!” dan sebagainya. Terang, mendapat provokasi seperti ini anak-anak muda dari massa Islam marah. Apalagi di antara massa AKKBB yang berada di dekat massa Islam ada yang membawa-bawa spanduk besar berisi penolakan SKB Ahmadiyah. Ini jelas provokasi. Anak-anak Laskar Islam pun menyerbu massa AKKBB. Dan terjadilah rusuh Monas.

Dalam tulisan ketiga, akan dipaparkan keanehan lainnya ba’da peristiwa Monas yaitu sikap SBY yang tiba-tiba cepat tanggap (biasanya peragu dan lamban), respon Kedubes AS dan pejabat Kedubes AS yang menjenguk korban, plintiran media massa baik itu cetak maupun teve, dan sebagainya.

Apa pun itu, semua ini telah berhasil membelokkan isu utama negeri ini dari yang tadinya menyoroti kenaikan BBM dan penolakan Ahmadiyah, menjadi isu sentral pembubaran FPI. Baik SBY maupun para liberalis dan non-Muslim yang tergabung dalam AKKBB (termasuk kelompok sesat Ahamdiyah) diuntungkan. (bersambung/rizki)


Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

National Integration Movement (IIM)

The Wahid Institute

Kontras

LBH Jakarta

Jaingan Islam Kampus (JIK)

Jaringan Islam Liberal (JIL)

Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)

Generasi Muda Antar Iman (GMAI)

Institut Dian/Interfidei

Masyarakat Dialog Antar Agama

Komunitas Jatimulya

eLSAM

Lakpesdam NU

YLBHI

Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika

Lembaga Kajian Agama dan Jender

Pusaka Padang

Yayasan Tunas Muda Indonesia

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

Crisis Center GKI

Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)

Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)

Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)

Gerakan Ahmadiyah Indonesia

Tim Pembela Kebebasan Beragama

El Ai Em Ambon

Fatayat NU

Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta

Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali

Koalisi Perempuan Indonesia

Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya

Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta

Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo

SHEEP Yogyakarta Indonesia

Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya

Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya

LSM Adriani Poso

PRKP Poso

Komunitas Gereja Damai

Komunitas Gereja Sukapura

GAKTANA

Wahana Kebangsaan

Yayasan Tifa

Komunitas Penghayat

Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB

Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok

Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo

Crisis Center SAG Manado

LK3 Banjarmasin

Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar

Jaringan Antar Iman se-Sulawesi

Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin

PERCIK Salatiga

Sumatera Cultural Institut Medan

Muslim Institut Medan

PUSHAM UII Yogyakarta

Swabine Yasmine Flores-Ende

Komunitas Peradaban Aceh

Yayasan Jurnal Perempuan

AJI Damai Yogyakarta

Ashram Gandhi Puri Bali

Gerakan Nurani Ibu

Rumah Indonesia


Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.

Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.

Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.

Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.

Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.

Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.

Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.

Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti www.libforall.com , www.Islamlib.com dan lainnya.

Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari 'The Hidden Agenda' di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.(bersambung/rz/eramuslim)



Pejantan Sejati

By: Koko Nata

“Sudah siap pesta Al ? Let’s Party!” seru Dodo. Dua tangannya mendorong Al, Jai, dan Toni masuk ke sebuah cafe di areal plaza semanggi.

Hingar bingar musik menyambut kedatangan mereka. Teriakan DJ menyemangati seisi ruangan temaram untuk bergoyang. Lampu kerlap-kerlip menyirami tubuh-tubuh yang asyik bercengkrama. Tawa gembira dan bau parfum bercampur keringat menyeruak. Wajah-wajah polos yang setiap pagi berseragam putih abu-abu telah berubah jadi pangeran dan putri kota.

Ini untuk pertama kalinya Al menikmati dunia gemerlap malam. Kemeriahan seperti ini hanya pernah dilihatnya di televisi. Beginilah suasana pesta. Inilah kafe full music. Inilah irama techno. It’s party time. Inilah kehidupan malam Jakarta.

“Yiha!!! ” teriak Dodo yang langsung ikut menghentakkan badan. Teriakannya hampir tak terdengar. Tertelan dentuman musik.

“Nggak ada acara potong kue nih!” tanya Al heran, agak berteriak.

“Itu sih acara pesta anak TK, Al!” sahut Toni.

“Mungkin sudah dari tadi. Kita ngucapin selamat dulu sama tuan rumah yuk.” Jai mendorong bahu Al ke depan. Seorang gadis menjadi bunga primadona kumbang. Dialah Rani, si ratu pesta. Pakaian mengkilap tanpa lengan dengan rok menggantung beberapa senti di bawah lutut, membuatnya terlihat dewasa beberapa tahun. Al mengikuti Jai mengucapkan selamat pada Rani. Setelah itu ia kembali mengekori Jai mencari minuman pelepas dahaga.

Di sebuah sofa berwarna merah, Al menghempaskan diri. Tak jauh darinya duduk sepasang remaja. Al tak mengenalinya. Tapi ia memastikan usianya belum menyentuh angka dua puluh. Asap rokok mengepul dari mulut si cowok. Jambulnya nampak basah dan keras. Kancing bajunya terbuka. Memamerkan petak dada tegap. Gadis pasangannya duduk merapat, mendekap si cowok. Menikmati hembusan asap dari mulut si cowok. Sesekali mereka menegak cairan kuning dari gelas berkaki di meja.

Al mengalihkan pandangannya. Menyapu seluruh pengunjung ruangan. Semua bergaya trendy. Dandanan serupa iklan pakaian di majalah dan televisi. Pantas saja Dodo menganggap penampilannya anak mami sekali. Kemeja lengan pendek putih bergaris hitam yang ujungnya tersimpan rapi di balik celana kain casual hitam. Pantofel licin senada celana menyelubungi kakinya.

Al menduga-duga, kalau Bunda tahu ia datang ke tempat seperti ini apa yang akan dikatakannya? Pasti Al tidak akan pernah sampai di sini. Untuk pergi saja ia sempat menyamarkan informasi tempat pesta.

“Cuma pesta ulang tahun kok, Bun! Bukan pergi kelayapan macem-macem,” ujar Al beberapa jam yang lalu.

“Tempatnya di mana? “

“Al kurang tahu persis. Nanti pergi bareng Jai. Dodo bawa mobil. Dia jemput ke sini.”

Bunda diam menimbang. Tak yakin dengan ucapan Al.

“Ayah percaya sama kamu, Al. Tapi apakah pergi ke pesta malam ini sangat penting dan tidak bisa dibatalkan.” Ayah ikut buka suara.

Al menghela napas panjang. Jika Ayah sudah angkat bicara ia jadi agak segan.

“Rina itu teman sekelas Al, Yah. Duduknya tepat di depan Al. Nggak enak kalau sampe nggak datang. Al juga sempet diledek anak bau kencur lantaran nggak pernah keluar malam,” ujar Al lirih.

“Tidak perlu diambil hati ejekan mereka. Buat apa keluar malam kalau tiada artinya. Keluar malam boleh saja kalau ada perlu.”

Al ingin tertawa mendengar kalimat Bunda yang mirip syair lagu begadangnya Rhoma Irama.

“Omongan Bunda kayak lagu begadang aja.” Ayah tersenyum. Rupanya ia sadar juga. Untuk beberapa saat ketegangan agak cair.

“Gimana, Yah? Al boleh pergi, kan?”

Hening untuk beberapa saat.

“Jam berapa kamu pulang?”

“Belum tahu. Tapi Al usahain secepetnya. Sebelum tengah malam, deh!”

“Janji!”

“Janji, Yah!”

“Baiklah kamu boleh pergi”

Yes!!! Al mengepalkan tangan ke udara.

Ekspresi wajah Bunda datar. Ia tak berkata apa-apa meninggalkan Al dan Ayah. Ayah mengambil tempat duduk di samping Al. Tangan kanannya merangkul Al. Pelan ia berkata. “Ingat Ayah dan Bunda percaya padamu. Tolong jaga kepercayaan itu.” Tepukan pelan dirasakan Al di bahu. Ayah mengikuti langkah Bunda menuju dapur.

Al mengingat baik-baik ucapan Ayahnya itu. Kepercayaan. Ya, kepercayaan! Tidak berbuat macam-macam. No smoke, No alcohol and especially No free sex!

“Woi, Al! Bengong aja. Minum nih!” Jai sudah berada di depannya, menyodorkan segelas minuman seraya duduk di sampingnya. Toni ikut duduk di sebelah Jai Kepalanya terangguk-angguk mengikuti irama musik.

“Apaan, ni?”

“Tenang aja! Cuma cola biasa!”

“Lo takut amat sih, Al, nyantai ajalah kita nggak bakal mabok kok!”

Toni menyulut sebatang rokok. Menawarkan pada Jai dan Al. Spontan Al menggeleng. Sedang Jai mengambil satu. Meminjam pematik api dari Toni. Mengisap dalam sebelum menghembuskannya. Asap berputar-putar di sekitar wajah Jai.

“Kamu ngerokok juga, Jai?” Al terkejut. Nggak nyangka Jai yang agak pendiam dan terkesan sedikit bijak perokok juga.

“Sekali-sekali aja, Al. Apalagi kalo lagi suntuk!”

Al masih menatap lekat Jai dan Toni. Ingin sebenarnya ia menjauh dari dua temannya itu. Meskipun tidak merokok. Dia ikut mengisap asap rokok tersebut. Jadi perokok pasif.

“Sekali-kali ngerokok itu nggak papa, Al. Nggak jantan kalo nggak ngerokok!” cetus Toni.

“Letak jantannya di mana, Ton?” gugat Al.

“Ya, di berani ngerokoknya itu. Berani menempuh resiko. Rokok lambang kejantanan cowok melawan mitos rokok merusak kesehatan. Itu kan cuma slogan orang-orang-orang lemah yang penyakitan.”

“Itu bukan mitos, Ton. Emang bener kok. Ngerokok bisa merusak kesehatan.”

“Buktinya Omku sudah belasan tahun merokok tetap segar bugar tuh.”

“Belum aja. Nanti deh cepat atau lambat bakal terganggu juga paru-parunya.” Al teguh berpendapat. Ia sudah kenyang mendapat penjelasan dari Ayah tentang bahaya rokok. Ia juga pernah melihat sendiri sahabat Ayah yang sekarat gara-gara terlalu banyak merokok. Sahabat Ayah itu harus dirawat berbulan-bulan di rumah sakit sebelum meregang nyawa dengan meninggalkan anak yang masih kecil-kecil. Pengalaman itu begitu membekas di benak Al. Maka dari itulah ia selalu memegang teguh prinsip bahwa merokok itu merusak kesehatan. Baik itu kesehatan badan maupun kesehatan kantong.

“Sudah nggak perlu ribut. Itu hak Al kalo dia nggak mau ngerokok, Ton.” Jai menengahi. “Aku nggak terlalu sepakat kalo ngerokok itu jadi simbol kejantanan. “Tapi emang sih kalo cowok ngerokok itu terlihat keren.”

Al agak tersudut. Secara tak langsung Jai mendukung Toni.

“Yup setuju banget. Selain itu cowok jantan juga selalu suka tantangan. Berpetualang. Olahraganya keras. Maka dari itu fisiknya harus kuat, berotot. Kayak cowok itu tuh.” Toni menunjuk seorang cowok kekar yang baru lewat.

Al mengawasi sosok yang baru melintas itu. Dia hanya mengenakan rompi. Lekuk-lekuk kekar lengannya terlihat jelas. Bentuk perut six pack dan dada bidangnya sungguh membuat iri. Wajahnyapun terlihat sangat lelaki. Bekumis dan berjambang. Tampangnya persis model iklan produk perawatan pria di televisi. Pria yang selalu digambarkan merontokkan hati para gadis.

Al tidak bisa membantah ucapan Toni. Ia sepakat bahwa tipe ideal cowok memang harus macho seperti cowok barusan. Iapun sependapat bahwa cowok jantan pasti suka tantangan dan selalu berani menghadapi petualangan beresiko.

“Cowok jantan selalu jadi pujaan cewek, Al. Lo lihat aja di sini. Cowok-cowok macho pasti punya gebetan.”

“Jadi maksud lo kalo nggak punya gebeten nggak jantan gitu?” sergah Jai.

“Maksud gua bukan begitu. Tapi lo perhatiin sendiri. Cewek mana sih yang nggak mau sama cowok macho atletis?”

“Ah sudahlah. Kayaknya bakal ada lelang dansa tuh. Kita lihat yuk!” Jai menyudahi topik pembicaraan cowok jantan. Kerumunan beberapa meter di depan menarik perhatian. Ketiganya bergabung dalam lingkaran manusia di dekat panggung.

Sungguh Al tak begitu paham. Dari mana asal muasal permainan yang digelar ini. Rina bersedia menjadi pacar semalam orang yang berani membayar dengan harga tertinggi. Memang, sih, uangnya akan disumbangkan ke sebuah yayasan panti asuhan. Tapis rasanya kok aneh ada lelang seperti ini.

Al melirik pergelangan tangannya. Sudah tiga puluh menit dari pukul sepuluh malam. Teringat janjinya pada Ayah. Tidak boleh pulang lewat dari tengah malam. Al meninggalkan kerumunan manusia yang ditingkahi teriakan-teriakan nilai uang. Menyepi di sudut ruangan. Menikmati cola. Sendiri.

Acara selanjutnya sungguh di luar dugaan Al. Parade cowok jantan.Tiga pria bertelanjang dada berdiri di panggung. Sorot lampu mempertegas setiap lekuk tubuh yang terlatih itu. Mereka bergoyang seraya bertepuk tangan pelan di atas kepala. Memamerkan kebagusan rupa dan keelokan tubuh.

Ketiga pria itu menantang siapapun yang merasa perkasa dan jantan untuk maju. Adu panco dengan ketiga cowok itu. Selain itu akan dilangsungkan adu nyali, siapa yang berani adu minum bir. Mereka yang merasa punya badan tegap dan nyali besar maju. Membuka pakaian dan ikut memamerkan tubuh mereka. Musik makin keras menghentak gendang telinga. Penonton riuh memberi semangat. Kekuatan otot, kebagusan rupa dan kegarangan wajah seolah menyimbolkan keperkasaan sejati. Al terpaku di tempatnya.

ooOoo

Al memandang pantulan wajah dan tubuhnya pada cermin toilet cafe. Tampangnya cukup terlihat jantan dengan hiasan kumis tipis di atas bibir. Badannya lumayan tegap meskipun balutan lemak agak menyembul di pinggang dan perut.

Perlu sedikit perubahan untuk terlihat jantan, bisik hatinya. Al mengeluarkan ujung bajunya dari pinggang celana. Kancing kemeja atas sedikit dibuka. Al membasahi telapak tangannya, mengacak-acak rambut, lalu meratakannya lagi dengan sisiran tangan.

“Terlihat lebih jantan sekarang,” pujinya sendiri.

Seseorang mendekat dari belakang. Berdiri di samping Al. Ternyata dia cowok macho yang lewat di depan Al saat membahas masalah kejantanan dengan teman-temannya. Al bisa lebih jelas mengamati sosok itu.

Al harus mengakui, secara fisik si cowok perfect. Rambut-rambut kasar di atas bibir, dagu dan sebagian pipi membuatnya terlihat garang. Kulit wajah dan tubuh bersih bersinar tanpa noda. Mungkin rajin dirawat juga, pikir Al. Ia menaksir usia si cowok, mungkin sekitar dua puluh limaan.

“Ada yang aneh ?” tanya si cowok tiba-tiba. Suaranya empuk seperti penyiar radio anak muda.

Al tergagap, “eh, nggak, maaf.” Ia salah tingkah. Al mundur beberapa meter dari wash table. Al jongkok di sudut toilet yang agak gelap. Membetulkan Kaus kakinya yang melorot.

Seseoarang masuk lagi ke dalam toilet. Mendekati si macho yang masih bercermin. Tampangnya tidak kalah keren dengan si macho. Hanya saja penampilannya lebih rapi, klimis. Stelan jas casual membalut tubuh proporsionalnya.

“Hai, honey, pulang yuk!”

Telinga Al menegak, mendengar kalimat itu. Matanya melihat si rapi memeluk si macho dari belakang. Si macho berbalik. Keduanya berpandangan. Lalu…

Hampir satu menit Al terpaku tak berkedip. Pemandangan di depannya sungguh unbelieveable.

“O, honey, kumis dan jenggotmu harusnya dipotong,” keluh si rapi.

Si macho menyentuh bibir si rapi dan berkata lirih, “tapi kau suka, kan?”

“Iya sih, lalu mereka menempel lagi. Erat dan…

Hoek! Al mual seketika. Ia langsung keluar toilet. Sungguh kalau tak melihat dengan kepala sendiri ia tak akan percaya kalau dua cowok sempurna itu gay. Al duduk jongkok sambil memegangi perutnya.

ooOoo

Sendiri, Al pulang menumpang taksi. Ketiga temannya masih larut dalam pesta. Suasana pesta makin memanas. Menggila. Bukan hanya pria-pria kekar saja yang ada. Entah dari mana muncul pula perempuan-perempuan berpakaian minim. Acara sudah semakin bebas. Tak jelas lagi mana undangan mana yang bukan. Tak jelas lagi antara remaja SMA dan kaum dewasa. Semua lepas berpesta.

Di dalam taksi Al merenung. Bayang-bayang kemesraan si rapi dan si macho terus memenuhi benaknya. Al berusaha mengusirnya. Fisik sempurna ternyata tak menjamin seseorang berkepribadian sempurna pula.

Al teringat obrolannya dengan Ayah suatu malam.

“Kejantanan seorang pria itu lebih pada kepribadian, Al. Pada sikap dan tingkah laku. Kalau dengan merokok seseorang dikatakan jantan, bagaimana dengan kaum waria yang gemulai tapi merokok juga? Bagaimana seseorang bisa dikatakan jantan bila ia ingin menghilangkan stress dan tekanan hidupnya dengan minum-minum dan memakai obat-obatan terlarang?

“Simbol-simbol pria sejati yang sering digambarkan di televisi tak akan bisa menutupi sikap dan tingkah laku asli seseorang. Ia seperti topeng yang sering membuat kita tertipu. Pejantan sejati tak akan menggunakan topeng untuk menarik perhatian orang lain. Jadilah diri sendiri. Dengar hati nuranimu.”

Kelebat bayang-bayang hitam pepohonan berseliweran di luar. Temaram lampu jalan mengiringi laju taksi. Satu dua mobil ikut menderu bersaing. Dingin alami bercampur hembusan AC perlahan menusuk badan Al.

Sayup-sayup dari radio taksi mengalun Pejantan Tangguhnya Sheila On 7

Jantan… pejantan tangguh

Itu yang kuharap ada padaku

Agar… agar diriku

Bisa melumpuhkan tingkah liarmu…

FLPDepok.multiply.com, 121105

—-

Koko Nata Kusuma, nama lengkapnya. Lahir di Palembang 19 April 1980. Koko Nata telah menulis banyak buku fiksi, beberapa di antaranya: Kucing Tiga Warna, Semua Atas Nama Cinta, Ketika Nyamuk Bicara, dan Can You Keep The Secret. Lulusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya ini sekarang menjadi Ketua Forum Lingkar Pena Cabang Depok. Silahkan kontak via e-mail ke: ko2nata@gmail.com. Cuap-cuapnya juga bisa dinikmati di: http://kokonata.multiply.com.