Kamis, 30 Oktober 2008

Habib Riziq : Langsung Mengajukan Banding

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang mengadili perkara Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Mohammad Habib Riziq Shihab, berkaitan dengan peristiwa kerusuhan yang terjadi pada, 1 Juni , 2008, di sillang Monas,memutuskan menghukum (memvonis) 1,5 tahun penjara terhdap terdakwa. Keputusan pengadilan itu, disambut dengan penuh kesedihan diantara para anggota FPI, serta sejumlah tokoh Islam, yang hadhir menyaksikan keputusan itu. Bahkan, keputussan itu, hamper menimbulkan kerusuhan dari para pendukung FPI, yang tidak puas atas keputusan yang diambil oleh pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Atas keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang menghukum Habib Riziq, 1,5 tahun penjara itu, lansung Habib Riziq mengajukan banding kepada Mahkamah Agung. Karena, menilai keputusan itu sangat tidak adil. “Tadi sudah banding. Kita tinggal administrasinya saja. Itu spontan saja. Itu spontan dari Habib sendiri”,kata M.Assegaf, usai sedang di Pengadilan Jakarta Pusat. Hal senada disampaikan kuasa hukum, Ari Yusuf, yang menegaskan : “Kita akan ajukan banding terhadap keputusan ini. Kalau kita ikuti tuntutan yang diajukan inkonsistensi. Habib didakwa menganjurkan, melakukan. Ini menganjurkan apa? Dan, melakukan apa?”, kata Ari.

Memang ini menjadi sebuah kesedihan. Di mana Habib Riziq, serta para pemimpin Islam, yang ingin membela Islam, dan memberantas kesesatan seperti Ahmadiyah, justru dijebloskan ke dalam penjara. Di dakwa melakukan tindak kekerasan, dan hasutan, yang menyebabkan terjadinya kerusuhan di Silang Monas. Padahal, apa yang terjadi di Monas, dan tindakan yang dilakukan anggota FPI, dan Ormas Islam lainnya, tak lain adalah hanya ekses dari sikap kelompok AKKBB, yang terang-terang melakukan pembelaan terhadap Ahmadiyah, yang dimata umat Islam dan tokoh Islam, merupakan gerakan yang telah merusak aqidah Islam.

Mohammad Habib Riziq, yang oleh kalangan Islam disebut sebagai seorang mujahid, yang selama ini mempunyai perhatian yang sangat luar biasa terhadap Islam dan umatnya. Organisasinya yang didirikannya FPI, tak lain, adalah dalam rangka untuk menjaga umat dari pengaruh kemungkaran. Maka, sepanjang berdirinya, FPI selalu melakukan usaha-usaha yan sangat serius untuk memberantas kemunkaran. Seperti tindakan yang dilakukannya penutupan tempat-tempat maksiat, seperti cape, dan bahkan pernah melakukan aksi penyerbuan kantor Majalah Play Boy, di wilayah Jakarta Selatan. Tindakan yang dilakukan FPI mendapat keceman dari kalangan-kalangan yang merasa terganggu. Bahkan, sejumlah fihak menuduh FPI, sebagai kelompok ‘preman berjubah’.

Namun, sepanjang berdirinya organisasi FPI ini, yang menggunakan semboyan : ‘Hidup mulia atau mati syahid’, telah memberikan sumbangan yang tidak sedikit bagi umat Islam di Indonesia. Ketika, terjadi tsunami di Aceh, pertama yang datang ikut menyelamatkan rakyat Aceh adalah laskar FPI. Ratusan laskar FPI datang ke Aceh, mengumpulkan mayat-mayat, yang jumlahnya ratusan, sampai memandikan dan menguburkannya. Habib Riziq sebagai pimpinan tidur di tenda, di dekat kuburan, bersama dengan anggota lainnya. Jenazah seorang perwira Polri dari Polda Aceh, Kolonel Sayyed Husein , yang menemukannya juga laskar FPI.

Ketika berlangsung gempa bumi di Sukabumi, di Bantul, Habib Riziq mengirimkan anggota untu membantu umat Islam, di daerah bencana. Di Bantul, laskar bersama dengan umat Islam lainnya, bahu membahu bersama dengan organisasi lainnya, membantu umat Islam. Namun, stigma yang terus dibangun adalah sebagai kelompok yang lekat dengan kekerasan. Bahkan, ada usaha-usaha yang sistematis yang dilakukan berbagai kelompok untuk membubarkan FPI, dan bahkan FPI ingin dikaitkan dengan kelompok teroris.

Kini, Habib Riziq bersama Munarwan, mendekam di penjara, dan divonis 1,5 tahun, atas perbuatan yang dinilai salah melanggar hukum. Padahal, apa yang mereka lakukan dalam rangka menyelamatkan aqidah umat Islam, dari rongrongan Ahmadiyah dan pendukung-pendukungnya.(sumber:http://eramuslim.com/berita/nasional/habib-riziq-langsung-mengajukan-banding.htm)

RUU Pornografi DISAHKAN

Jika tak ada aral-melintang, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan mengsahkan RUU Pornografi menjadi undang-undang hari ini. Kabar ini disampaikan sebelumnya oleh Ketua Pansus RUU Pornografi, Balkan Kaplale sebagaimana disampaikan kepada beberapa wartawan kemarin.

"Besok (maksudnya hari ini, red) ketuk palu, kan 8 fraksi sudah ok," ujar ketua Pansus RUU Pornografi Balkan Kaplale usai rapat Bamus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10) kemarin.

Materi RUU Pornografi telah selesai dibahas dan hari ini siap dibawa ke sidang paripurna

"Dalam Rapat Pengganti Bamus semalam memang hampir semua fraksi sepakat, karena saat palu diketok tak ada yang melakukan penolakan," ujarnya.

Sementara itu, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) masih tetap menolak pengesahan. FPDIP akan melakukan rapat sekitar pukul 08.30 WIB di Gedung DPR, untuk menentukan ikut atau tidak dalam sidang paripurna.

"Ada dua pilihan, hadir atau total walk out," ujar anggota pansus RUU Pornografi dari FPDIP Eva Kusuma Sundari, kepada detikcom.

Sebagaimana diketahui, selain menolak RUU Pornografi disahkan, FPDIP bersama Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) dan Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) meminta agar RUU ini disahkan setelah reses.

Sebelumnya pada rapat pandangan mini fraksi, FPDIP dan FPDS melakukan walk out sebagai bentuk penolakan terhadap pengesahan RUU Pornografi.

Namun menurut Balkan, permasalahan substansi tidak lagi menjadi persoalan bagi FPDIP dan FPDS karena mereka sudah walk out.

"Pasal 213 ayat 3 (tatib DPR) menyatakan itu sudah sah, mereka harus mendukung," tambah Balkan.

Pasal 213 tatib DPR RI menyebutkan bahwa 'anggota yang meninggalkan sidang (walk out) dianggap telah hadir dan tidak mempengaruhi sahnya keputusan'.

Balkan menyatakan sesuai dengan pasal 213 ayat 3 Tata Tertib DPR RI bahwa peserta yang walk-out itu dianggap hadir dan tidak mempengaruhi apapun hasil keputusan rapat.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ketua DPR Agung Laksono yang memimpin Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Pornografi menjadi Undang-undang. Keputusan diambil secara aklamasi setelah 8 fraksi menyatakan pandangan akhir fraksi terhadap RUU Pornografi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (30/10). Sementara Fraksi PDIP dan PDS menyatakan walk-out.
Setelah fraksi-fraksi menyatakan setuju, Agung mempersilakan Menteri Agama Maftuh Basyuni untuk menyampaikan pendapat akhir pemerintah. Pemerintah menyambut baik RUU ini dan menyetujui untuk segera diundangkan.

Maftuh Basyuni menambahkan, RUU ini menunjukkan keprihatinan semua pihak terhadap degradasi moral bangsa yang disebabkan berbagai aspek terkait pornografi.

Ketua Fraksi PDIP DPR Tjahjo Kumolo dalam interupsinya sebelum melakukan walk-out menyatakan, sikap PDIP yang menolak RUU Pornografi didasarkan masih terbelahnya masyarakat menyikapi RUU tersebut. Fraksi PDIP juga tidak bertanggung jawab atas pengesahan RUU ini.

Aksi walk-out anggota fraksi PDIP kemudian diikuti oleh anggota fraksi PDS. Ketua FPDS Carol Daniel Kadang sempat meminta penundaan pengesahan RUU Pornografi tersebut.

"Pengesahan RUU ini sebaiknya ditunda. Karena perintah Pansus kepada Bamus agar pemerintah memanggil 2 daerah yang menolak yaitu Bali dan Sulut belum dilaksanakan. Kami ingin keputusan bulat, tidak lonjong," kata Carol.

Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) yang sebelumnya juga keberatan dengan pengesahan RUU ini, akhirnya dapat menerima dan menyetujui rancangan undang-undang tersebut. Bahkan PKB mendorong pemerintah segera melakukan sosialisasi produk hukum yang akan mengatur masalah pornografi ini. (berbagai sumber)

Selasa, 28 Oktober 2008

Anna Canggung

Anna seorang ibu muda yang nampak tak bersemangat dalam menjalani hari-harinya. Siang itu dia bertemu dengan kawan lamanya dipasar,Dina. Anna yang baru pulang menjemput putra sulungnya yang duduk di TK,Boim, mampir membeli diapers untuk anak keduanya yang baru berusia satu tahun. Tak sengaja dia bertemu dengan Dina ditempat yang sama.

"Duh,kangen Na. Makan mie sebentar yuQ disana sambil ngobrol", ajak Dina. Anna melihat jam tangan, jam 2 siang masih cukup waktu untuk mempersiapkan makan malam nanti, dan sibungsu juga masih tidur nyenyak didalam gendongannya,tidak apa-apalah pikirnya.

Mereka duduk didekat jendela Anna memesan es campur untuk Boim, bocah itu nampak bahagia ketika es campur dihidangkan ke mejanya. Sekilas ia melirik Dina,perempuan itu nampak seperti dulu. Mereka dulu adalah rival sekaligus rekan kerja sejati dikampus,dikelas nilai Dina dan Anna saling susul-menyusul,di BEM kampus Dina dan Anna bahu-membahu memperjuangkan idealisme menjadi aktivis yang mengkritisi berbagai kebijakan birokrat yang dinilai berat sebelah.

"Jadi,ibu dosen masih sempat belanja bareng anak-anaknya nih?" Dina membuka obrolan,senyumnya masih seperti yang dulu terlihat lepas dan tanpa beban. Anna menggelengkan kepala.

"Aku bukan dosen lagi,Din. harus mengurus anak-anak siapa lagi yang memperhatikan mereka kalau bukan ibunya?".

"oh, ya...ya. Keluarga tentu nomor satu ya,Na? Hebat masih seperti Anna yang sepenuh hati," Dina tampak sungguh-sungguh, Namun entah mengapa Anna merasa kalimat itu seperti meledek dirinya.

"Jadi ceritakan tentang kamu Din" Anna cepat-cepat menghapus pikiran buruknya,"Anakku baru satu Na, namanya Zaki dia berumur 2 tahun ini photonya."

Satu jam berlalu Anna mohon pamit, ia harus segera pulang, membereskan rumah,menyusui anaknya, lalu menyiapkan makan malam. Nasrul suaminya biasa pulang menjelang maghrib jika tidak ada pekerjaan lain yang mengharuskannya lembur.

Anna memasak sambil melamun, teringat pertemuannya dengan Dina siang tadi,hidup Dina begitu ideal dimatanya,Dina bercerita tentang pertemuan singkatnya dengan suami,kelahiran Zaki yang disambut dengan suka cita,dengan suami yang mengizinkan beraktivitas diluar rumah. Dan yang paling membuat Anna iri, Dina sedang menempuh S2 tugas belajar dari kantor. Semua kebahagiaan itu direngkuhnya sekaligus,suami yang pengertian,anak yang lucu,serta perjalanan karir yang menantang.

Anna teringat dirinya dulu,sejak kecil ia bertabur prestasi disekolah,Anna tidak pernah keluar dari ranking 3 besar sejak SD hingga SMA. Diluar prestasi akademik Anna telah menyumbangkan puluhan trofi memenangi berbagai lomba. Mulai dari lomba melukis,menulis,hingga lomba pidato. Anna yang supel mudah berteman dengan siapa saja, tak sedikit teman lelaki yang mendekati, namun Anna sulit untuk ditaklukkan ia tidak tertarik dengan pria yang berada "dibawah levelnya".

Di kampus,bersama Dina mereka berdua adalah perempuan cemerlang,dua gadis berjilbab itu terkenal sebagai perempuan yang ideal. Cerdas,supel,serta aktif diberbagai kegiatan,Anna menjadi lulusan pertama di angkatannya tak lama menunggu lamarannya sebagai dosen honorer dikampus langsung diterima. Dina menamatkan kuliahnya setahun kemudian lalu mengadu nasib di Jakarta,Anna putus kontak dengannya.

Satu tahun kemudian Anna menikah dengan Nasrul,Pria berkacamata itu adalah dosen di fakultas yang berbeda,Nasrul baru menyelesaikan pendidikan master di Belanda. Anna pernah mendengar sepak terjang Nasrul sebagai ketua BEM tiga tahun sebelum kepengurusannya,Pria itu terkenal dengan kebijakan-kebikannya yang berani laki-laki itulah yang dianggap "selevel" dengannya bahkan Nasrul melebihi Anna dalam segalanya. Kecerdasan,wawasa,idealisme, impian Anna adalah bersuamikan laki-laki yang bisa dijadikan imam dalam segala hal baginya.

Namun Nasrul adalah pria yang berpendirian keras,idealisme Nasrul meminta pengorbanan dari Anna. Saat Boim lahir Nasrul meminta Anna mundur dari perkjaan sebagai dosen,ia ingin Anna konsentrasi mengurus anak-anaknya kelak. Anna mengalah Nasrul adalah imamnya,toh istri tak wajib mencari nafkah lalu Anna mengubur impiannya bersekolah di luar negeri Anna mengubur kecintaannya pada dunia akademik. Ia menghibur diri bahwa memberi perhatian seratus persen pada anak-anaknya akan memberi nilai lebih pada perkembangan mereka nanti.

Meski demikian Anna tak kuasa mengusir hampa,bila ia melihat perempuan seperti Dina masih bisa membagi waktu antara karir dan keluarga,perempuan yang ideal bagi Anna adalah perempuan yang sukses di rumah tangga dan bisa berkiprah di masyarakat. Ah...lagi-lagi idealisme yang berbenturan dengan realita ataukah dahaga yang tak terpuaskan larema tercabutnya syukur dari jiwa?

Malam itu Anna menginap di rumah ibunya,Nasrul sedang berdinas di luar kota Boim dan adiknya sudah tidur dikamar,di ruang makan Anna berkumpul dengan ibu dan adiknya Citra.

"Ci,sebelum menikah diskusikan dulu dengan calon suami nanti bilang kalo kamu juga punya cita-cita,kamu juga mau maju jangan seperti mbak Anna-mu itu apa-apa gak boleh sama suaminya." Mamah menasihati Citra namun kalimatnya seolah-olah lebih ditunjukkan untuk menyindir Anna.

"Ma, Anna kesebelah dulu yah mau ketemu dengan mbak Ani,Boim dan Aim sudah tidur." Anna tidak ingin menunjukkan air matanya ia lebih memilih menuju rumah kakak perempuannya yang tinggal disebelah rumah sang mama.

Kepada Ani, Anna menumpahkan tangisnya dan menceritakan pertemuannya dengan Dina, perasaan yang dipendamnya,keinginnannya yang harus ia pendam demi baktinya kepada Nasrul, kekecewaan mama dan kekecewaannya pada pernikahannya.

"Apa Anna salah memilih suami mbak?" tangis Anna semakin menjadi Ani mengusap punggung adiknya,"Sssst...jangan bilang begitu,Anna bagaimana mungkin kamu menyesali pernikahanmu dengan Nasrul hati-hati berbicara," nasihat Ani.

"Dulu kamu pernah bilang Nasrul lebih hebat segalanya darimu dialah pria pertama yang sekutu denganmu,levelnya bahkan melebihi dirimu," lanjut Ani, Anna semakin menangis.

"Anna aku hanya ingat kau dulu selalu berkata pria yang menikahimu harus lah yang melebihi dari dirimu dalam segala hal,dan kamu selalu bilang Nasrul adalah jawaban atas do'a-do'a dalam sholatmu, Pria itulah yang pantas menjadi imammu. Nah bukankah Nasrul memenuhi kriteria mu? kalau memang yang kau cari kecerdasan,kesuksesan,ketenaran,dan idealisme dari seorang pria yang melebihi dirimu,bukankah sekarang itu yang kau dapatkan Anna? suara lembut Ani menusuknya bagai sembilu.

Anna tergugu betapa angkuhnya ia dulu bahkan dalam do'a-do'anya betapa tinggi ia menentukan bagaimana pria yang boleh menjadi suaminya,beberapa kali lamaran yang ditawarkan kepadanya,namun dengan alasan istikharanya tidak memantapkan hatinya ia menolak dengan halus,Ann menunggu orang yang "lebih pantas" untuknya. Istikharahnya bukan wadah dialog Anna dengan Allah tetapi istikharahnya hanyalah sebuah ritual yang dijalani tanpa mengharap jawaban karena nafsu Anna lah yang menentukan jawabannya

Minggu, 26 Oktober 2008

Implementing mouse-over effects on VB6 forms

If you spend much time browsing the Web, you'll notice that some Web pages feature mouse-over effects. These effects change the appearance of a screen element when a user passes the mouse cursor over the element without clicking on it. When the user moves the mouse cursor, the element goes back to its original appearance.

Mouse-over effects can be an effective way to improve the visual appearance of your programs. In order to create mouse-over effects in VB6, you'll need to use the MouseMove event, which fires whenever the mouse cursor moves over a screen element. Here's what to do:

In the MouseMove event procedure for the control for which you're creating the mouse-over effect, put code that changes the font, color, or other aspects of the control's appearance.
In the MouseMove event procedure for the control's container (which is usually the form), place code that changes the control back to its normal appearance.
You may also want to save the control's default appearance when the form loads. This allows you to change its default appearance in the VB form editor without worrying about changing your code.

Here's an example that implements a mouse-over effect for a command button. In the form, at the module level, declare two variables to hold the control's default color and font size:
Private OrigColorAs Long
Private OrigSize As Integer
In the form's Load event procedure, load these variables with the control properties:

Private Sub Form_Load()
OrigColor = Command1.BackColor
OrigSize = Command1.Font.Size
End Sub
In the command button's MouseMove event procedure, change its appearance to the "over" state:

Private Sub Command1_MouseMove(Button As Integer, Shift As Integer, _
X As Single, Y As Single)
Command1.BackColor = vbRed
Command1.Font.Size = 14
End Sub
Finally, in the form's MouseMove event procedure, change the variables back to the default values:

Private Sub Form_MouseMove(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, _
Y As Single)
Command1.Font.Size = OrigSize
Command1.BackColor = OrigColor
End Sub

Sabtu, 25 Oktober 2008

Hasil Pemilihan Walikota Bogor

iseng-iseng aja deh bikin laporan hasil pemilihan Walikota Bogor khusus TPS 20 kecamatan Bogor Barat

Jumlah Daftar Pemilih: 462 orang
jumlah Pemilih : 296 orang
jumlah Golput : 166 orang

Suara untuk calon nomer urut 1 pasangan Syafei Bratasendjaja & Akik Darul Tahkik : 6 suara

Suara untuk calon nomer urut 2 pasangan Ki Gendeng Pamungkas & Ahmad Chusairi : 10 suara

Suara untuk calon nomer urut 3 pasangan Iis Supriatini & Ahani : 3 suara

Suara untuk calon nomer urut 4 pasangan Dody Rosadi & Erik Irawan : 22 suara

Suara untuk calon nomer urut 5 pasangan Diani Budiarto & Achmad Ru'yat : 242 suara

Total suara : 283 suara

Suara tidak sah : 13 suara