Sabtu, 28 Juni 2008

Dewan Kesatuan Ulama FUI Dideklarasikan


Syabab.Com - Para ulama, habaib, dan tokoh umat yang yang berkumpul di Pondok Pesantren Darunnajah, Kamis kemarin (26/6) mendeklarasikan terbentuknya Dewan Kesatuan Ulama (Haiah Ittihadul al Ulama’) Forum Umat Islam. Dewan Kesatuan Ulama FUI ini dibentuk untuk mewujudkan aliansi sinergis antar berbagai komponen umat.
Deklarasi Darunnajah tentang Dewan Kesatuan Ulama FUI itu dibacakan oleh ketua Umum DPP Al Ittihadiyah sekaligus ketua MUI, Brigjen (Purn) KH Nazri Adlani di sela-sela Pertemuan Besar Ulama, Habaib, dan Tokoh Umat se-Indonesia. Pertemuan itu diselenggarakan selama dua hari dari 25-26 Juni 2008. Sekitar 200 ulama, habaib dan tokoh umat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia hadir dalam pertemuan tersebut.

"Dewan Kesatuan Ulama Forum Umat Islam ini berfungsi untuk melakukan: Tashfiyatu al-afkar al Islamiyyah (pemurnian pemikiran Islam), Tansiqu al-harakat al Islamiyyah (koordinasi antargerakan Islam), Ad-Difa’u wa himayatu ad-dakwah al Islamiyyah (Pembelaan dan perlindungan dakwah Islam) dan Ishdar al-hululu asy-syar’iyyah li masyakili hayati al-ummah al-islamiyah (mengeluarkan solusi-solusi terhadap problematika umat Islam), “ terang KH Nazri Adlani.

Dalam konferensi pers ini KH Nazri Adlani ditemani sejumlah tokoh seperti KH Ahmad Baidhowi (Tokoh NU dari Lasem), KH Badruddin Subqy (PUI/BKSPPI), KH Irfianda Abidin (Komite Penegak Syariah Islam Sumatera Barat), H Abu Bakar (MUI Fakfak Papua Barat), Habib Muhammad Ali Abdurahman Assegaf (Majelis Kehormatan Ulama Indonesia), Habib Muchsin Alatas (Majelis taklim Anwarul hidayah Jakarta), Ismail Yusanto (Jubir Hizbut Tahrir Indonesia), KH Muhammad Soleh (Lombok), KH Muhammad Ma’mun (Pesantren Darul Falah, Serang), Habib Salim Al Athos (Laskar Aswaja), KH Shihabudin (Lampung) dan tokoh lainnya.
-------------------------------------------------------------------------------------
Para ulama, habaib, dan tokoh umat yang yang berkumpul di Pondok Pesantren Darunajah, Kamis kemarin (26/6) mendeklarasikan terbentuknya Dewan Kesatuan Ulama (Haiah Ittihadul al Ulama’) Forum Umat Islam. Dewan Kesatuan Ulama FUI ini dibentuk untuk mewujudkan aliansi sinergis antar berbagai komponen umat. Deklarasi Darunnajah tentang Dewan Kesatuan Ulama FUI itu dibacakan oleh ketua Umum DPP Al Ittihadiyah sekaligus ketua MUI, Brigjen (Purn) KH Nazri Adlani di sela-sela Pertemuan Besar Ulama, Habaib, dan Tokoh Umat se-Indonesia. Pertemuan itu diselenggarakan selama dua hari dari 25-26 Juni 2008. Sekitar 200 ulama, habaib dan tokoh umat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia hadir dalam pertemuan tersebut.

“Dewan Kesatuan Ulama Forum Umat Islam ini berfungsi untuk melakukan: Tashfiyatu al-afkar al Islamiyyah (pemurnian pemikiran Islam), Tansiqu al-harakat al Islamiyyah (koordinasi antargerakan Islam), Ad-Difa’u wa himayatu ad-dakwah al Islamiyyah (Pembelaan dan perlindungan dakwah Islam) dan Ishdar al-hululu asy-syar’iyyah li masyakili hayati al-ummah al-islamiyah (mengeluarkan solusi-solusi terhadap problematika umat Islam), “ terang KH Nazri Adlani.

Temu Ulama FUI

Dalam konferensi pers ini KH Nazri Adlani ditemani sejumlah tokoh seperti KH Ahmad Baidhowi (Tokoh NU dari Lasem), KH Badruddin Subqy (PUI/BKSPPI), KH Irfianda Abidin (Komite Penegak Syariah Islam Sumatera Barat), H Abu bakar (MUI Fakfak Papua Barat), Habib Muhammad Ali Abdurahman Assegaf (Majelis Kehormatan Ulama Indonesia), Habib Muchsin Alatas (Majelis taklim Anwarul hidayah Jakarta), Ismail Yusanto (Jubir Hizbut Tahrir Indonesia), KH Muhammad Soleh (Lombok), KH Muhammad Ma’mun (Pesantren Darul Falah, Serang), Habab Salim Al Athos (Laskar Aswaja), KH Shihabudin (Lampung) dan tokoh lainnya. (pd/www.suara-islam.com)

Ulama dan Habaib Harus Menjadi Kelompok Terdepan dalam Dakwah

Suara-Islam Online–Pertemuan Besar Ulama, Habaib dan Tokoh Se-Indonesia yang digelar oleh Forum Umat Islam di Ponpes Darunnajah akhirnya berakhir pada Kamis malam (26/6). Selain mendeklarasikan terbentuknya Dewan Kesatuan Ulama (Haiah Ittihadul al Ulama’) Forum Umat Islam, pertemuan ini juga melahirkan sejumlah rekomendasi penting bagi para ulama, habaib, dan tokoh umat Islam.

Salah satunya rekomendasinya bahwa ulama, habaib dan tokoh Islam harus menjadi kelompok terdepan dalam pembinaan keluarga dan masyarakat untuk mendakwahkan Islam secara kaffah dan amar ma’ruf nahi munkar menuju perubahan bagi tegaknya syariat Islam dan kesatuan umat Islam, serta dengan istiqomah menjaga dan membela Islam beserta para pejuangnya dalam menghadapi musuh-musuh Islam.

Disamping itu para ulama juga harus meningkatkan hubungan persaudaraan, komunikasi, informasi dan koordinasi antar para ulama, habaib dan tokoh Gerakan/lembaga Islam. Kemudian harus menguatkan keberadaan Gerakan/lembaga Islam di tengah umat terutama ketika tengah terjadi gejolak temporal sebagai bentuk awal kepemimpinan Gerakan/lembaga Islam atas umat, misalnya menentang keberadaan intelijen AS dalam Namru 2 dengan dalih penelitian kesehatan.

Para ulama dan habaib juga harus menggelorakan terus semangat untuk perjuangan syariah sesuai hasil Kongres Umat Islam Indonesia ke-4 (KUII IV) tahun 2005 dan penolakan terhadap sekularisme, pluralisme, dan liberalisme sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2005.

Adapun terkait Ahmadiyah, para ulama dan habaib meminta kepada organisasi Islam dan umat Islam umumnya untuk menerima dan membina pengikut Ahmadiyah yang bertobat.

”Yang lebih penting pertemuan itu merekomendasikan agar para ulama, habaib dan tokoh membentuk Forum Umat Islam dan Dewan Kesatuan Ulama’nya di seluruh daerah di Indonesia,” ujar sekjen FUI, KH Muhammad Al Khaththath saat menggelar konferensi pers Kamis kemarin di Ponpes Darunnajah. [pd/suara-islam.com]

Pemerintah Diminta Tanggalkan Sekularisme

Suara-Islam Online–Pemerintah diminta segera menghentikan dan menghapus segala bentuk sekulerisme, liberalisme, dan kapitalisme yang telah nyata-nyata menghancurkan Indonesia dan menggantikannya dengan sistem Islam. Demikian salah satu rekomendasi dari Pertemuan, Ulama dan Habaib se-Indonesia yang digelar Forum Umat Islam, sejak Rabu (25/6) hingga 26/6) di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta.

Dalam rekomendasinya, para ulama, habaib dan tokoh umat se-Indonesia juga meminta kepada pemerintah untuk bersikap kuat dan tegas terhadap asing dan LSM komprador sehingga Indonesia tidak dijadikan bulan-bulanan pihak asing. Kemudian Sungguh-sungguh menjaga akidah umat dengan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membubarkan Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya serta pendukungnya (seperti AKKBB).

Pemerintah diminta untuk sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat dengan menurunkan harga BBM. menasionalisasi aset rakyat yang telah dikuasai oleh asing dan menghentikan kerjasama dengan Namru 2.

”Pemerintah juga diminat untuk segera membersihkan pemerintahan dari koruptor dan para komprador asing,” ujar Ismail Yusanto membacarakan rekomendasi pertemuan ulama dan habaib iitu. Di samping itu pemerintah diminta segera membebaskan Habib Rizieq dan Munarman dari segala tuduhan.

Pertemuan Besar Ulama, Habaib dan Tokoh se-Indonesia berakhir Kamis malam tadi. Sebelum pulang ke daerahnya masing-masing, para ulama, Habaib dan Tokoh umat yang datang dari sejumlah daerah di indonesia tersebut pagi ini mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjenguk Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab dan Panglima Komando Laskar Islam Munarman. [pd/www.suara-islam.com]

Rekomendasi Lengkap Pertemuan besar ulama, Habaib dan tokoh se-indonesia

Suara-Islam Online–Pertemuan besar ulama, Habaib dan tokoh se-indonesia yang diselenggarakan Forum Umat Islam di Ponpes Darunnajah telah berakhir Kamis Malam (26/6). Berikut rekomendasi lengkap Pertemuan Besar Ulama, Habaib dan Tokoh se-Indonesia, yang diselenggarakan di Jakartam 21-22 Jumadil akhir 1429 H, bertepatan tanggal 25-26 Juni 2008 H.

Bagi ulama, habaib, dan tokoh umat Islam:

1. Harus menjadi kelompok terdepan dalam pembinaan keluarga dan masyarakat untuk mendakwahkan Islam secara kaffah dan amar ma’ruf nahi munkar menuju perubahan bagi tegaknya syariat Islam dan kesatuan umat Islam, serta dengan istiqomah menjaga dan membela Islam beserta para pejuangnya dalam menghadapi musuh-musuh Islam

2. Harus meningkatkan hubungan persaudaraan, komunikasi, informasi dan koordinasi antar para ulama, habaib dan tokoh Gerakan/lembaga Islam

3. Harus menguatkan keberadaan Gerakan/lembaga Islam di tengah umat terutama ketika tengah terjadi gejolak temporal sebagai bentuk awal kepemimpinan Gerakan/lembaga Islam atas umat, misalnya menentang keberadaan intelijen AS dalam Namru 2 dengan dalih penelitian kesehatan.

4. Harus menggelorakan terus semangat untuk perjuangan syariah sesuai hasil Kongres Umat Islam Indonesia ke-4 (KUII IV) tahun 2005 dan penolakan terhadap sekularisme, pluralisme, dan liberalisme sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2005.

5. Meningkatkan soliditas internal Gerakan/lembaga Islam (keteladanan, kualitas kader, kepemimpinan, administrasi manajerial, dana, sarana prasarana, dan ketaqwaan dan tawakkal ala Allah)

6. Meminta kepada organisasi Islam dan umat Islam umumnya untuk menerima dan membina pengikut Ahmadiyah yang bertobat

7. Agar para ulama, habaib dan tokoh membentuk Forum Umat Islam dan Dewan Kesatuan Ulama’nya.

8. Mendorong revolusi damai sesuai ajaran Islam sebagai jalan perubahan. Untuk itu perlu kesatuan umat dan kepemimpinan umat dalam struktur organisasi yang rapi.

Bagi masyarakat:

1. Harus meningkatkan pemahaman dan kesadaran bahwa saat ini masih terjadi penjajahan di bidang aqidah, sosial, ekonomi, politik, dan budaya sebagai akibat tidak diterapkannya syariat Islam.

2. Bahu membahu bersama para ulama, habaib dan tokoh lembaga/organisasi Islam untuk melakukan perubahan menuju tegaknya syariat Islam dan kesatuan umat.

Bagi pemerintah:

1. Segera menghentikan dan menghapus segala bentuk sekulerisme, liberalisme, dan kapitalisme yang telah nyata-nyata menghancurkan Indonesia dan menggantikannya dengan sistem Islam.

2. Bersikap kuat dan tegas terhadap asing dan LSM komprador sehingga Indonesia tidak dijadikan bulan-bulanan pihak asing.

3. Sungguh-sungguh menjaga akidah umat dengan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membubarkan Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya serta pendukungnya (seperti AKKBB).

4. Sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat dengan:

5. Menurunkan harga BBM

6. Menasionalisasi aset rakyat yang telah dikuasai oleh asing

7. Menghentikan kerjasama dengan Namru 2

8. Segera membersihkan pemerintahan dari koruptor dan para komprador asing

9. Membebaskan Habib Rizieq dan Munarman dari segala tuduhan.

Bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR):

1. Segera mengesahkan RUU-APP bersama dengan pemerintah yang sesuai dengan rekomendasi MUI

2. Membatalkan segala UU yang merugikan rakyat (seperti UU Migas, UU SDA, UU Penanaman Modal, dll).

3. Menolak intervensi asing dalam pembuatan UU

4. Mengganti KUHP yang ada dengan KUHP yang sesuai dengan syariat Islam.

[Pd/www.suara-islam.com]
-------------------------------------------------------------------------------------
Komentar saya:
Memang ini lah yang diperlukan ummat islam mempersatukan seluruh gerakan dakwah,jalin ukhuwah islamiyah dan rapat kan barisan dalam memperjuangkan islam.dengan pembelajaran dari tragedi monas mudah-mudahan dapat mempersatukan ummat islam indonesia agar tidak lagi terpecah belah. Amin ya Allah

1 komentar:

elfizonanwar mengatakan...

Kesenangan Tokoh Umat Islam ialah membuat wadah, organisasi atau badan baru, sementara wadah yang sudah ada tak pernah teruruskan. Bagaimana kita mempertanggungjawabkan 'amanat-amanat' yang kita buat sebanyak ini. Akhirnya, tak ada satu jabatan yang dapat kita kerjakan.